Bangli Dinilai TIM Evaluasi GSI-B Tingkat Provinsi Bali
Beranda / Berita

Pusat Informasi & Berita

Ikuti perkembangan program kerja terbaru.

Pariwisata

Bangli Dinilai TIM Evaluasi GSI-B Tingkat Provinsi Bali

K
Admin Bangli
08 June 2012
586 Dilihat
Bangli Dinilai TIM Evaluasi GSI-B Tingkat Provinsi Bali

     Tim penilai Gerakan Sayang Ibu dan Bayi (GSI-B) dan Pengelola Bina Keluarga Balita (BKB) Provinsi Bali, yang diketuai dr. Gusti Lanang Wisnu Murti, Kamis (7/6) melaksanakan penilaian di Kabupaten Bangli, tampil sebagai duta Kabupaten Bangli dalam penilaian ini adalah Kecamatan Kintamani. Acara yang dipusatkan di ruang pertemuan Kantor Camat Kintamani dihadiri oleh Bupati Bangli I Made Gianyar, SH.,M.Hum, Kepala BPPKB Kab Bangli Ir. Ketut Kayana, Plt. Camat Kintamani Gobang Edi Sucipto,  Pimpinan SKPD terkait, Ketua TP PKK Kabupaten Bangli Ny. Erik Gianyar, Ketua Gabungan Organisasi Wanita Kabupaten Bangli Ny Sariasih Sedana Arta, Gatriwara Kabupaten Bangli dan TP PKK Kecamatan Kintamani.


      Ketua tim penilai Lanang Wisnu Murti yang juga Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Diskes Prov Bali mengatakan, rendahnya kesehatan perempuan yang disebabkan oleh masih rendahnya kualitas hidup, baik dalam bidang kesehatan, pendidikan dan kemampuan ekonomi, mengakibatkan tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) oleh karena kehamilan, melahirkan dan nifas. Disisi lain, pembangunan sumber daya manusia sudah harus dimulai sejak janin masih didalam kandungan, karena proses pertumbuhan dan perkembangan manusia sudah berlangsung. Pembinaan kualitas anak balita merupakan upaya mendasar bagi pembangunan SDM masa depan, dimana perioda balita adalah masa yang paling kritis dalam membentuk kualitas SDM. Karena dimasa lima tahun pertama kehidupan merupakan masa yang sangat pendek dan cepat, dimana pertumbuhan sel otak anak mencapai 75 % serta tidak dapat diulang lagi, masa ini sering disebut masa keemasan (golden perioda), jendela kesempatan (window opportunity) atau masa kritis (critical perioda).”Dimasa inilah pertumbuhan dan perkembangan anak harus betul-betul diperhatikan”ucapnya.


      Dikatakan juga, di Bali Gerakan Sayang Ibu dan Bayi tidak pernah mengalami kemunduran, dimana setiap tahun secara bergiliran kecamatan di Bali yang jumlah keseluruhanya sebanyak 57 wilayah terus dilakukan evaluasi pelaksanaan GSI-B. dan hasilnya di tahun 2012 AKI di Bali mencapai target yakni dibawah 100 per 100.000 kelahiran hidup. “Kita berharap melalui evaluasi GSI-B, angka kematian ibu dan bayi bisa terus ditekan”ungkapnya.
Sementara itu Bupati Bangli Made Gianyar mengatakan, sangat memberikan apresiasi yang positif terhadap kegiatan ini, karena dengan dilakukan penilaian atau evaluasi, maka akan diketahui tingkat keberhasilan yang telah dicapai dan permasalahan-permasalahan yang ada perlu dicarikan jalan keluar serta pengembangan program guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan yakni mewujudkan keluarga berkualitas, sehat dan sejahtera.(Humas Bangli)

Bagikan Berita Ini: