BKKBN Bali Gelar KIE Kreatif di Kampung KB Pengotan Bangli
Beranda / Berita

Pusat Informasi & Berita

Ikuti perkembangan program kerja terbaru.

Pariwisata

BKKBN Bali Gelar KIE Kreatif di Kampung KB Pengotan Bangli

K
Admin Bangli
28 November 2017
1,093 Dilihat
BKKBN Bali Gelar KIE Kreatif di Kampung KB Pengotan Bangli

Angka perempuan melahirkan di Bali tahun 2012 mencapai 48 orang/1.000 perempuan. Namun pada tahun 2016 menurun menjadi 36 orang/1.000 perempuan. Meski ada penurunan tetapi angka itu masih lebih tinggi dari rata-rata secara nasional. Hal itu dikatakan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, Ida Bagus Wirama pada pelaksanaan acar KIE kreatis di Desa yang menjadi Kampung KB, Pengotan, Bangli, Selasa (28/11).

Pelaksanaan kegiatan Komiunikatif, Informatif dan edukatif (KIE) kreatif tentang Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) oleh BKKBN Provinsi Bali, di pusatkan di Desa Pengotan (desa Kampung KB).Diikuti sekitar 300 perserta, dari para remaja (siswa), tokoh masyarakat, PKK, PPKB serta instansi terkait lainnya.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, Ida Bagus Wirama menjelaskan, angka perempuan melahirkan lebih tinggi di desa yakni tahun 2016 mencapai 60 orang/1.000 perempuan, di kota hanya 24 orang/1.000 perempuan. Namun dia tak menjelaskan faktor penyebab perempuan melahirkan di desa lebih tinggi. Kepada remaja, Wirama berharap untuk senantiasa bisa menjadi Genre (gerasi yang berencana). Artinya generasi yang berkualitas. "Untuk mewujudkan generasi berkualitas maka syaratnya adalah berpendidikan. Jangan sampai ada yang putus sekolah", ujarnya. Dia mengatakan angka lama sekolah di Bali hanya mencapai kelas II SMP alias tidak sampai tamat SMP."Rata-rata usia sekolah di Bali hanya 8 koma, tidak sampai tamat SMP", tegasnya. Kondisi itu tentu menjadi hambatan besar dalam rangka mewujudkan keluarga berkualitas. Dia lantas berharap kepada generasi muda untuk meningkatkan terus pendidikan setingi-tingginya. Untuk mewujudkan itu generasi muda diharapkan untuk meneriakkan 3 triak, yakni mengatakan tidak menikah usia dini, mengatakan tidak melakukan seks bebas dan mengatakan tidak pada narkoba. Selain itu juga diharapkan untuk tidak terlalu muda melahirkan, terlalu tua melahirkan, terlalu dekat usia kelahiran dan terlalu sering melahirkan (diistilahkannya 4 terlalu). Dijelaskan lagi bila menikah terlalu muda bakal beresiko, yakni resiko kematian ibu melahirkan dan kematian bayi. "Di Bali dari dua terlalu saja sudah terjadfi 27 persen kematian", ujarnya tanpa menjelaskan apakah terlalu yang dimaksud itu terlalu muda menikah atau terlalu yang lainnya.
Dalam sambutan tertulisnya Wirama mengatakan program Kependudukan , Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga dan berbagai kegiatan perioritas di dalamnya senantiasa diarahkan untuk mewujudkan Nawacita yaitu agenda perioritas ketiga yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-drah dan desa dalam kerangka negara kesatuan. Agenda perioritas kelima yakni meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia serta agenda perioritas ke delapan yaitu melakukan revolusi karakter bangsa. Dikatakan kegiatan program KB diarahkan untuk mewujudkan Nawacita melalui ketiga agenda perioritas di antaranya dilaksanakan melalui dukungan dana alokasi khusus (DAK) fisik dan bantuan operasional KB, Sub Bidang KB , melaksanakan Komunikasi, Inforamasi dan Edukasi (KIE), KKBPK kepada masyarakat , menyelenggarakan program KB bagi keluarga kurang mampu, fasilitasi keluarga yang memiliki Balita , keluarga yang memiliki anak remaja, dengan program generasi berencana dan fasilitasi bagi bagi keluarga yang memiliki Lansia. 
Sementara Bupati Bangli, I Made Gianyar mengatakan mengenai soal KB dirinya tak hanya sebatas bisa memberikan arahan, namun mampu melaksanakannya. Dia hanya memiliki dua anak. Menurutnya laki perempuan sama saja. Selain itu dirinya sudah menjalani pasektomi."Seorang pemimpin berani mengarahkan maka harus berani melakukan. Sebelum suruh orang lain pasektomi, bupati harus pasektomi, kalau saya Made Gianyar sudah pasektomi", ujarnya. Dia malah mengatakan siapa yang bakal menjabat di Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB di Bangli agar tidak memiliki lebih dari dua anak karena harus memberi contoh (panutan). Dia lanjut memaparkan di Bangli sudah di masing-masing kecamatan ada Kampung KB. Bahkan di Kecamatan Kintamani 2 Kampung KB. Sedangkan untuk Kecamatan Bangli dipilihkan Desa Pengotan jadi Kampung KB. Diharapkan dengan menjadi kampung KB semua OPD bisa keroyokan. Karena kampung KB bakal diberi perioritas baik menyangkut infra struktur dan lainnya dengan harapan untuk bisa menurunkan angka kemiskinan. Pada acara itu Bupati Bangli memberikan kuis dan pertanyaan kepada peserta, seperti pertanyaan tentang kepanjangan dari BKKBN, BKB. Begitu juga BKKBN Bali, melempar beberapa kuis dan pertanyaan kepada peserta yang berkaitan dengan program BKKBN atau sekarang dikenal dengan KKPBPK. Banyak remaja yang tidak mampu menyebut kepanjangan BKKBN, BKB dan lainnya.Acara juga dihibur dengan bondres yang membawa materi KIE Kreatif.
Sedangkan Perbekel Pengotan, I Wayan Suardana dalam sambutan menyampaikan soal potensi desa. DEsa Pengotan terdiri dari 1.011 KK. Dia mengaku bangga salah satu dusunnya (Dusun Padpadan dicanangkan jadi Kampung KB). Diharapkan dengan menjadi kampung KB bisa memberikan dampak positif ke depan. Diakui kalau jumlah KK miksin di Pengotan masihh tinggi yakni mencapai 261 jiwa. "Banyak warga kami yang masih miskin, mereka hanya mampu berdasi di bawah", ujarnya mengistilahkan warga miskin. Kepada semua OPD dia berharap segera melakukan kegiatan di kampung KB untuk bisa meningkatkan kualitas hidup warga. 

Bagikan Berita Ini: