Dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia dalam bidang Pengembangan dan Pengelolaan Desa wisata senin (6/8) kemarin di Hotel Segara Desa Kedisan diselenggarakan pembekalan bagi kelompok desa sadar wisata yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (KEMENPAREKRAF) Badan Pengembangan Sumber Daya. Dalam kegiatan tersebut dihadiri oleh kurang lebih empat puluh peserta yang terdiri dari empat Desa sadar wisata antara lain Penglipuran, Terunyan, Bayung Gede dan Kedisan. Turut hadir juga Asisten I, dinas terkait dengan nara sumber dari STP Nusa Dua Ida Bagus Gede Widana.
Ketua panitia penyelenggara Muhamad Ricky Fauziyani dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah salah satu upaya dalam meningkatkan pengetahuan bagi para pelaku pengelolaan desa wisata. Bagaimana memahami serta menggali potensi yang ada dalam desa yang menjadi kawasan wisata tersebut, dari beberapa poin materi yaitu bagaimana dapat mengelola Desa wisata dengan lebih professional berikutnya bagaimana penyajian menu makanan dan bagaimana menyusun anggaran dalam Desa Wisata.
Sedangkan Kepala Pusat Pengembangan SDM, Badan Pengembangan SDM Kementerian Pariwisata & Ekonomi kreatif RI Bpk Hamdan Rivai menyampaikan salah satu tujuan dari pengembangan pariwisata berbasis desa adalah untuk lebih meningkatkan kunjungan wisatwan ke Indonesia. Pengembangan Desa Wisata akan dapat memberikan dampak pemerataan pembangunan dan perekonomian hingga tingkat desa. Ditambahkan lagi dengan melibatkan masyarakat dalam pengembangan pariwisata artinya secara tidak langsung masyarakat dan kebudayaan yang dimiliki bukan hanya menjadi obyek pariwisata akan tetapi juga dapat menjadi pelaku pariwisata.
Masyarakat adalah penggerak utama dan menjadi penentu dalam kegiatan kepariwisataan, karena pada hakekatnya dalam lingkungan masyarakat terkandung nilai-nilai luhur dan tradisi yang menjadi harta yang tak ternilai harganya yaitu Gotong Royong, Ramah, Alam Lingkungan yang semua itu merupakan modal dan asset pariwisata yang terintegrasi antara atraksi, akomodasi dan fasilitas dalam suatu struktur kehidupan masyarakat sesuai dengan tradisi yang berlaku.
Bertitik tolak dari hal tersebut maka Hamdan Rivai memandang kegiatan ini sangat penting untuk dilakukan sehingga dapat meningkatkan profesionalisme SDM Pengelolaan Desa Wisata. “Pengembangan Desa Wisata ini adalah paradigma baru Pariwisata, yaitu Pariwisata milik rakyat, Oleh rakyat dan Untuk rakyat” Ujarnya.
Bupati Bangli I Made Gianyar,SH.,M.Hum dalam sabutannya yang sekaligus membuka acara pembekalan Pengelolaan Kepariwisataan desa mengatakan bahwa kegiatan ini adalah kegiatan yang sangat positif yang pertama kalinya dilakukan dan dipasilitasi oleh (KEMENPAREKRAF), Kita patut bersyukur karena kita sudah diberi kesempatan untuk dapat menambah pengetahuan tentang bagaimana Pengelolaan Pariwisata Desa. Setiap Desa mempunyai karakter dan kelebihan masing-masing yang menjadi daya tarik tersendiri, hal-hal yang bisa diadopsi dan diterapkan di setiap desa salah satunya adalah Budaya Kebersihan dan Senyum sapa. Bupati Bangli juga mengakui memang kelemahan kita adalah SDM sehingga Bupati Bangli sangat konsen dengan hal tersebut. Salah satu upaya yang sudah dilakukan adalah dengan mengajak para pelaku wisata studi banding ke tempat wisata lainnya yaitu Bedugul dan Tanah Lot dengan harapan bagaimana kepariwisataan dapat tumbuh dari diri masing masing pelaku pariwisata dalam hal ini masyarakat. Harapan bupati Bangli agar masyarak dari perwakilan kelompok sadar wisata empat desa yang terpilih dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik “satu kunci kesuksesan dari Pariwisata Desa adalah dengan menerapkan Sapta Pesona” Imbuhnya.
Beranda /
Berita
Pusat Informasi & Berita
Ikuti perkembangan program kerja terbaru.
Pariwisata
•
Pembekalan Kepariwisataan Bagi Pengelola Desa Wisata Dari Kementrian Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif (KEMENPAREKRAF) Badan Pengembangan Sumber Daya
K
Admin Bangli
07 August 2012
•
646 Dilihat