Untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan orang tua kaitannya dengan pendidikan karakter, sikap, kejujuran, sopan santun, kemandirian dan kerja keras, Tim Penggerak PKK Kabupaten Bangli, Senin (25/6) menggelar Pelatihan Pendidikan Kecakapan Keorangtuaan Bagi Tim Penggerak PKK Desa/Kelurahan di Kabupaten Bangli. Acara yang dipusatkan di ruang pertemuan Dinas Pertanian, Perkebunan dan Perhutanan (P3) Kabupaten Bangli, dibuka oleh Ketua TP PKK Kabupaten Bangli Ny. Erik Gianyar.
Ketua TP PKK Kabupaten Bangli Ny. Erik Gianyar mengatakan, Pendidikan Kecakapan Keorangtuaan yang diselenggarakan sekarang ini, merupakan tindak lanjut dari Pembukaan pelatihan serupa di tingkat Provinsi Bali yang sudah dilaksanakan pada 19 Juni 2012 lalu di Denpasar. Kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas pemangku kepentingan pendidikan masyarakat yang berkaitan dengan kecakapan keorangtuaan serta pendidikan karakter dalam keluarga, mencegah resiko kematian ibu dan bayi, mencegah penelantaran dan kekerasan terhadap anak, serta memberikan perlindungan terhadap anak marjinal, terlantar dan bermasalah hukum.
Peserta Pendidikan Kecakapan Keorangtuaan adalah pemangku kepentingan pendidikan masyarakat berjumlah 20 orang, yang tergabung dalam Tim Penggerak PKK Kecamatan dan Desa/Kelurahan di Kabupaten Bangli. Kegiatan ini akan berlangsung selama dua hari, yaitu tanggal 25 s/d 26 Juni 2012, dengan materi yang disajikan diantarannya, Pendidikan Etika, Moral dan Budi Pekerti oleh Kemenag Bangli Dewa Nida Udyana, Pencegahan KDRT dan Perlindungan Anak oleh Kepala BPPKB Kab. Bangli Ir. Ketut Kayana, Detiksi Dini Kanker Cervix oleh Kadis Kesehatan Kab. Bangli dr. Dewa Made Siangan, Pemberdayaan Masyarakat Desa oleh Kepala BPMPD Kab. Bangli I Nyoman Pudja, Pelatihan Tata Rias dan Membuat Sanggul oleh A.A. Ayu Ardani.
Dikatakan juga, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan wawasan pengetahuan yang kaitannya dengan pendidikan karakter yakni sikap, kejujuran, sopan santun, kemandirian dan kerjakeras, meningkatkan wawasan dan pengetahuan para peserta tentang perlindungan kesehatan ibu dan anak, memotivasi para pemangku kepentingan dalam menjalin kerjasama dan melakukan kaderisasi, pendidikan kecakapan keorangtuaan dan pendampingan lembaga.
“Kita berharap peserta pelatihan memanfaatkan kesempatan ini dengan baik, sehingga hasil yang didapat bisa ditindaklanjuti untuk peningkatan wawasan masyarakat dan pembangunan di tingkat desa”ugkapnya.