Pembangunan pertanian dalam rangka memantapkan ketahanan pangan tahun 2013 di Kabupaten Bangli memperlihatkan kinerja yang positif. Hal ini ditandai dengan meningkatnya produksi padi pada semester I yakni mencapai 26.467,37 ton atau naik 6,89 % dibandingkan semester I tahun 2012 yang hanya mencapai 24.761,11 ton. Demikian disampaikan Kepala Kantor Ketahanan Pangan Kabupaten Bangli Ir. Made Alit Parwata, M.Si saat pelaksanaan Evaluasi Kegiatan Dewan Ketahanan Pangan Semester I dan Pemantapan Kegiatan Ketahanan Pangan Semester II Tahun 2013 di ruang pertemuan Kantor Ketahanan Pangan Kabupaten Bangli, Selasa (17/9). Acara ini juga dihadiri oleh Plh. Sekda Kabupaten Bangli Bagus Rai Darmayudha, Asiste II Setda Kab Bangli A. A. Alit Darmawan, Kabid Ketahan Pangan Prov Bali Dra. L.N. Rai Aryawati, Anggota Dewan Ketahanan Pangan Kab Bangli, Ketua Kelompok Wanita Tani dan undangan terkait lainya.
Lebih lanjut dijelaskan, peningkatan produksi padi juga diikuti oleh kenaikan sumber-sumber produksi pangan strategis lainya, seperti jagung yang mengalami kenaikan 29,88 %, ubi kayu 25,83 % dan ubi jalar12,84 %. Sedangkan untuk pangan hewani seperti daging sapi mengalami kenaikan 0,03 %. Dengan peningkatan produksi pangan strategis secara berkelanjutan tersebut, menunjukkan bahwa kondisi ketahanan pangan di Kabupaten Bangli masih cukup kuat, karena sektor pertanian masih menjadi andalan yang didukung oleh potensi lahan yang memadai.
Namun sayangnya, kata Alit Parwata, peningkatan produksi pangan ini juga dibarengi oleh peningkatan konsumsi pangan masyarakat. Dimana asupan energi per kapita masyarakat mengalami peningkatan setiap hari. Pada tahun 2012 konsumsi energi dan protein berada diatas angka kecukupan. Yakni konsumsi energi sebesar 2.150 kkal/kap/hari, sedangkan konsumsi protein sebesar 57,43 gr/kap/hari. Adapun kualitas konsumsi pangan yang diukur dengan skor Pola Pangan Harapan (PPH) menunjukkan peningkatan dari tahun 2011 sebesar 81,1 menjadi 82,9 pada tahun 2012. Angka skor PPH tersebut memperlihatkan bahwa pola konsumsi pangan penduduk masih didominasi oleh kelompok pangan yang berasal dari padi-padian. Sedangkan sayur dan buah masih kurang.
Menghadapi tantangan tersebut, mengisyaratkan bahwa pembangunan ketahanan pangan haruslah diikuti dengan peningkatan kemandirian pangan masyarakat. Secara terpadu, program aksi pemantapan ketahanan pangan harus dipersiapkan dan dijalankan secara terkoordinasi dengan lintas sektor dalam program jangka pendek, menengah dan panjang. Terkait dengan pelaksanaan evaluasi kegiatan dewan ketahanan pangan, Alit Parwata berharap, akan diperoleh rumusan kebijakan untuk meningkatkan ketahanan pangan.“Kita berharap, rapat evaluasi ini akan melahirkan strategi dan rumusan untuk menjaga ketahanan pangan Kabupaten Bangli dalam beberapa tahun kedepan”harapnya.
Sementara itu Plh. Sekda Kab Bangli Bagus Rai Darmayudha pada kesempatan itu mengatakan, untuk menganalisis capaian kinerja pembangunan ketahanan pangan, evalasi merupakan bagian penting untuk mengetahui dan menilai capaian program kegiatan. Hasil evaluasi nantinya dapat dijadikan sebagai salah satu bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan untuk perbaikan kebijakan dan perencanaan pada tahun mendatang ataupun pelaksanaan kegiatan yang sedang berjalan. Pada kesempatan itu, Rai Darmayudha menekankan tiga masalah utama yang perlu dicermati dewan ketahanan pangan yakni, kerawanan pangan, laju konversi lahan produktif yang sangat cepat dan ketergantungan konsumsi pangan terhadap beras sangat tinggi. “Melalui pertemuan ini, peserta diharapkan dapat berdiskusi secara intens, sehingga langkah untuk memantapkan pembangunan ketahanan pangan di Kabupaten Bangli bisa segera diwujudkan”harapnya.
Beranda /
Berita
Pusat Informasi & Berita
Ikuti perkembangan program kerja terbaru.
Pariwisata
•
Wujud Ketahanan Pangan Di Kabupaten Bangli Produksi Padi Mengalami Peningkatan 6,89 Persen
K
Admin Bangli
18 September 2013
•
404 Dilihat