Bertepatan dengan saniscara wayang, Sabtu (15/2) dadia pura Pasek Gelgel Songan, Desa Bantang, Kintamani menggelar upakara malik sumpah lan mendem pedagingan. Upakara ini merupakan rangkaian dari karya mamungkah, mendem pedagingan, pedudusan alit, mlaspas lan ngenteg linggih di Pura Dadia Pasek Gelgel yang puncaknya akan diselenggarakan pada buda wage kelawu (19/2) mendatang. Upakara ini juga dihadiri oleh Bupati Bangli I Made Gianyar.
Manggala karya I Gede Ginatra mengatakan, karya mamungkah, mendem pedagingan, pedudusan alit, mlaspas lan ngenteg linggih merupakan tindak lanjut dari pembangunan satu pleban pura yang pembangunanya dirampungkan pada akhir 2013 lalu. Sedangkan perencanaan pembangunnya sudah dimulai sejak tahun 2007 lalu, memalui beberapa kali pertemuan. Namun pembangunanya baru bisa dimulai pada awal 2010 lalu. Menurut Gede Ginantra, total biaya untuk pembangunan satu pleban Pura Dadia Pasek Gelgel Songan mencapai Rp 346 juta, yang berasal dari urunan 68 KK pengempon pura dan punia dari keluarga besar Pasek Gelgel.
Dikatakan juga, terkait dengan penyelenggaraan upakara malik sumpah lan mendem pedagingan sebagai rangkaian karya mamungkah, mendem pedagingan, pedudusan alit, mlaspas lan ngenteg linggih menggunakan sarana wewalungan manca kelud, kambing, angsa, asu bangbungkem dan bebek yang dipuput oleh Ida Pandita Empu Parama Darma dari gria Giri Gosarama, Br. Lateng, Desa Dausa Kintamani. Kata Gede Ginatra, rangkaian karya mamungkah, mendem pedagingan, pedudusan alit, mlaspas lan ngenteg linggih di Pura Pasek Gelgel sudah dimulai sejak buda menail (15/1) dengan menggelar ritual nanceb taring/ nuasen karya, mepada pada sukra wayang (14/2), ngenteg lingih lan piodalan pada buda wage kelawu (19/2) nyegara gunug lan memasar pada sukra umanis kelawu (21/2) dan Ida Bhatara mesineb pada redite dukut (23/2). “Kita berharap dengan pelaksanaan yadnya ini, Ida Bhatara yang berstana di Pura Pasek Gelgel memberikan keselamatan dan kesejahteraan bagi masyarkat, khususnya keluarga besar Dadia Pasek Gelgel”harapnya.
Sementara itu Bupati Bangli Made Gianyar sangat mengapresiasi masyarakat Desa Bantang, khususnya Dadia Pasek Gelgel dengan penyelenggaraan yadnya ini. Menurutnya yadnya merupakan korban suci yang tulus iklas kehadapan sang pencipta. Dengan penyelenggaraan karya ini, dirinya berharap paiketan dan pasemetonan antar warga khususnya Dadia Pasek Gelgel bisa terus terjalin dan dingkatkan. “Ini tujuan yang terpenting dari penyelenggaraan yadnya ini”ucap Made Gianyar.