Dalam rangka menghormati dan mengajak semua warga negara untuk membela Negara melebihi panggilan tugas yang menjadi Tanggung jawab, Rabu (19/12) di gelar Upacara peringatan Hari Bela negara yang ke-70. Upacara yang dilaksanakan di lapangan Kapten Mudita Bangli diikuti oleh Unsur FORKOMPIMDA, TNI, POLRI, Pimpinan OPD dan ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangli.
Sambutan Presiden Republik Indonesia yang dibacakan oleh Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta,SE menyampaikan Hari Bela Negara ini dicanangkan adalah untuk menghormati dan mengajak semua warga Negara untuk membela Negara melebihi tugas yang menjadi tanggung jawab. Lebih lanjut disampaikan, Bela Negara tidak hanya bisa dilakukan dengan kelakuan fisik dan senjata semata, harus dilakukan dengan beragam upaya dan profesi. Bela Negara tidak hanya dilakukan oleh aparatur Negara saja, tetapi harus dilakukan secara bersama-sama oleh segenap elemen Bangsa dan Negara. Bela Negara merupakan wadah peran dan kontribusi segenap komponen masyarakat, termasuk dunia usaha, dunia pendidikan, Media, hingga tokoh pemuda dan tokoh agama, untuk memberikan sumbangsih kepada negara melebihi panggilan tugas yang menjadi tanggung jawabnya. Ditambahkan sebagai Negara yang besar dengan penduduk terbanyak keempat di dunia, negara maritim dengan ribuan pulau, dengan bangsa yang Bhineka dalam suku, ras dan agama kita bersyukur negara kita bisa tetap rukun damai dan bersatu. Bangsa Indonesia telah menunjukan ke tauladanan dalam menjalankan demokrasi dan mencapai banyak kemajuan yang membanggakan. Ditengah desakan berbagai Idiologi lain, kita bersyukur masih tetap berpegang teguh pada idiologi Pancasila yang menjunjung tinggi agama sesuai dengan Sila Ketuhanan yang Maha Esa. “Saya yakin capaian besar ini bisa kita raih karna banyaknya warga negara Indonesia yang cinta Negara dan cinta Bangsa melampaui tugasnya” Katanya.
Tantangan yang kita hadapi di tengah derasnya perkembangan teknologi transportasi dan teknologi komunikasi disatu sisi memang mempermudah kehidupan manusia Indonesia. Tetapi disisi lain juga memudahkan masuknya pengaruh budaya dan ideologi yang belum tentu sesuai dengan apa yang kita miliki. Interaksi antar Bangsa dan antar budaya ini menuntut kita untuk membuka diri berdialog dengan Bangsa lain, dengan tetap berpegang teguh pada kepentingan Bangsa Indonesia. Kesadaran Bela Negara yang berakar pada nilai-nilai luhur Bangsa harus tertanam dalam jiwa dan raga segenap Bangsa Indonesia sejak Dini melalui pendidikan serta aksi nasional bela Negara di berbagai bidang. “Dibutuhkan cara-cara yang inovatif dan adaktif dengan perkembangan jaman, agar anak muda kita mendapatkan ruang untuk mengekpresikan kecintaannya pada tanah air, karna merekalah yang akan menahkodai kapal besar Republik Indonesia kedepan” tegasnya.
Sementara itu wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta seusai upacara menyampaikan seperti apa yang disampaikan Bapak Presiden RI, Bela Negara bukan hanya dengan fisik saja akan tetapi harus dilakukan disegala aspek kehidupan dan disemua bidang. Begitu juga kita harapkan kepada ASN di Kabupaten Bangli bisa memaknai Hari Bela Negara ini untuk senantiasa mampu melaksnakan tugas tugas dan kewajiban kita sebagai ASN dan sebagai pelayan masyarakat. Banyakny hal yang harus kita kerjakan dan sampai saat ini sudah banyak sekali raihan-raihan yang sudah kita capai, hal itu juga merupakan salah satu bentuk dari bela negara yang bisa kita lakukan untuk saat ini. Begitu juga dengan anak-anak dan generasi muda diharapkan senantiasa untuk selalu melakukan kegiatan/hal-hal positif, apapun itu selalu dalam koridor yang sesuai dengan idiologi Bangsa. “Sudah disampaikan, derasnya perkembangan Teknologi Informasi selalu akan membawa hal positif dan bersamaan juga akan membawa hal yang negatif, oleh karena itu diharapkan generasi muda untuk lebih cerdas dan bijak untuk memanfaatkan teknologi baik media sosial di dunia maya untuk ke arah yang positif untuk kemajuan diri dan keluarga, lebih luas adalah untuk Bangsa dan Negara” Pesannya. “Hal yang tak kalah penting adalah bagaimana kita tetap menjaga jati diri Bangsa yang sudah diwariskan oleh para pendahulu dengan selalu memelihara rasa persatauan dan kesatuan, memelihara semangat gotong royong dan toleransi yang tinggi antar sesama harus selalu ditegakkan karna sejatinya dan nayatanya kita bangsa Indonesia adalah Bangsa yang berbineka dalam satu kesatuan NKRI” pungkasnya
