Sementara itu Bupati Bangli I Made Gianyar menyampaikan, siap mendukung penuh rencana investor yang dalam hal ini PT. Bukit Penelokan Hijau untuk mengembangkanTWA dan BWC di Kabupaten Bangli. Namun dengan catatan, semua persyaratan legal untuk pengembangan kawasan ini bisa dipenuhi. Menurutnya, Bangli khususnya Kintamani memiliki banyak potensi alam yang sangat menjanjikan jika dikembangkan menjadi obyek wisata, hanya saja selama ini belum pernah terekspose dan terkelola secara maksimal. Apalagi TWA ini memiliki konsep yang sama dengan Geopark yakni mengedepankan pelestarian alam. Mudah-mudahan TWA dan BWC ini segera dapat diwujudkan, sehingga Kabupaten Bangli akan memiliki lebih banyak lagi obyek wisata berkelas dan secara bertahap mampu mengangkat kejayaan parisata Kintamani. Itu yang kita harapkan dengna kehadiran TWA dan BWC ini Âharapnya.
Beranda /
Berita
Pusat Informasi & Berita
Ikuti perkembangan program kerja terbaru.
Pariwisata
•
Bangli Segera Bangun Taman Wisata Alam dan Bangli Welcome Center
K
Admin Bangli
09 February 2014
•
417 Dilihat
Untuk lebih menggairahkan obyek daya tarik wisata Kitamanai sebagai daerah tujuan wisatawan, dalam waktu dekat Pemerintah Kabupaten Bangli akan segera mengembangkan Taman Wisata Alam (TWA) di kawasan hutan Kintamani. Hal ini terkuak, ketika Bupati Bangli I Made Gianyar, SH.,M.Hum disampingi Plt. Sekda Drs. Bagus Rai Darmayudha, MM dan sejumlah pimpinan SKPD Kabupaten Bangli menggelar audensi dengan Ketua Asosiasi Pariwisata Alam Indonesia David Makes dan Manager Pariwisata Berkelanjutan PT. Bukit Penelokan Hijau Teguh Hartono, investor yang akan mengembangkan TWA dikawasan hutan Desa Suter Kintamani. Acara yang digelar di ruang rapat Bupati Bangli, juga dihadiri oleh Staf Khusus Kementerian Kehutanan Bidang Perundang Undangan Made Subadia Gelgel dan Kepala Seksi Wilayah II Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali I Ketut Catur Marbawa.
Manager Pariwisata Berkelanjutan PT. Bukit Penelokan Hijau Teguh Hartono pada kesempatan itu menyampaikan, Taman Wisata Alam (TWA) merupakan model pengembangan pariwisata berkelanjutan. Yang artinya, pengembangan kawasan ini nantinya tidak akan merusak alam dan tetap mempertahankan kondisi aslinya. Terlebih dalam pariwisata berkelanjutan ini, masyarakat yang ada dalam kawasan pengembangan WTA ini akan ditempatkan sebagai pelaku bukan hanya sebagai penonton.
Dikatakan juga, paling tidak minimal 25 Ha lahan diperlukan untuk pengembangan TWA. Berdasarkan riset dilapangan, kawasan hutan Desa Suter merupakan tempat yang paling tepat untuk pengembangan TWA ini, karena alamnya yang sangat mendukung serta lokasinya yang sangat strategis dekat dengan obyek wisata penelokan, yang merupakan center dari obyek wisata Kintamani. Dalam TWA nanti akan dikembangkan berbagai jenis atraksi pariwisata, seperti taman burung, tracking, jungle tracking, berkuda serta wisata edukasi dan reset. Selain itu juga akan dibangun restoran diatas pohon, sarana out bond dan rumah gantung dipuncak tebing. Diman inti dari pengembangan TWA ini adalah menselaraskan pembangunan pariwisata dengan kondisi alam. Selain TWA dalam kawasan hutan Desa Suter juga akan dibangun Bangli Welcome Center(BWC) sebagai pusat informasi pariwisata Bangli secara menyeluruh.
Pembangunan BWC ini diharapkan dapat menyempurnakan pengembangan pariwisata di Kabupaten Bangli. Karena semua informasi tentang pariwisata di Kabupaten Bangli bisa diakses ditempat ini. Namun rencana pengembangan TWA dan BWC dikawasan hutan Desa Suter Kintamani ini, masih memerlukan waktu, karena harus melengkapi berbagai persyaratan sebelum izin pengembangan dikeluarkan oleh Kementerian Kehutanan karena rencana pengembangan TWA dan BWC ini berada pada kawasan hutan lindung. “Mudah-mudahan dengan dukungan dari semua pihak, TWA dan BWC ini bisa segera kita wujudkan Âharapnya.