Di samping melakukan pendataan terhadap pedagang-pedagang lama yang mencemaskan lapaknya terserobot pedagang baru, Pemkab Bangli juga menyiapkan sejumlah langkah antisipasi bertambahnya pedagang usai renovasi Pasar Kidul. Salah satunya yakni menambah luas Pasar Kidul menjadi lebih dari dua kali lipat dari luas sebelumnya. Dengan begitu, pedagang-pedagang lama tidak lagi perlu mencemaskan akan kehilangan lahannya di Pasar Kidul jika renovasi rampung pada 2014 mendatang.
Hal tersebut ditegaskan Bupati Bangli Made Gianyar saat pelaksanaan sosialisasi rencana pembangunan kembali pasar kidul di hadapan perwakilan pedagang pasar Kidul Bangli di Gedung BMB Kantor Bupati Bangli, Sabtu (5/1). Didampingi sejumlah Tim Perencana Pembangunan Pasar Kidul, Bupati Made Gianyar meminta para pedagang tak perlu mencemaskan kios maupun lapak mereka yang lama akan terserobot pedagang baru. Pasalnya, dengan jumlah pedagang yang terdata di Pasar Kidul, nantinya semua akan tertampung dengan luas areal Pasar Kidul yang akan bertambah hampir dua kali lipat.
“Sebelum kebakaran luas Pasar Kidul hanya 5.100 meter persegi, nanti kami akan siapkan renovasi dan revitalisasinya sampai 13 ribu meter persegi lebih,” terang IB Widiatmika, salah seorang anggota Tim Perencana Pembangunan. Berdasarkan data di Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda), sebelum kebakaran ada sekitar 1.200 pedagang di Pasar Kidul. “Jadi pedagang lama tidak usah takut tidak dapat tempat berjualan, apalagi luas pasar kidul yang nantinya dibangun memiliki daya tanpung yang lebih luas” imbuh Widiatmika, di depan puluhan perwakilan pedagang Pasar Kidul yang dikumpulkan untuk mensosialisasikan rencana revitalisasi Pasar Kidul kemarin.
Dia menegaskan, selain rehabilitasi dan renovasi, pihaknya akan sekaligus menata ulang atau revitalisasi Pasar Kidul menjadi pasar tradisional yang modern. “Jadi ada tiga tahapan yang kami lakukan, yakni rehabilitasi, renovasi, dan revitalisasi Pasar Kidul,” jelasnya. Untuk kios atau los yang rusak dan masih bisa diperbaiki, pihaknya hanya akan melakukan rehabilitasi. “Untuk yang rusak parah, kita akan bangunkan ulang,” lanjut Widiatmika.
Tak heran, untuk mensukseskan rencana tersebut, tim mengaku akan menelan biaya hingga mencapai Rp 20 miliar lebih. Saat ini, dana yang sudah disiapkan baru Rp 10 miliar, yakni Rp 5 miliar dari APBD Induk 2013, dan Rp 5 miliar bantuan dari Kementerian Perdagangan. “Kita tetap mentargetkan semua bisa rampung pada 2014 mendatang, jadi tahun depan kita harapkan pedagang yang saat ini masih ditampung di terminal bisa kembali berjualan di Pasar Kidul,” pungkas Widiatmika.