Untuk mengantisipasi permasalahan adat di Kabupaten Bangli, Majelis Madya Desa Pakraman Kabupaten Bangli, Sabtu (16/11) menggelar paruman madya desa pakraman dengan melibatkan bendesa se-Kabupaten Bangli. Acara yang digelar di Gedung Sasana Budaya Giri Kusuma Bangli, dibuka oleh Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta. Ketua Majelis Madya Desa Pakraman Kabupaten Bangli Made Rijasa mengatakan, paruman ini merupakan kegiatan rutin yang dilaskanakan setiap tahun. Khusus untuk paruman kali ini menitik beratkan pada pembahasan nilai adat dan budaya di Kabupaten Bangli, dengan melibatkan 170 bendesa adat se- Kabupaten Bangli. Selain itu kata Made Rijasa, paruman ini diharapkan dapat meningkatkan hubungan penyama braya diantara bendesa adat, menyamakan persepsi terkait dengan pemecahan masalah konflik adat dan budaya dan melancarkan pembangunan di desa pakraman. Dikatakan juga, untuk meminimalisir bendesa adat tersandung masalah hukum, dalam paruman kali ini juga didatangkan narasumber dari Bagian Kesra Kabupaten Bangli Jro Widarta yang membawakan materi bagaimana pengelolaan dan pembuatan laporan bantuan desa pakraman. Serta narasumber dari Majelis Utama Desa Pakraman Provinsi Bali Ketut Sumarta yang menyajikan materi politik partai dan adat. Melalui paruman Madya Desa Pakraman ini, Made Rijasa mengharapkan, dapat menemukan formula yang tepat untuk meminimalisir dan mencegah permasalahan adat di Kabupaten Bangli. “Itu yang kita harapkan lahir dalam paruman ini”harapnya. Sementra itu Wabup Bangli Sang Nyoman Sedara Arta pada kesempatan itu menekankan kepada para bendesa, agar segala bentuk bantuan dari pemerintah, baik pemerintah provinsi maupun kabupaten bisa diperuntukkan sesuai dengan permohonan proposal awal. Artinya, apa saja yang diajukan kepada pemerintah melalui proposal, setelah mendapat persetujuan, dapat direalisasikan sesuai apa yang dimohonkan. Sehingga bendesa adat dalam hal ini, dikemudian hari tidak terbelit masalah hukum. Selain itu, Wabup asal Desa Sulahan, Susut ini menghimbau kepada bendesa, agar lebih peka terhadap permasalahan adat. Sekecil apapun permasalahan yang muncul agar segera ditindak lanjuti, agar tidak menjadi bom waktu dikemudian hari. “Naluri itu yang kita harapkan dimiliki bendesa adat di Bangli”harap Sedana Arta.
Beranda /
Berita
Pusat Informasi & Berita
Ikuti perkembangan program kerja terbaru.