Pasar terbesar di Bali, Pasar Kidul, Selasa (11/9) kemarin terbakar. Api yang mengamuk selama empat jam itu mengahanguskan hampir seluruh los dan bangunan di pasar yang dibangun era Bupati Ladip tahun 1990. Akibatnya, ratusan pedagang yang ''menghuni'' pasar tersebut histeris. Mereka menangis ketika barang dagangannya tak bisa diselamatkan. Bahkan sejumlah pedagang tetap ''mengais'' di puing-puing kebakaran untuk mencari barang yang masih bisa dipakai.
Api mulai diketahui sekitar pukul 13.00 wita dan baru bisa dipadamkan pukul 19.00 dengan melibatkan belasan mobil pemadam kebakaran dari Bangli, Klungkung, Karangasem, Gianyar, Denpasar dan Badung.
Informasi di TKP menyebutkan, api pertama kali berkobar di kios bagian timur pasar yang saat itu sudah mulai lengang. Sementara barang dagangan yang ada di los tersebut sebagian besar mudah terbakar seperti kertas, berbabai peralatan dari plastik, minyak dan gas.
Kondisi itu diperparah dengan embusan angin kencang dari arah selatan, sehingga dalam sekejap api merembet ke bagian lain dan meluluhlantakkan los pasar bagian dalam. Demikian pula api merembet ke los lantai dua yang selama ini menampung 103 pedagang pakaian, serta ratusan pedagang di lantai satu.
Api juga menyasar lantai dua bangunan stimulus di utara pasar yang baru rampung sekitar dua tahun lalu. Sementara 17 ruko di bagian utara dan lima ruko di bagian barat pasar juga tidak luput dari amukan si jago merah.
Bupati Bangli Made Gianyar, S.H., M.Hum. mengharapkan agar para pedagang tetap tabah. ''Kami akan segera melakukan rapat koordinasi dengan instansi teknis. Langkah lanjutan pascakejadian ini segera akan kita rumuskan,'' ujarnya.
Pascakejadian ini, Pemkab Bangli segera melakukan relokasi bagi pedagang melalui penyediaan tenda darurat. Lokasinya akan memanfaatkan terminal maupun sekitar pasar.
Sumber : Balipost