Kembangkan Geowisata Geopark Batur Pemkab Bangli Belajar Ke Museum Geologi
Beranda / Berita

Pusat Informasi & Berita

Ikuti perkembangan program kerja terbaru.

Pariwisata

Kembangkan Geowisata Geopark Batur Pemkab Bangli Belajar Ke Museum Geologi

K
Admin Bangli
06 December 2013
323 Dilihat
Kembangkan Geowisata Geopark Batur Pemkab Bangli Belajar Ke Museum Geologi
Dalam usaha mempertahankan keanggotaan Geopark Kadera Batur dalam jejaring Global Geopark Network (GGN), Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bangli bersama tim Geopark Kabupaten Bangli, Rabu (4/12) melaksanakan study tour ke Museum Geologi, Badan Geologi Kementerian ESDM. Rombogan Pemkab Bangli yang dipimpin Kadisbudpar Bangli Drs. I Wayan Adnyana disambut oleh Kepala Museum Geologi, Badan Geologi Kementerian ESDM Ir. S.R. Sinung Baskoro, MT.
Kadisbudpar Bangli Wayan Adnyana pada kesempatan itu menyampaikan, saat ini Geopark Kaldera Batur merupakan satu-satunya Geopark Nasional yang masuk dalam keanggotaan GGN dibawah bendera Unesco. Keberhasilan menembus geopark dunia, tentunya menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Bangli khususnya dan Indonesia umumnya.
Namun ditengah perjalanan, rupanya banyak tantangan yang mesti dihadapi Geopark Kaldera Batur. Salah satunya, masih beroperasinya galian C dikawasan ini. Padahal konsep geopark adalah konservasi alam. Kondisi itu bertentangan dengan keberadaan galian C yang melakukan eksploitasi alam. Jika dieksploitasi secara terus-menerus, dikhawatirkan pasir dan bebatuan akan habis. Ini akan menjadi peringatan bagi Geopark kaldera Batur, terlebih Geopark akan dievaluasi oleh Unesco setiap empat tahun. Oleh karenannya perlu ada terobosan sekaligus upaya untuk melestarikan geopark. Sehingga kami datang ke Museum Geologi untuk membantu memecahkan permasalahan ini, sekaligus menambah wawasan tentang pengelolaan Geopark”ungkapnya.
Lebih lanjut Wayan Adnyana menjelaskan, selain untuk pengelolaan Geopark, study tour ini juga dimaksudkan untuk sharing terkait dengan rencana pengembangan kawasan Geopark Kaldera Batur menjadi kawasan Geowisata. Salah satu konsep dalam geowisata ini adalah pembangunan geotrack yang menghubugkan satu geosite dengan geosite lainnya serta pembangunan pusat kuliner khas Bangli dan pasar seni Geopark Batur. “Upaya ini kita lakukan untuk menjadikan Geopark Kaldera Batur menjadi obyek yang berkelas, Sehingga secara bertahap mampu mengembalikan kejayaan obyek wisata Kintamani secara menyeluruh”Harapnya.
Sementara itu Kepala Museum Geologi Sinung Baskoro mengatakan, keberhasilan Geopark Batur menembus level internasional tentunya menjadi kebanggaan bersama. Namun dengan permasalahan yang muncul, diperlukan kesamaan persepsi dari semua komponen, baik pemerintah pusat maupun daerah dan termasuk didalamnya masyarakat, untuk mempertahankan keanggotaan Geopark Batur dalam jejaring GGN. Jika tidak segera dilakukan pembenahan sampai batas waktu evaluasi, ditakutkan keanggotaan Geopark Batur dalam jejaring GGN akan dicabut. Jika ini sampai terjadi, maka ini menjadi tamparan tidak saja bagi Kabupaten Bangli, melainkan bangsa Indonesia.”Kita berharap Kabupaten Bangli dalam hal ini tidak patah arang, namun terus melakukan pembinaan secara continue kepada masyarakat, bahwa geopark bukan untuk mengejar gengsi, melainkan upaya pelestarian alam untuk mensejahterakan masyarakat melalui pariwisata”harapnya.
Terkait dengan rencana Pemkab Bangli mengembangkan Geowisata Geopark Batur, pihaknya menyambut positif. Menurutnya, Geowisata merupakan pariwisata minat khusus dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam seperti bentang alam, batuan, struktur geologi dan sejarah kebumian. Pengembangan Geowisata ini sejalan dengan konsep Geopark yang mengedepankan pelestarian alam. “Jadi kita mendukung sepenuhnya rencana ini”tegasnya.
Selain mengunjungi Museum Geologi, Badan Geologi Hementerian ESDM, rombongan Pemkab Bangli juga melakukan study lapangan ke beberapa obyek Geowisata di Bandung, yang salah satunya obyek Geowisata Goa Pawon.
Bagikan Berita Ini: