Sebanyak 64 orang pejabat di Bangli, Senin (3/9) kemarin, dilantik oleh Bupati Bangli Made Gianyar, S.H., M.Hum. Upacara pelantikan yang disaksikan seluruh pejabat serta Muspida Kabupaten Bangli itu dilaksanakan di SDN 2 Songan, Dusun Kayu Selem Kintamani. Dari jumlah itu, sebanyak 36 orang pejabat berstatus promosi. Dari 36 orang yang promosi jabatan, 12 orang berstatus PJ (pelaksana jabatan).
Bupati Bangli Made Gianyar mengatakan, pelantikan pejabat yang mengambil lokasi di desa merupakan pertama kali dilaksanakan, sehingga tidak seperti biasanya. Landasan agamanya adalah ketika Sang Rama melantik Wibisana bukan di tempat megah, melainkan pada tempat sederhana. Sedangkan dari dimensi hukum, Desa Songan merupakan yuridiksi Kabupaten Bangli.
Sadar atau tidak, ada pegawai mengetahui dirinya sakit. Namun tidak tahu cara untuk mengobati. Sehingga oleh pengamat maupun masyarakat berpikiran ada patologi birokrasi. Di mana penyakit birokrasi selama ini dinilai malas. Pukul 07.00 wita datang ke kantor, akibat tanpa pekerjaan. Sehabis main catur dan baca koran, langsung pulang. Padahal, banyak pekerjaan kalau memang mau bekerja yang ada di kantor.
Penyakit birokrasi kedua, di mana-mana di Republik Indonesia, birokrasi itu dikatakan korupsi. Belum lama ini, Pemkab Bangli telah menandatangani fakta integritas zona bebas korupsi. Untuk itu, pejabat dan pegawai agar selalu melakukan hal-hal yang positif dan harus dilakukan. ''Pelantikan di balik bukit, sebagai implementasi pembangunan kita. Membangun Bali dari Bangli, membangun Bangli dari desa. Setiap ada jabatan lowong dan acara turun ke desa, pihaknya akan langsung melakukan pelantikan,'' ujarnya.
Sumber : Balipost