Dalam upaya menambah ikatan kerjasama sekaligus sharing pengetahuan dan teknologi terkait tentang pengolahan kopi yang ada di Kintamani kususnya kopi arabika, Kamis (23/2) Kabupaten Lampung Barat menggelar acara kunjungan kerja ke Kabupaten Bangli untuk belajar dan saling tukar informasi terkait dengan proses pengolahan kopi arabika kintamni yang sudah terkenal dimanca Negara. Rombongan yang berjumlah kurang lebih 10 orang dipimpin langsumg oleh Bupati Lampung Barat, Bapak Parosil Mabsus selain itu turut hadir Kepala Dinas ParIwisatA Lampung dan dinas terkait. Acara yang dipusatkan di Pabrik Pengolahan Kopi arabika mengani diterima langsung oleh Bupati Bangli I Made Gianyar didampingi Kadis PKP, Bappeda, Disperindag, Kabag Protokol KKP, Kabag Ekonomi, Kepala Perusda Bangli dan manajemen Pabrik Bapak Hendarto.
Bupati Lampung barat Parosil Mabsus seusai menanam pohon kopi sebagai kenang kenangan bahwa pernah berkunjung ke Bangli, menyampaikan terimakasih atas penerimaan dan penyambutan yang luarbiasa atas kegiatan kunjungan kerja ke Kabupaten Bangli ini, dengan diterimanya kami tentu untuk dapat menambah jalinan silaturahmi dan kerjasam bukan hanya dibidang kopi saja tetapi juga dibidang yang lain yang dapat kami adopsi mengingat potensi wilayah kami sangat mirip dengan kabupaten Bangli. Untuk Wilayah Lampung barat ketinggian berkisar 700 s/d 100 Dpl. Sedangkan disini di Kabupaten Bangli mencapai 1500 Dpl. Hannya saja kopi yang ada di Bangli adalah Kopi Arabika sedangkan kopi yang kita kembangkan adalah Kopi Rabusta. Akan tetapi dengan adanya kunjungan ini kita berharap ada sesuatu yang bisa kita adopsi dan bisa kita kembangkan saat kembali nantinya terutama dari segi tehnik pengolahan yang semuanya termanfaatkan baik dari hulu ke hilir sampai tidak ada sedikitpun dari limbah kopi yang tidak terpakai. Oleh karenan itu hal ini akan sangat menarik untuk kita tiru dan kita kembangkan di Lampung Barat. “dari kunjungan ini ada satu hal yang membuat saya berkesan adalah pemberian wawasan yang disampaikan oleh pengelola dengan banyaknya temuan temuan yang dihasilkan sehingga hal ini akan menjadi nilai tambah untuk produktifitas kopi sehingga memberi nilai ekonomis untuk para petani kopi” terang Parosil Mabus.
Sementara itu Bupati Bangli menyampaikan dari lampung ke Bangli menanam kopi untuk menjalin kerjasama yang sudah dipasilitasi melalui program Pembangunan Nasional Semeseta Berencana (PNSB) sehingga jalinan kerjasama ini harus terjalin terus sehingga Kabupaten Bangli maju, Lampung Maju dan Indonesia Maju. Kita patut berbangga karena produk kopi kintamani namanya sudah dikenal dan masuk istana untuk menjamu tamu Negara, namun hal itu harus terus kita kembangkan seperti yang telah dilakukan Pabrik Pengolahan Kopi Arabika Mengani yang terus berinopasi dengan temuan temuan baru. Kita sudah lihat dan rasakan bersama berbagai produk hasil olahan dari kopi yang tentu secara ekonomis dapat meningkatkan produktifitas kopi itu sendiri yang pada akhirnya akan dapat memberi nilai tambah untuk kesejateraan para petani kopi. “Yang lebih penting adalah bagaimana tidak ada sedikitpun dari limbah kopi yang terbuang, hampir semuanya termanfaatkan dan inilah salah satu alasan bapak presiden mengundang kopi kintamani masuk istana” kata Made Gianyar.