Dalam pembersihan atau upacara terakhir kepada orang tua atau keluarga yang sudah meninggal dengan istilah sang pitara, maka pada minggu (12/8) kemarin Desa Pakraman Kedisan menyelenggarakan Upacara Ngaben Masal atau Pitra yadnya untuk sang Pitara atau keluarga yang sudah meninggal.
Dalam upacara yadnya yang jatuhnya tiga tahun sekali ini, masyarakat Pakraman Kedisan membentuk sebuah panitia yang akan mengatur baik dari tata kelola proses dari awal sampai akhir upacara tersebut yang dibantu oleh seluruh masyarakat pakraman Desa Kedisan dengan susunan Penanggung Jawab Perbekel Desa Kedisan, Ketua Jro Dangka Sedeng dan Sekretaris I Wayan Tedan ditambah Seksi-seksi.
Perbekel Desa Pakraman Kedisan I Nyoman Gamayana mengatakan upacara Pitra yadnya atau ngaben masal yang diselenggarakan Desa Kedisan berbeda dengan Desa-desa yang lainya dimana kebiasaan masyarakat kam I tidak melakukan pembakaran mayat atau juga ngagah seperti pada umumnya atau diistilahkan “Bia tenem” yang dalam perwujudan dari sawa menggunakan simbolis dari perawakan atau kayu Cenana yang di rancang sedemikian rupa menyerupai perwujudan manusia. Urutan dari prosesi upacara yadnya ini diawali dengan Mategteg pada tanggal 31 juli yang lalu berikutnya dilanjutkan dengan ngerancang wadah, Nagingin Tukon dan nanding pajang ilang, terus mayasin adegan, mlaspas eteh-eteh, nunas tirta kawitan ,tirta kayangan tiga. Berikutnya dilanjutkan dengan Makbak Setra Nundunang, Numbas Boreh dan mersihin. Pada Saniscara Pahing dilaksanakan Manah Toya, Baris Prisi Naepana/Nganteb wayang sampai puncaknya Pengutangan Mecaru dan Nyeb-nyepuh. Sebagai rentetan akhir adalah peroras dimulai nunas Beras Pulangan, nunas waringin ngatur piuning ring soang-soang mendak nuntun dan ngelinggihan.
Perbekel Desa pakraman Kedisan menambahkan bahwa dalam penyelenggaraan Upacara Pitra yadnya kali ini dari segi pembiayaan berasal dari iuran semua warga yang berjumlah 565 KK masing-masing sebesar Rp. 300.000,- baik yang punya sawa ataupun tidak, hanya yang membedakan adalah dari peson-peson seperti kayu bakar dan perlengkapan lainnya. Untuk sawanya sebanyak 47 sawa.
I Nyoman Gamayana mengharap dengan adanya Ngaben masal ini semua masyarakat dapat terkurangi bebannya karena segala sesuatu sudah dilaksanakan secara bersama-sama oleh masyarakat setempat. “yang namanya ngaben masal ya semua harus dikerjakan secara masal atau bersama-sama dengan melibatkan desa Pakraman” tegasnya