Karya Tawur Agung Mamungkah Ngenteg Linggih di Pura Puseh Desa Bale Agung Desa Pakraman Payuk, Desa Peninjoan, Tembuku, Bangli
Beranda / Berita

Pusat Informasi & Berita

Ikuti perkembangan program kerja terbaru.

Pariwisata

Karya Tawur Agung Mamungkah Ngenteg Linggih di Pura Puseh Desa Bale Agung Desa Pakraman Payuk, Desa Peninjoan, Tembuku, Bangli

K
Admin Bangli
18 October 2013
461 Dilihat
Karya Tawur Agung Mamungkah Ngenteg Linggih di Pura Puseh Desa Bale Agung Desa Pakraman Payuk, Desa Peninjoan, Tembuku, Bangli
Sebagai salah satu kewajiban pengempon Pura yang harus melaksanakan karya agung minimal 30 tahun atau lebih maka setelah menyelesaikan renovasi bagunan (17/10) kemarin dilaksanakan karya mamungkah ngenteg linggih, tawur gentuh, mupuk pedagingan, pedudusan agung di pura Puseh Desa lan Bale Agung Desa Pakraman Payuk, Tembuku, Bangli.
Pemucuk karya Jro Mangku Puseh Wayan Sudira menyampaikan bahwa dilaksanakannya karya mamungkah, Tawur Gentuh lan mupuk pedagingan di Pura Puseh Desa Bale Agung ini adalah merupakan upacara agung yang seharusnya dilaksanakan minimal setiap 30 tahun atau lebih, namun karena menunggu selesainya pembangunan pelinggih pengaruman dan Natar akhirnya pada kesempatan baik ini baru bisa dilaksanakan karya agung ini. Dikatakan juga pengambilan karya kali ini mengambil tingkatan Madyaning Utama dengan wewalungan dua ekor kerbau, Banteng, kambing, Asu bang bungkem dan Angsa. Karya Agung ini diawali dengan proses matur piuning, nyukat Genah lan majaya-jaya yang sudah dilaksanakan pada Anggara wage sinta 13 Agustus lalu, dilanjutkan dengan nunas tirta, makarya catur, negtegang munggahang sunari, malaspas tetaring, ngajum pedagingan, mapepada tawur ida batar medal dan pada wraspati Wage Sungsang dilaksanakan Tawur Gentuh yang Dipuput oleh Ida Padanda Singarata (kawan), Ida Padanda Istri Tapini, Ida Padanda Buda (nongan), Ida Rsi Bujangga Gunaksa, Ida Begawan Agni Yoga Nanda dan Ida Sri Mpu Pande Taman Bali dilengkapi dengan tari pernyambutan Ida batara berupa rejang, baris,.wayang dan tupeng sidakaryasebagai pemuput karya.
Puncak karya nanti akan dilajksanakan pada Raspati Manis Dungulan 24 Oktober yang akan datang, akan di sineb pada Soma paing langkir 4 Nopember, dilanjutkan dengan Nyegara Gunung di Gowa Lawah pada Raspati Kliwon Langkir 7 Nopember 2013.

Ditambahkan lagi Pura Puseh Desa Bale Agung ini di empon oleh 186 KK dari krama pangarep dan penyanding. Karya Agung yang dilaksanakan ini diperkirakan menghabiskan dana sebesar Rp. 600 juta, dimana dana yang didapat berasal dari urunan para pengempon pura dan punia dari pemerintah.
Jro Mangku Sudia menambahkan tujuan dari digelarnya upacara agung ini adalah untuk dapat menyeimbangkan baik buana agung dan buana alit, dengan harapan agar masyarakat Desa pakraman Payuk khususnya dan jagat bangli Pada umumnya selalu dilimpahi karahayuan dan kedamaian. "Kedepan apa yang sudah kita lakukan ini dapat ditingkatkan lagi bukan hanya kemeriahan yadnya semata namun dapat dipetik makna yang terkandung didalamnya sehingga esensi dari yadnya dapat kita pahami" imbuhnya.
Sementara itu Ida Bagawan Agni Yoga Nanda menambahkan hal yang perlu di pahamai dan ditanamkan pada masyarakat dan generasi penerus yaitu tatwa, susila dan upacara. Untuk tetap menjaga ajegnya bali adalah dari tatwam yang terimplementasi dalam upacara yaitu bebantenan. "Kedepan bagaimana bebantenan ini harus selalu menjadi perhatian khusus karena bebantenan merupakan bahasa weda yang menjadi panutan dalam beryadnya sehingga kemampuan untuk menguasai bebantenan harus terus ditanaamkan pada masyarakat untuk keajegan bali" tegasnya

NB: Wawancara
Jro Mangku Puseh Wayan Sudira
Pemucuk karyam.

Bagikan Berita Ini: