Pasar Desa Landih Kecamatan Bangli Kabupaten Bangli Provinis Bali masuk tiga besar dalam ajang perlombaan Penghargaan Nasional SI Kompak Award Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan.
Penghargaan ini menguat manakala tim dewan juri Nasional yang di ketuai oleh Teguh S Jaya dari BPMPD (Badan Pemberdayaan Masyarakat & Pemerintahan Desa) Pusat meninjau dan memverifikasi kelokasi desa Landih pada hari Selasa – Rabu 13 sampai 14 Mei 2014.
Penghargaan Si Kompak PNPM MPd merupakan ajang penghargaan bagi para pelaku dan hasil kegiatan yang di selenggarakan tiap tahun oleh BPMPD ( Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangungan Desa ) Pusat. Ajang penghargaan ini cukup bergengsi dilingkungan PNPM MPd karena tiap peserta yang masuk nominasi merupakan pilihan yang teruji dan mampu memberi insipirasi.
Apa yang menarik dari Pasar Desa Landih? Pasar desa Landih sendiri menjadi juara tingkat Provinsi Bali kemudian di majukan dalam ajang lomba secara nasional untuk Kategori Desa Pemeliharaan.
Desa Pemeliharaan artinya masyarakat beserta stake holder atau pemerintahan kelembagaan desa mampu menjaga pelestarian dan mengembangkan hasil produk PNPM MPd.
Pasar desa Landih dibangun tahun 2008 dimana dalam PNPM MPd mengalokasi dana Rp. 100.850.000,-.Dampak dari pembangunan pasar ini, warga masyarakat terangkat kehidupan ekonominya.
Sebelum di bangun pada tahun 2008 salah satu tokoh masyarakat yang mantan Perbekel Landih Wayan Jamin menyatakan system jual beli barang masih pakai system barter. Sepeti anak babi di barter dengan gula, garam dan kebutuhan lain sesuai kesepakatan.
Dengan adanya pasar desa Landih sekarang masyarakat mulai transaksi sesuai harga kebutuhan pasar. Produk hasil bumi seperti sayuran dan buah buahan nampak terlihat menjadi ciri dan brand merk pasar desa Landih.
Acara penilaian yang di pusatkan diPasar desa Landih cukup meriah. Tim Penilai Nasional yang terdiri dari 5 orang di sambut Assisten I Kabupaten Bangli Wayan Lawe, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Bangli Riana Putra, Koordinator Provinsi PNPM MPd Bali,Jajaran Fasilitor Kabupaten, Camat, Perbekel dan unsur masyarakat.
Salah satu anggota tim dewan juri Nasional Pratomo Adi menegaskan, kedatangan tim penilai ini untuk melihat langsung keadaan dilapangan.Apakah berkas dokumen sebagai dukungan penilaian dari desa Landih yang telah di kirimkan sudah selaras dan sesuai dengan keadaan lapangan yang sebenarnya. Contoh nya : Berkas bukti perdes, bumdes, laporan pertanggungan pengelolaan keuangan pasar dan lain seterusnya.
“Kita melihat dan menilai tidak hanya sebatas perawatan bangunannya. Namun ada aspek lain yang lebih penting, yakni sistem perawatan yang selama ini berjalan serta terdukung desa dan pemerintahan desa dalam pengorganisasian mengelola dan mengembangkan hasil hasil kegiatan PNPMM” ucap Pratomo Adi anggota Tim Juri.
Dari hasil 3 besar ini setelah tim penilai turun mengecek kondisi lapangan akan dipilih juara satu, dua dan tiga untuk kategori desa pemeliharaan. 3 Nominator besar kategori desa Pemeliharan ini adalah Provinsi Bali, Provinsi Sumatra Utara dan Provinsi Jawa Tengah.
Gerak pembangunan desa Landih sendiri mengalami perkebangan yang cukup pesat. Desa Landih merupakan bagian pemekaran dari desa Pengotan sejak tahun 2008.
Dari tahun 2008 hingga tahun 2014 beberapa kegiatan sudah berjalan di desa Landih dan sudah termanfaatkan oleh masyarakat. Tidak hanya pasar Landih. Pengadaan air bersih juga termasuk yang menghidupi derap nafas Pasar Landih. Program air bersih desa Landih diteruskan dengan kegiatan pengaadan kendaraan truk tangki yang di pakai untuk distribusi air bagi warga masyarakat.
Sumber :
Yan Edi DS
Sp. Komunikasi, Informasi, Edukasi
Warta PNPM Mandiri Perdesaan, Bangli