Dalam rangka melanjutkan program pendampingan Desa dari program Udayana Community Development program (UCDP) maka Kamis (13/9) kemarin di Desa Pengotan Kabupaten Bangli di laksanakan Gebyar yang di gawangi oleh universitas Udayana di pimpin oleh rector Udayana Prof Dr. dr I Made Bakta,SpPD (KHom). Dalam kesempatan itu dihadiri oleh Bupati Bangli I Made Gianyar,SH.,M.Hum, Tim Ahli Bupati yang sekaligus sebagai Manager pelaksana Prof. Dr dr. A. A Muninjaya, Perwakilan Kodim 1626, Pimpinan SKPD Bendesa Adat Desa Pegotan dan undangan lainya.
Ketua panitia I Wayan Arsana selaku Kepala Desa Pengotan dalam laporannya sebagai desa dampingan menyampaikan bahwa program UCDP telah banyak melaksanakan kegiatan diantaranya pembinaan terhadap masyarakat tentang program UCDC. Berikutnya melaksanakan kegiatan CSR Bank Mandiri dalam bentuk penggemukan sapi dengan sasaran RTM. Pencanangan Desa Pengotan sebagai Desa penghasil pisang, memberikan bimbingan teknis tentang pengembangan bambu, pelatihan kewirausahaan termasuk pengembangan ekowisata Herbal dan Labnya.
Di lanjutkan lagi untuk tahu 2011 telah di berikan bantuan perbaikan rumah adat bagi para sulinggih sebanyak empat buah dan tahun 2012 ini kembali diberikan bantuan bedah rumah adat kepada dua orang yaitu Jro Mangku Kawan dan Jro Mangku Nyarik Glagah. Disamping itu Program UCDP juga memberikan santunan kepada anak-anak RTM SD, SMP GNOTA sebanyak 141 orang yang diserahkan secara simbolis kepada perwakilan Ni Putu Cinta dan Ni Nyoman Sukri. Kegiatan lainnya adalah menyelenggarakan pelatihan kader-kader kesehatan reproduksi.
Manajer pelaksana Prof Dr. dr. A.A Muninjaya yang juga selaku Kelompok Ahli bupati dalam sambutanya menyampaiakn bahwa UCDP berkomitmen untuk terus mengembangkan potensi yang ada di desa Pengotan salah satunya adalah dengan pengembangan Ekowisata Herbal dan pendidikan. Pelayanan kesehatan dasar dapat kiata lakukan dari lingkungan sekitar dan Desa Pengotan telah menjadi pilot projek untuk program ini sesuai dengan komitmen Bupati Bangli yaitu menjadikan setiap jengkal tanah yang kosong ditanami tanaman obat. Lebih lanjut dikatakan pengentasan kemiskinan pintu utamanya adalah pendidikan, sehingga diharapkan kepada orang tua masyarakat pengotan dapat mendorong anak-anaknya untuk terus mengenyam pendidikan setinggi tingginya. Selain itu kegiatan UCDP melibatkan desa adat sehingga dukungan desa adat dapat membuat program ini tetap bermartabat dengan naungan Awig-awignya. “dengan UCDP mari kita rubah Min Set yang kurang baik untuk kemajuan kita bersama” Ungkapnya..
Sedangkan rector Udayana Prof Dr. dr. I Made Bakta, SpPD (KHom) menyampaikan rasa bahagia karena program UCDP mendapat dukungan dari Pemerintah Kab Bangli terutamanya Desa Pengotan. Salah satu Piilar pembanngunan yaitu pendidikan seperti yang di canangkan Bupati Bangli harus terus kita genjot, utamanya anak-anak. Untuk anak yang lulus SMA agar dapat memanfaatkan program yang ada di Uiversitas Udayana yaitu program pendidikan bagi anak kurang mampu dengan biaya gratis sampai sarjana dan selama pendidikan mendapat biaya hidup sebesar 600 ribu rupiah setiap bulannya. Kaitannya dengan Ekowisata Herbal pihaknya sangat mendukung karena hal tersebut adalah salah satu potensi yang dapat dikembangkan di daaerah ini. Dalam kurun waktu kurang dari tiga tahun diharapkan program UCDP mampu memberikan manfaat untuk masyarakat dan mencadi contoh desa dampingan Udayana di Provinsi Bali.
Bupati Bangli I Made Gianyar dalam sambutannya menyampaikan terimakasih telah memilih Desa Pengotan sebagai percontohan. Adanya puskesman Desa Pengotan adalah karena hasil dari UCDP. Persoalan yang ada di desa ini hendaknnya dapat menjadikan semangat bagi kita untuk terus berusaha dan bekerja keras. Pola yang diterapkan adalah “Mengetahui bahwa diri saya tidak tahu sehinnga saya harus banyak mencari tahu”. Sebagai bupati pihaknya akan terus berupaya membantu meskipun dengan memanfaatkan dana anggaran yang sedidkit. Terkait dengan bantuan air bersih bupati bangli akan mengupayakan dari anggaran daerah sehinggga hal tersebut menjadi skala prioritas, akan tetapi hal itu tetap akan menunggu keputusan di DPRD Bangli. “saya yakin kalau ada kebutuhan pasti ada alat untuk memenuhi kebutuhan tersebut” ungkapnya.