Workshop Bebantenan Makna Filosofi Banten Pawiwahan
Beranda / Berita

Pusat Informasi & Berita

Ikuti perkembangan program kerja terbaru.

Pariwisata

Workshop Bebantenan Makna Filosofi Banten Pawiwahan

K
Admin Bangli
08 May 2013
982 Dilihat
Workshop Bebantenan Makna Filosofi Banten Pawiwahan
Workshop Bebantenan yang dilaksanakan di Gedung Bukti Mukti Bakti (BMB) Kantor Bupati Bangli. Yang dibuka langsung oleh Wakil Bupati Bangli  Sang Nyoman Sedana Arta.  Dihadiri oleh : Ketua WHDI Prov. Bali Nyonya Bintang Puspayoga,Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta, Ketua Tim Penggerak PKK Kab.Bangli Nyonya Erik Gianyar, Ketua WHDI Kab Bangli Nyonya Sariasih Sedana Arta, Rektor UNHI Denpasar,Ibu – ibu PKK dan Para Serati Banten
Workshop Bebantenan ini bekerjasama dengan : Pemkab Bangli, Tim Penggerak PKK Kab.Bangli, UNHI Denpasar, Pemerhati Perempuan Bali, PT FMS, WHDI Bali dan Koran Bisnis Bali, dengan materi yang diberikan : makna filosofi upacara dan upakara pewawihan, menjadi perempuan Bali yang berkepribadian sesuai adat budaya, solusi mendapatkan modal usaha melalui modal ventura, penyembuhan penyakit medis dan non medis dengan Yoga, Praktek Demo Banten Biyakaon.
Dengan Para Instruktur : pemerhati perempuan Bali Ida ayu Indra Kondi Santosa, SH, M.Kn,Dekan FIA UNHI Denpasar Dr.Ida Ayu Gede Yadnyawati, PT Futurindo Ventura Sejahtera Ady Wijaya, I Kadek Satria, S.AG, Dra. I Gusti Ayu Artatik, M.Si, Drs.Ida Bagus Suatama,M.Si dan Praktisi Yoga Bali Iga Dian Martina.
Dalam sambutannya Ketua WHDI Prov. Bali menyampaikan : sangat memberikan apresiasi yang sangat tinggi atas terselenggaranya Workshop Bebantenan ini, kita akan mengenal dan bisa memaknai dari bebantenan tersebut, yang dilaksanakan dengan tulus iklas  dengan materi yang disampaikan yang jelas singkat dan tepat, ibu – ibu WHDI juga diharapkan nanti dalam terjun dimasyarakat dalam kegiatan di Banjar bisa menjalankan fungsi dan perannya sebagai wanita Bali, baik itu dalam kegiatan budaya adat.
Sementara itu dalam sambutannya Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta menyampaikan ; kita dari  lahir sampai  meninggal dibuatkan banten, namun yang penting dari makna dan nilai filosofi banten tersebut, karena menurut kepecerayaan masyarakat Bali khususnya Agama Hindu manusia sejak lahir hingga meninggal selalu berkaitan dengan banten. “ Jadi Banten mempunyai hubungan yang erat dengan Budaya adat di Bali.
 
Bagikan Berita Ini: