Penanggulangan dan pencegahan HIV AIDS di lingkungan sekolah dapat di lakukan dengan kegiatan Kelompok Siswa Peduli AIDS dan Narkotika yang sering di singkat (KSPAN) dimana Implementasi dari kegiatan ini dilingkungan sekolah yang dilombakan Jumat (23/8) kemarin SMK 1 Susut mewakili kabupaten Bangli di tingkat Provinsi. Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Bangli Sang Nym Sedana Arta selaku Ketua Pelaksana Komisi Penanggulagan AIDS Kab Bangli, Kabag Kesra Provinsi Bali I Dewa Kariada selaku ketua Tim Penilai beserta rombongan, Komisi 1 DPRD Kab Bangli Bpk. Santika, Kadis Kesehatan, Kadisdikpora dan undangan lainnya.
Kepala sekolah I Nym. Sedana.ST.MPd melaporkan SMK 1 Susut adalah sekolah rintisan SMK kecil yang meluai menerima peserta didik tahun palajaran 2005/2006. Dimana dulunya telah mengalami perpindahan lokasi. Pada akhirnya dapat berdiri tegak diatas lahan yang secara geografis berada di Jln. Putra Yudha, Br Tanggahan Peken, Desa Sulahan Kecamatan Susut Bangli. Disampaikan juga antusias Siswa untuk melanjutkan pendidikan ke SMK 1 Susut semakin meningkat terbukti dengan semakin meningkatnya jumlah siswa tiap tahunnya. Saat ini siswa SMK 1 Susut sudah mencapai 301 siswa dengan jurusan Teknik gambar bangunan, Teknik instalasi tenaga listrik, Multimedia dan Akutansi.
Seiring dengan perjalanan SMK 1 Susut yang baru berusia 7 tahun akhirnya kami berhasil menjadi Juara KSPAN di tingkat Kabupaten yang akhirnya ada kesempatan ini mewakili Kabupaten Bangli di tingkat Provinsi. “Kami sangat mendukung Kegiatan ini karena dalam lomba ini banyak mengandung muatan pendidikan yang terintegrasi untuk menganalisis dan memaknai betapa pentingnya kesehatan diri serta bahayanya serangan Virus HIV/AIDS dan Narkoba” jelasnya.

KSPAN adalah proggram pengembangan diri yang terprogram dalam kurikulum sekolah untuk menanggulangan prilaku dan hidup yang tidak sehat sehingga melalui media KSPAN telah mampu membangun komunikasi yang holistik untuk menelaah materi agar peserta didik bebas dari bahaya HIV/AIDS dan Narkoba. Dijelaskan lagi kegiatan ini dibiayai dari komite sekolah dan bantuan dari Dinas KPA Kab Bangli. Dalam Lomba KSPAN ini, adalah kreativitas anak diantaranya Kidung, Janger, Lagu-lagu, Yel, Puisi, Pidato, karya tulis, darmawacana, Fragmen, Tabuh, mading, Brosur, Slogan, Poster, Baliho, karikatur, tutor sebaya dan Ketuk tular.
Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta selaku ketua Pelaksana komisi Penanggulangan AIDS Kab Bangli menyampaikan Persoalan penyakit menular khususnya AIDS di Kab Bangli masih relatif kecil dibandingkan dengan Kabupaten lainnya di Bali, tetapi sangat penting untuk mendapat perhatian serius sejak dini bagi semua pihak khususnya masyarakat yang rentan terhadap perilaku seksual yang beresiko tinggi. Dijelaskan lagi dari 7856 kasus HIV/AIDS komulatif di Provinsi Bali yang tercatat di Dinas Kesehatah Provinsi Bali, sekitar 50% adalah pada usia muda dan usia kerja. Sedangkan penyebaran penyakit AIDS di Kab Bangli dari tahun 2004 s/d 2013 semakin meningkat, kelompok sasaran yang terbanyak terdapat pada usia produktif dan penyebarannya lebih banyak melalui hubunga sek yang tidak sehat. Ditambahkan berdasarkan data Epidemiologi yang tercatat di Dinas Kesehatan Provinsi Bali, di Kab Bangli telah tercatat sebanyak 148 kasus, dimana 7 orang sudah meninggal dunia.
Sekolah adalah suatu komunitas yang sangat mudah dijangkau. “Oleh karena itu, sekolah adalah salah satu tempat strategis untuk memberikan pendidikan tentang bahaya yang ditimbuklan oleh Virus HIV AIDS dan Narkoba” ungkapnya.
Ditambahkan lagi program pencegahan juga telah dilakukan sejak bulan September tahun 2007 denga diawali pelatihan Forum Guru Pembina KSPAN dari masing-masing sekolah SMK/SMA yang selanjutnya dibentuk kelompok siswa peduli HIV/AIDS dan NARKOBA (KSPAN) di masing-masing sekolah. “Penanggulangan Virus HIV/AIDS dan NARKOBA tidak bisa dilakukan oleh Pemerintah saja, namun perlu adanya upaya pemberdayaan seluruh komponen dan sumber daya yang ada” tegas Sang Nym Sedana Arta.
Dalam sambutan Kepala Biro Kesra Setda. Provinsi Bali selaku Ketua Tim Penilai yang dalam hal ini dibacakan oleh Kabag Kesra Provinsi Bali I Dewa Kariada, menyampaikan bahwa kasus HIV/AIDS dan Narkoba yang kita hadapi semakin berkembang. Berdasarkan data dari Dinas kesehatan Provinsi Bali sampai dengan bulan Mei 2013 berjumlah 7856 kasus, HIV sebanyak 4153 dan kasus AIDS sebanyak 3703. Kondisi ini sangat memperihatinkan dan perlu perhatian dari semua komponen masyarakat. “Saya berharap melalui lomba KSPAN ini menjadi ajang kreatifitas dalam membangun jejaring kerja, baik siswa, guru dan forum pembina KSPAN untuk menyusun strategi meningkatkan peran pembinaan dalam penanggulangan HIV/AIDS dan Narkoba melalui jalur sekolah” harapnya.
Program KSPAN merupakan program yang sangat strategis dalam rangka membentengi generasi muda mendatang dari “Tsunami” HIV/AIDS dan Narkoba. “Dengan memberikan pemahaman/pengertian sejak dini dan berkelanjutan kepada anak didik, maka upaya pencegahan sejak dini dari penularan HIV/AIDS dan Narkoba akan bisa di wujudkan sehingga Epidemi HIV/AIDS dapat di tekan” tambahnya.