Pelatihan Perbekel, BPD, LPM se- kecamatan Kintamani
Beranda / Berita

Pusat Informasi & Berita

Ikuti perkembangan program kerja terbaru.

Pariwisata

Pelatihan Perbekel, BPD, LPM se- kecamatan Kintamani

K
Admin Bangli
26 October 2011
551 Dilihat
Pelatihan Perbekel, BPD, LPM se- kecamatan Kintamani

 

Bupati bangli I Made Gianyar, SH.,M.Hum., membuka Pelatihan perbekel, BPD dan LPM se-kecamatan Kintamani yang diikuti sebanyak 144 orang peserta pagi tadi bertempat di Musium Gunung Api Batur dengan materi Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat PNPM Mandiri Perdesaan.

 

Ketua panitia wayan kangen melaporkan, pelatihan perbekel, BPD dan LPM ini diikuti oleh 144 orang peserta yang terdiri dari 48 desa sekecamatan Kintamani yang terdiri dari unsur perbekel, BPD dan LPM. Mengingat banyaknya peserta pelatihan ini maka pelatihan dibagi menjadi 2 cluster, masing-masing cluster berjumlah 72 peserta dari 24 desa. Narasumber yang dihadirkan dalam pelatihan ini diantaranya, jero gede alitan, wakil ketua DPRD Bangli, kepala BPMPD Kabupaten Bnagli, ketua LPM Propinsi Bali dan kepala Bappeda Kabupaten Bangli.

 

Pelaksanaan PNPM Mandiri Perdesaan apabila ditinjau dari konteks peningkatan kapasitas merupakan proses pembelajaran masyarakat khususnya bagi masyarakat miskin di perdesaan yang dijadikan sasaran program. Proses pembelajaran dilakukan dalam berbagai metode, salah satunya adalah melalui pelatihan, upaya Pemerintah dalam meningkatkan kapasitas masyarakat melalui pelatihan masyarakat pada hakekatnya mengusung nilai-nilai yang terkandung dalam PNPM Mandiri perdesaan. Nilai-nilai tersebut seperti gotong royong, keberpihakan pada orang miskin, transparansi, pada hakekatnya telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

 

Bupati Bangli I Made Gianyar, SH.,M.Hum., dalam sambutannya mengatakan, komitmen perbekel, BPD dan LPM terkait dengan integrasi program juga sudah jelas yakni pengintegrasian dan pensinergian program yang ada di Desa melalui satu rujukan yaitu dengan merujuk kepada RPJM desa, yang diturunkan setiap tahunnya menjadi RKP desa melalui musrenbangdes terintegrasi. Harapan kepada perbekel, BPD dan LPM adalah agar terjaminnya kelancaran pelaksanaan kegiatan pembangunan partisipatif yang ada. Komitmen yang tidak kalah pentingnya yaitu membawa pembangunan Kabupaten Bangli berpihak pada rakyat, salah satu langkah awal adalah mengintegrasikan system perencanaan reguler dengan system perencanaan PNPM-MP yang sudah dimulai dari tahun 2010. Pihaknya mengajak kepada semua peserta agar pelatihan ini sebagai jalan untuk mencari solusi terbaik terhadap pembangunan partisipatif yaitu pembangunan yang berpihak pada rakyat untuk menuju masyarakat yang sejahtera dan Pemerintah yang baik. Melalui proses ini kesadaran, kekritisan dan kemandirian masyarakat terutama masyarakat miskin, dapat ditumbuhkembangkan sehingga mereka tidak saja sebagai obyek semata, melainkan sebagai subyek dalam upaya penanggulangan kemiskinan.(Humas Bangli)

Bagikan Berita Ini: