Untuk menyatukan tekad dalam penanggulangan dan pemberantasan Tuberkolosis (TBC, Perkumpulan Pemberantasan Tuberkolosis Indonesia (PPTI) se Bali, Rabu (27/6) melaksanakan rapat koordinasi VII PPTI wilayah dan cabang se Bali. Acara yang digelar di gedung BMB kantor Bupati Bangli, di Buka oleh Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta. Acara ini dihadiri oleh Kadis Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya, Ketua Wilayah PPTI Bali Gusti Bagus Puspanegara, SH, Pengurus PPTI cabang se Bali dan Pimmpinan Puskesmas se Kabupaten Bangli.
Ketua PPTI Wilayah Bali Gusti Bagus Puspanegara mengatakan, Rakor VII PPTI ini merupakan tindak lanjut dari Rakor VI PPTI yang sudah dilaksanakan pada 13 maret 2012 lalu di Denpasar, selain juga untuk mengetahui perkembangan kebijakan dalam program PPTI sekaligus mengevaluasi kegiatan yang dilaksanakan PPTI cabang maupun wilayah, serta menginventarisasi permasalahan yang dihadapi untuk dilakukan pemecahan masalah bersama.
Dikatakan juga, berdasarkan survey tahun 2004, angka insidensi penyakit TBC untuk Provinsi Bali adalah 64 orang per 100.000 penduduk. Sehingga Provinsi Bali dengan jumlah penduduk 3.470.264 orang diperkirakan pada tahun 2011 ada penderita TBC 2.221 orang. Namun kenyataannya di tahun 2011 ditemukan 1.551 orang atau (69,8%). Sehingga dari analisa tersebut masih banyak penderita yang belum ditemukan. Untuk itu PPTI Wilayah Bali telah melatih 891 orang kader dan membentuk tenaga lapangan dimasing-masing PPTI wilayah. “Dengan harapan mampu meningkatkan pengawasan terhadap penanggulangan pemberantasan Tuberkolosis”ungapnya.
Sementara itu Wabup Bangli Sedana Artha mengatakan, sangat menyambut positif dan mendukung sepenuhnya rapat koordinasi PPTI wilayah dan cabang se-Bali, guna merumuskan program kerja yang dipakai pedoman dalam pelaksanaan program kegiatan. “kita berharap kegiatan ini memberikan manfaat bagi masyarakat khususnya penderita tuberkolosis di Kabupaten Bangli”Pungkasnya.