Sebagai wujud bakti kepada sesuwunan di pura Pasar Agung Karangasem maka Selasa (06/11) kemarin Pemerintah Kabupaten bangli, dipimpin Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta didampingi Nyonya Sri Asih Sedana Arta dan SKP di lingkungan Pemerintah Kab Bangli melakukan Bakti Penganyar di Pura Pasar Agung. Turut hadir Juga dari Parisada Hindu Darma dan Kementrian Agama Kabupaten Bangli.
Manggala Karya Jro M Gede Umbara mengatakan bahwa Puncak Karya jatuh pada Purnama Kalima tepatnya 29 Oktober, upakara diawali dengan ngaturang pakelem ring Puncak Gunung Agung. Ditambahkan juga setiap pujawali nemoning purnama kalima menggunakan catur muka lantaran kebo satu ekor, yang dipuput oleh tiga sulinggih siwa budha dan sri Empu. Berikutnya dilaksanakan upacara Nyenuk, setelah tiga hari tepatnya tanggal 1 Nopember, dilanjutkan dengan penganyar dari masing masing kabupaten termasuk Kabupaten Bangli. Dijelaskan juga bahwa selama upacara berlangsung Ida Batara nyejer sampai 11 hari. Ditambahkan lagi Pura Pasar Agung diempon oleh 4 Desa adat yaitu Sebudi, Sugra, Bukit Galah, Sebun dan Krama Pemaksan. Sedangkan untuk Pengemongnya adalah Kabupaten Badung.
Kabag Kesra I Ketut Mulai mengatakan bahwa Bakti Penganyar yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Bangli pada hari ini selain merupakan kewajiban, yang lebih penting adalah bagaimana kita bisa meinplentasikan rasa bakti kita kepada ida Batara sesuunan di Pura Pasar Agung ini dengan tujuan untuk memohon keselamatan agar pemerintah Kab Bangli pada khusnya dan umat manusia pada umumnya selalu diberi kemudahan dalam menjalankan tugas dan kewajiban sebagai umat manusia sesuai dengan konsep tri Hita karana yang menjadi tuntunan dalam hidup beragama. Ditanya kaitannya dengan upakara…? “dijelaskan bahwa semua perlengkapan disiapkan dari pihak Pura termasuk mendak sulinggih yaitu Ida Padanda dari Griya Celit yang muput upakara penganyar, mengingat jarak dan lokasi pura yang cukup jauh sehingga dapat memperlancar jalannya proses bakti penganyar” Ungkapnya