Dalam rangka peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) dan Pengukuhan KOMDA Lansia Kab Bangli maka Kamis (13/6) kemarin di Desa Blandingan dilaksanakan acara pengukuhan yang di resmikan oleh Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta. Dalam kesempatan tersebut dihadiri juga oleh perwkilan Dinas Sosial Provinsi Bali yaitu Ida Bagus Pancima, Kabid Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Prov Bali, Kadis Sosial Kab Bangli, Terus Arsawan, SKPD Terkait dan Undangan serta para lansia di Desa Blandingan.
Perbekel Desa Blandingan I Wayan Waris Menyampaikan terimakasih atas terpilihnya Desa Blandingan sebagai tempat terselenggaranya acara HLUN ini, meski secara georafis desa kami desa yang terisolasi secara tidak langsung sudah menggugah semangat para lansia yang ada di desa Blandingan. Dan kedepan kami berharap dengan adanya acara ini para lansia yang ada di desa kami bisa lebih produktif dan dapat lebih bersemangat dalam menikmati sisa usianya.

Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab Bangli Drs. Nyoman Terus Arsawan melaporkan bahwa saat ini di Kab Bangli keseluruhan terdapat 1899 lansia. Untuk Kec. Kintamani adalah 699, sedangkan untuk Desa Blandingan mendapat Pembinaan dan bantuan berupa sembako sebanyak 55 orang. Ditambahkan lagi tujuan dari kegiatan ini adalah melembaganya nilai-nilai sosial masyarakat u ntuk menghargai keberadaan lanjut usia. Berikutnya meningkatkan kesadaran lanjut usia, keluarga dan masyarakat akan arti pentingnya kehidupan berbangsa dan bernegara serta meningkatkan kesejahteraan lanjut usia. Tema kegiatan ini adalah “Mengubah Paradigma Lanjut Usia Pasif Menjadi Aktif, Sehat dan Produktif”. Pembiayaan yang timbul akibat kegiatan ini dibebankan pada APBD daerah Kab Bangli.
Kabid Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Prov Bali, Ida Bagus Pancima KOMDA Komisi Lanjut Usia maka secara tidak langsung kita sudah menunjukkan kepedulian terhadap kaum lansia, “Komda Lansia adalah sebagai panggung lansia di Kabupaten sekaligus sebagai tempat organisasi lansia” tegas IB Pancima.
Kedepan kita berharap bisa lebih gencar lagi, di setiap desa juga diharapkan dapat terbentuk karang lansia sehingga bisa lebih memberi perhatian pada kaum lansia. “Saat ini usia lansia sudah mencapai usia lewat dari 60 tahun dan kedepan agar bisa mencapai usia 80 tahun” harapnya.
Dalam Sambutan Bupati Bangli yang dalam hal ini dibacakan oleh Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta menyampaikan bahwa kita harus menyayangi, mencintai dan melindungai para lansia karena mereka adalah merupakan “Guru Rupaka” karena merekalah kita ada dan lahir ke dunia ini.
Sejalan dengan hal tersebut pada tanggal 29/6/1996 di Semarang Jawa Tengah presiden republik Indonesia telah mencanangkan sebagai hari LANSIA NASIONAL yang kemudian kita peringati setiap tahunnya. Ditambahkan lagi saat ini harapan hidup penduduk Indonesia sudah meningkat hal ini juga menunjukkan kalau kualitas hidup masyarakat juga semakin meningkat dengan demikin sudah bisa dipastikan populasi para Lansia kita akan meningkat pula. “Untuk mengatasi hal tersebut Pemerintah dengan segenap komponen masyarakat berupaya untuk terus meningkatkan kepedulian melalui berbagai program dan kebijakan sehingga keberadaan para lansia mempunyai makna dan bermakna di tengah-tengah masyarakat” ungkapnya