Pepranian Di Pura Ulun Danu Batur Sebagai Bentuk Syukur Ke Sang Pencipta
Beranda / Berita

Pusat Informasi & Berita

Ikuti perkembangan program kerja terbaru.

Pariwisata

Pepranian Di Pura Ulun Danu Batur Sebagai Bentuk Syukur Ke Sang Pencipta

K
Admin Bangli
•
04 April 2011
•
664 Dilihat
 Pepranian Di Pura Ulun Danu Batur Sebagai Bentuk Syukur Ke Sang Pencipta

Bertepatan dengan sukra wage wayang, jumat (1/4) masyarakat Desa Batur Kintamani melaksanakan upakara Bakti Pepranian dan Bakti penyineban di Pura Ulun Danu Batur. Bakti Pepranian ini merupakan tradisi dimana masyarakat Batur Kintamani mengaturkan hasil bumi sebagai bentuk syukur kehadapan sang pencipta.  Nampak juga hadir dalam upakara pepranian Mendubpar RI Ir. Jro Wacik SE, Bupati Bangli I Made Gianyar, SH.M.Hum, Ketua DPRD Kab. Bangli IB Raka Mudarma, Bupati Klungkung I Wayan Candra, Pimpinan SKPD Kab. Bangli, dan ribuan pemedek yang tangkil ngaturang bakti.

            Manggala karya I Made Sasmika mengatakan, Bakti Pepranian ini merupakan rangkaian dari puncak pujawali ngusaba kedasa di Pura Ulun Danu Batur yang sudah dilaksanakan pada (19/3) lalu. upakara pepranian sendiri diawali dengan ngadegan bagia pule kerti sebagai bentuk simbolis pala bungkah, pala gantung ( hasil bumi ) dan diakhiri dengan nuek pule kerti yang dimaksudkan untuk menyuburkan kembali semua hasil bumi. Saat prosesi berlangsung juga di isi dengan tarian baris perang perangan yang diartikan sebagai simbul orang memerangi kemiskinan atau sebagai tarian penyemangat agar masyarakat bekerja dengan giat. Selain tarian juga diisi dengan matiti suara  yang dimaksudkan agar masyarakat bersama – masa nunas bisama Ida bhatara yang beristana di Pura Ulun Danu Batur, agar masyarakat bisa dijauhkan dari perbuatan perbuatan yang bertentangan dengan ajaran agama sehingga masyarakat bisa menemukan dharma (kebaikan)dalam dirinya. Upakara bakti pepranian sendiri di puput oleh dane Jro Kesinoman.

            Dikatakan juga, bakti Pepranian adalah bagaimana kita sebagai umat hindu selalu bersyukur kehadapan tuhan dengan mempersembahkan kembali hasil bumi yang sudah kita dapatkan. Sehingga harapan kita semua Ida Bhatara yang beristana di Pura Ulun Danu Batur selalu memberikan keselamatan dan kesejahteraan bagi kita semua. “ Ungkap Sasmika.

             Sementara itu Mendbudpar Jro Wacik dalam sambrahmawanacananya mengatakan,  dengan pelaksanaan yadnya ini diharapkan masyarakat hindu semakin bisa mengendalikan diri dari perbuatan perbuatan yang bertentangangan dengan ajaran agama. Sehingga didalam menjalani kehidupan selalu bisa berpegangan pada ajaran dharma dengan konsep Tri Hita Karana ( bisa menjaga sesama ciptaan tuhan ) sehingga kesejahteraan dan ketentraman bisa kita dapatkan. “ unjar Jro Wacik.(Humas Bangli)

Bagikan Berita Ini: