Sebagai lanjutan program pemerintah provinsi Bali dalam lomba Harganas Provinsi pada hari Selasa (24/5) kemarin giliran jatuh pada Kelompok BKB Cempaka BR. Buwungan Desa Tiga Kecamatan Susut dinilai oleh tim Provinsi Bali sebagai duta Kabupaten Bangli dalam penilaian Kelompok Bina Keluarga Balita (BKB), Kab Lestari dan Media Tradisional di tingkat provinsi Bali. Pada acara tersebut dihadiri oleh Bupati Bangli dalam hal ini diwakili oleh Sekda Kab. Bangli, Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kab. Bangli, Camat Susut, Para Muspika Kecamatan Susut, Para petugas teknis/lapangan dari Desa susut, tokoh masyarakat di Desa Tiga.
Dalam sambutan I Kadek Budiartawan selaku Perbekel Desa Tiga menyampaikan selamat datang kepada Tim penilai Lomba-lomba Harganas dari Provinsi Bali. Desa Tiga adalah salah satu dari 9 Desa yang ada di Kecamatan Susut yang secara administrative terbagi menjadi 9 Banjar dinas sekaligus sewbagai Sub PPKBD. Berdasarkan Hasil pendatan Keluarga tahun 2010 Desa Tiga Penduduknya berjumlah 6.735 jiwa, yang terdiri dari 3.437 penduduk laki-laki, dan 3.298 penduduk perempuan dengan jumlah kepala keluarga sebanyak 1.787 KK. Jumlah tersebut diatas terbagi dalam kategori kel;uarga pra sejahtera: 28 (1,57 %), Keluarga sejahtera I: 201 (11,25%), Keluarga sejahtera II: 50 (2,80%), Keluarga sejahtera III: 1.501 (84,00%), Keluarga sejahtera III plus: 7 (0,40%) dari 28 keluarga Sejahtera 6 keluarga diantaranya sedang dalam dampingan program pemerintah yaitu Nyama Anyar. Untuk PUS dan peserta KB berdasarkan data 2011 terdapat1.angan usia subur, dimana 1.206 PUS diantaranya (90,07%) telah menjadi peserta KB dari 1.206 akseptor KB aktif, sebanyak 24 akseptor (1.99%) adalah poeserta KB Vasektomi. Keberadaan kelompok Tri Bina da UPPKS, di Desa Tiga telah terbentuk BKB: 9 kelompok, BKR: 1 kelompok, BKL: 2 Kkelompok, UPPKS: 10 kelompok, termasuk kelompok pria. I Kadek Budiartawan juga menjelaskan bahwa kelompok BKB terus di tingkatkan pembinaanya dalam keterampilan maupun orientasi di tingkat Desa. Untuk dana pembinaan telah dianggarkan sebesar 8 juta untuk tahun 2011 Dari ADD dan akan ditingkatkan terus untuk tahun berikutnya. Selain media interaksi A-Pe_E standard dari bantuan pemerintah, kelompok kami juga telah mengembangkan barong-barongan, dimana Barong-banronmgan ini sudah dijadikan cirri khas Kabupaten Bangli. Dalam Barong-barongan ini disamping dapat merangsang 7 aspek perkembangan anak terdapat juga nilai hakiki yang terkandung didalamnya yaitu “pelestarian nilai seni dan Budaya Bangsa, nilai persatuan dan kebersamaan.” Tegas perbekel Tiga I Kadek Budiartawan.
