Tim advisory mission unesco untuk geopark kaldera batur Prof. Dr. M. Safeea Leman, Selasa (17/7) melaksanakan penilaian pertamanya di kawasan kaldera batur. Penilaian ini merupakan tahap akhir dari layak tidaknya kawasan geopark kaldera batur masuk ke dalam global geopark network di bawah bendera Unesco.
Kabag Humas Pemkab Bangli Made Mahindra Putra mengatakan, mengawali penilaiannya, tim advisory mission unesco Prof. Dr. M. Safeea Leman didampingi Bupati Bangli I Made Gianyar dan Kadis Pariwisata Kab Bangli Gobang Edy Sucipto mengunjugi geosite Lava Tunnel Toya Bungkah, selanjutnya menuju geosite Puraknye Hull, Lava Tumuli Panelokan Point of View, Batur Like danTrunyan Village. Setelah melaksanakan penilaian dilapangan tim advisory mission unesco mengunjungi Geopark Office di Museum Gunung Api Batur. Disini tim advisory mission unesco mendapat penjelasan tentang sejarah dan potret Sejarah Letusan Gunung Batur, Geosite, Geofeature, dan Geoevident dalam Geopark Kaldera Batur, Wisata non Geologi (Budaya dan Biologi) dan Kegiatan Pendidikan, Penelitian, dan Pengembangan geopark batur oleh I Ketut Suharta ahli geologi dari tim pengelola geopark kaldera batur.
Dijelaskan juga, penilaian tim advisory mission unesco untuk geopark batur akan berlangsung dari tanggal 17 s/d 20 Juli 2012. Penilaian ini dirasa sangat penting, mengingat saat penilaian ini nasib geopark kaldera batur ditentukan layak atau tidak masuk ke dalam global geopark network (GGN) di bawah bendera Unesco. “Jika ini berjalan dengan baik, maka dipastikan geopark kaldera batur segera diumumkan masuk global geopark network pertengahan September 2012 mendatang di Portugal, ucapnya.