Bertepatan dengan buda manis prangbakat, rabu (9/3) masyarakat desa pekraman Antugan melaksanakan bakti penganyar sebagai rangkaian dari puncak upakara karya mamungkah, ngenteg linggih, dan mapadudusan agung yang sudah dilaksanakan pada anggara kliwon prangbakat 8 maret 2011 lalu. Nampak hadir pada pelaksanaan bakti penganyar Wabup. Bangli Sang Nyoman Sedana Arta, Ketua DPRD Kab. Bangli I B Raka Mudarma, dan tokoh masyarakat setempat.
Karya mamungkah, ngenteg linggih, dan mapadudusan agung di pura Puseh Antugan sejatinya sudah direncanakan pada tahun 2003 lalu, namun karna saat itu keadaan fisik pura kurang baik ( banyak pelinggih yang rusak ) maka masyarakat pelaksanaanya di undur. Sehingga melalui paruman tokoh masyarakat setempat, pada awal 2004 masyarakat fokus untuk melakukan pemugaran pura hingga rampung pada akhir 2009 lalu. Dimana untuk pemugaran pura sendiri menghabiskan biaya lebih kurang 500 juta rupiah, yang dananya berasal dari urunan 42 KK karma pengarep, masing masing KK 5 juta rupiah, bantuan dari Pemkab. Bangli, Pemprov. Bali dan punia dari masyarakat. Setelah pemugaran sejumlah pelinggih rampung dikerjakan maka pada awal 2010 lalu masyarakat kembali melakukan paruman untuk membahas pelaksanaan karya tersebut, hingga diputuskan karya mamungkah, ngenteg linggih, dan mapadudusan agung bisa di gelar sekarang ini. “ ungkap manggala karya I Nyoman Sudiana.
Dikatakan juga, untuk pelaksanaan karya mamungkah, ngenteg linggih, dan mapadudusan agung sekarang ini mengambil tingkatan utamaning utama, dengan menggunakan sarana tiga ekor kebo, dua ekor kambing, tiga kucit butuan, kucit turus gunung, angsa dan ayam manca warna. Yang dipuput oleh Ida Pedanda Budha dari Gria Nongan. Untuk pembiayaanya berasal dari urunan 42 KK krama pengarep masing – masing tiga 3 juta rupiah, 224 KK balu angkep masing masing 500 ribu rupiah. Dan punia dari masyarakat. Saat pelaksanaan puncak karya juga diisi dengan tarian sakral topeng sidakarya, baris panah, baris jangkang, baris jojor, baris pendet, baris kupu kupu, rejang renteng, rejang dewa, wayang gedong dan gambelan selonding. Upakara sendiri berlangsung hikmat karna banyaknya pemedek yang datang untuk melakukan persembahyangan. Dudonan karya diawali dengan nuasen karya pada buda pon klurut, nanceb rompok pada wrespati paing klurut, mendak ida betara turun kabeh pada anggara pon menial, puncak karya pada anggara kliwon prangbakat dan penyineb pada sukra kliwon bala 18 maret 2011 mendatang.Kita harapkan dengan pelaksanaan karya ini Ida Betara yang beristana di pura Puseh Antugan memberikan keselamatan dan kesejahteraan kepada masyarakat. “ ungkap Sudiana.
Sementara itu Wabup Bangli Sedana Arta mengatakan, pihaknya merasa bangga dengan pelaksanaan karya mamungkah, ngenteg linggih, dan mapadudusan agung di pura Puseh desa pekraman Antugan sekarang ini.mudah mudahan setelah pelaksanaan upakara ini semakin meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melaksanakan konsep agama Hindu yankni tri Hita Karana ( hubungan manusia dengan tuhan, manusia dengan manusia dan manusia dengan mahluk hidup lainya ) sehingga harapan kita semua menjadikan Bali ajeg, Khususnya Kabupaten Bangli bias terwujud. “ terang Sedana Arta.(Humas Bangli)
Beranda /
Berita
Pusat Informasi & Berita
Ikuti perkembangan program kerja terbaru.
Pariwisata
•
Masyarakat Antugan Gelar Karya Memungkah Ngenteg Linggih
K
Admin Bangli
11 March 2011
•
854 Dilihat