Dalam sambutan bupati Bangli yang dibacakan oleh Sekda Kab. Bangli drh. I Wayan Sutapa,MSi menyampaikan bahwa Bupati Bangli memberikan Aspirasi positif terhadap kegiatan penilaian ini, karena dengan adanya penilaian ini kita dapat mengetahui keberhasilan yang telah dicapai dengan pengembangan program kedepan mencapai keluarga berkualitas, sehat dan sejahtera. Sasaran BKB dan KB lestari adalah keluarga maka keluarga harus diberdayakan dna ditingkatkan kualitasnya mulai dari bayi dan balita, pasangan usia subur dan keluarga secara keseluruhan. Kegiatan bermain dalam BKB merupakan kegiatan terindah pada usia balita, karena pada usia tersebut anak-anak dapat melakukan eksplorasi dan pembelajaran awal pada dunianya. Karena dengan bermain anak dapat mengembangkan asfek fisik, efektif dan fsikomotorik. Ketiga aspek tersebut jika diuraikan dapat menjadi 7 aspek pengembangan balita meliputi gerakan kasar, gerakan halus, komunikasi aktif, komunikasi pasif, kecerdasan, bergaul dan menolong diri sendiri. Selain sebagai evaluasi terhadap apa yang telah dicapai hendaknya momentum ini juga dijadikan wahana membangun bersama khususnya orang tua balita, tentang betapa pentingnya mengajak bermain anak-anak di kelompok BKB, baik dengan alat permainan edukatif (APE) alat permainan swadaya yang dibuat orang tua bersama anak-anak baik dengan nyanyian ataupun dongeng. Proses bermain antara orang tua dengan anak adalah proses pembelajaran yaitu belajar mengetahui, mengerjakan, bergaul serta belajar untuk “menjadi”. Tegas Bupati Banghli. Masa balita merupakan periode emas dalam siklus kehidupan anak yang ditandai dengan kecepatan pertumbuhan dan kecerdasan anak para ahli menyebutnya dengan” Golden Age Periode” maka pengelolaan BKB sebagai salah satu pengasuhan dan pembinan tumbuh kembang anak harus terus ditingkatkan. Lomba KB adalah lomba yang yang sejalan dengan visi pemerintah lewat BKKBN, yaitu pertumbuhan penduduk yang seimbang dengan dua anak lebih baik diharapkan pada pasangan usia subur hendaknya menggunakan alat kontrasepsi jangka panjang sehingga lebih memberi kesempatan membina anak lebih lebar sehingga diharapkan dapat membentuk karakter anak yang suputra. Bupati Bangli juga menyampaikan lomba Media tradisional sangatlah penting dalam membentuk dasar atau sebagai wahana dalam penyampaian pesan lebih cepat karena dengan media tradisional masyarakat Bali umumnya mudah memahami selain itu dapat juga membangun kearifan local dalam upaya membendung budaya pop yang sangat deras. Bupati Bangli mengharapkan kepada tim penilai dapat memberi penilaian lebih objektif dan memberi masukan untuk pengembangan dimasa yang akan datang.
Dalam sambutan ketua tim penilai dari Provinsi yang dibacakan oleh Plt Kabid PKS dan PK Provinsi Bali I Gst A. Widia Darma,SH menyampaikan selamat kepada Desa Tiga karena sudah menjadi Duta Kab. Bangli dalam lomba kali ini. Pada hakekatnya pemerintah adalah pelayan masyarakat sudah sepantasnya sebagai abdi masyarakat dapat memberi pelayanan yang maksimal terhadap masyarakat guna terwujudnya kemajuan dan kesejahteraan yang dalam hal ini melalui program KB hal tersebut tidak akan bisa tercapai apabila tanpa dukungan dan kerjasama masyarakat terutama para kader dilini depan. Kelompok Bina Keluarga Balita (BKB) adalah kelompok kegiatan sebagai wahana pengembangan dan meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan keluarga sehiungga dapat membina tumbuh kembang balita sejak dini. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan hari ini adalah untuk melaksanakan tiga penilaian dan pembinaan terhadap layanan yang sudahj dilaksanakan oleh kader dan masyarakat yaitu BKB, Penilaian media tradisional dan KB lestari. Yang semuanya diharapkan secara teknis dalam manajemen operasional sesuai dengan standard operasional dan prosedur (SOP) atau pedoman dan Juknis yang ada Baik BKB, Media Tradisional dan KB lestari. Disampaikan juga pemenang pada lomba kali ini akan maju ke tingkap nasional yang akan mewakili Provinsi Bali. Harapan tim penilai agar wakil Bali juga dapat berbicara di tingkat nasional. Dalam kesempatan itu juga disampaikan bahwa kegiatan penilaian ini bukanlah bertujuan menjadi pemenang semata akan tetapi lebih bagaimana kita mampu memberikan layanan kepada masyarakat dan keluarga secara berkesinambungan dan berkelanjutan dalam program KB dan keluarga sejahtera apakah sudah sesuai dengan pedoman sehingga mampu memberikan kontribusi positif untuk mewujudkan keluarga kecil bahagia dan sejahtera. (Humas Bangli)
Beranda /
Berita
Pusat Informasi & Berita
Ikuti perkembangan program kerja terbaru.
Pariwisata
•
Penilaian Kelompok Bina Keluarga Balita (BKB), KB Lestarikan Dan Media Tradisional Tingkat Provinsi Di Br. Buungan, Desa Tiga Kecamatan Susut (Selasa, 24 Mei 2011)
K
Admin Bangli
25 May 2011
•
1,765 Dilihat