Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, Ir. Jro Wacik, SE, Jumat (21/2) melaksanakan kunjungan ke Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), Desa Kayubihi, Bangli. Kedatangan Menteri asal Desa Batur Kintamani ini, untuk meninjau operasional dan kondisi PLTS Kayubihi. Acara ini juga dihadiri oleh Bupati Bangli I Made Gianyar, SH.,M.Hum, GM PLN Distribusi Bali Syamsul Huda, Dirut Perusda BMB PLTS Kayubihi dan sejumlah pimpinan SKPD Kabupaten Bangli.
Menteri ESDM Jro Wacik pada kesempatan itu menyampaikan, tujuan pembuatan PLTS merupakan model bagi pengembangan pembangkit tenaga listrik dengan menggunakan tenaga surya. Menurutnya, Indonesia merupakan negara yang sangat beruntung karena dilintasi garis khatulistiwa, sehingga mendapatkan curahan sinar matahari yang tidak terbatas. Untuk mendapatkan sumber energi ini, kita tidak perlu menambang atau melakukan pengeboran, karena sinar matahari datang setiap hari. Berdasarkan kalkulasi perhitungan, jika dibandingkan antara operasional pembangkit listrik yang menggunakan tenaga surya dengan pembangkit listrik dengan menggunakan bahan bakar minyak, selisihnya cukup signifikan. Karena rata rata operasional PLTS menghabiskan 19 sen Dolar per KWH, sedangkan jika menggunakan BBM solar menghabiskan 35 s/d 40 sen Dolar per kwh. Sehingga Kementerian ESDM dalam hal ini terus mendorong pengembangan PLTS sebagai sumber energi listrik utama di Indonesia. “Selain pemeliharaannya lebih murah, yang lebih penting adalah PLTS sangat ramah terhadap lingkungan”ucapnya.
Dikatakan juga, PLTS Kayubihi yang dibangun pada lahan seluas 1,2 Ha, menghasilkan 1 Mega Watt listrik per hari. Kalau setiap rumah memerlukan 450 W listrik, bisa dihitung berapa rumah yang bisa dialiri listrik dengan keberadaan PLTS. Pada kesempatan itu Menteri ESDM Jro Wacik juga menyerukan energi baru terbarukan lainnya seperti pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi (Geotermal). Menurutnya panas bumi merupakan sumber daya yang sangat potensial jika dimanfaatkan sebagai sumber pembangkit listrik. Kita telah melaksanakan study, untuk pengembangan pembangkit listrik dengan menggunakan panas bumi pada lahan seluas 2 Ha mampu menghasilkan listrik sampai dengan 100 MW. Bisa dihitung berapa rumah yang bisa dialiri listrik dengan daya yang sebesar itu. Terlebih dapak resiko dari pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi ini hampir tidak ada, karena geotermal yang dibor bukan gas tetapi uap air. “Jadi tidak benar pembangunan geotermal akan merusak lingkungan”tegasnya.
Sementara itu Bupati Bangli Made Gianyar pada kesempatan itu menyampaikan, saat ini Pemkab Bangli sudah memiliki Perusda yang akan mengelola PLTS Kayubihi. Namun hal yang masih menjadi ganjalan adalah pengelolaan PLTS Kayubihi belum sepenuhnya dilimpahkan oleh Kementerian ESDM kepada Pemkab Bangli. Sehingga pihaknya berharap proses pelimpahan pengelolaan PLTS bisa segera dilaksanakan, sehingga keberadaan PLTS ini bisa dimanfaatkan lebih maksimal sebagai salah satu penyumbang PAD Kabupaten Bangli. Menurutnya, listrik yang dihasilkan PLTS Kayubihi dari pertama kali dibangun hingga hari ini mencapai 1.195.881 KWH. Dimana listrik yang dihasilkan PLTS tidak langsung dijual ke masyarakat, melainkan kita jual ke PLN yang selanjutnya dijual kembali ke masyarakat layaknya penjualan listrik selama ini. “Kita berharap proses pelimpahan pengelolaan PLTS bisa seger dirampungkan, sehingga PLTS Kayubihi segera dikelola secara maksimal untuk mendongkrak PAD Bangli”harapnya.