Sebagai Salah Satu Evaluasi terhadap keberhasilan usaha masyarakat dalam membangun dan meningkatkan kesejahteraan maka Kamis (5/6) Kemarin, bertempat di wantilan Pura Puseh Kelurahan Bebalang Kec. Bangngli, Kab Bangli dilaksanakan penilaian Lomba Kelurahan Tingkat Provinsi tahun 2014. Dalam Kesempatan tersebut dihadiri oleh Bupati Bangli, Unsur Muspika Kecamatan Bangli, Lurah Se kecamatan Bangli dan Masyarakat Kelurahab Bebalang.
Dalam Paparan Lurah Bebalang I Gede Diana Palasara menyampaiakan bahwa Kelurahan Bebalang adalah salah satu dari empat kelurahan di Kecamatan Bangli yang secara administratif berbatasan sebelah utara Kelurahan Kawan, Sebelah Timur Tukad Melangit, Sebelah Selatan Desa Taman Bali dan sebelah barat adalah Tukad Sangsang. Luas Wilayah mencapai 379 ha. Pemanfaatan lahan di Kelurahan Bebalang antara lain 43 ha untuk tanah Pemukiman, 152 ha tanah Persawahan, 105 ha perkebunan/pertanian, 6 ha tegalan /lading, 0,5 ha untuk tanah kuburan, 42 ha tanah pekarangan, 10 ha Perkantoran dan 20,5 ha untuk prasarana umum lainnya. Ditambahkan lagi, Potensi di kelurahan Bebalang adalah masih menggantungkan dari sector pertanian, peternakan disamping sektor pariwisata mengingat Kelurahan bebalang juga memiliki kawasan wisata spiritual Pura Sudamala yang cukup potensial mendatangkan wisatawan baik domistik dan mancanegara. Selain itu Kelurahn bebalang muga memiliki potensi bahan baku untuk kerajinan yang cukup banyak sehingga industri kecil kerajinan perak, kuningan, ukiran kayu, home industri seperti pembuatan tahu dan tempe dan minyak kelapa murni. Jumlah Penduduk berdasarkan data di tahun 2013 adalah 6524 Jiwa. Berdasarkan Jender di ketahui 3197 orang adalah laki-laki dan 3297 orang adalah perempuan. Tingkat pendidikan pada umumnya sudah berhasil mencapai tingkat pendidikan wajib belajar 9 tahun. Sedangfkan untuk kesehatan juga sudah tidak terdapat balita dengan gizi buruk karena cakupan imunisasi khususnya imunisasi dasar telah dilaksanakan secara rutin dan berkesinambungan melalui kegiatan posyandu di lingkungan yang dikoordinir oleh bidan Desa dan Puskesmas Bangli.
Sambutan Bupati Bangli yang dibacakan oleh Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta menyampaikan sangat yakin dan percaya bahwa perlombaan kelurahan ini sangat mendukung peningkatan kinerja Lurah beserta Perangkat Kelurahan lainnya guna mendorong pelaksanaan pembangunan di kelurahan dengan menitik beratkan pada pemberdayaan Masyarakat Kelurahan melalui penguatan Kelembagaan, Peningkatan Motivasi dan swadaya, gotong royong masyarakat sehingga tercapai masyarakat yang sehat cerdas dan mempunyai kemampuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat kelurahan bebalang. “Dengan lomba Kelurahan ini kita dapat mengukur sejauh mana tingkat keberhasilan Lurah beserta Jajarannya dalam membangun di kelurahan Bebalang” Imbuhnya.
Sebagai Kepala daerah, Saya yakin Kelurahan Bebalang telah siap dan dan mampu untuk mewujudkan Hal-hal itu dengan memanfaatkan semua potensi yang dimiliki sehingga terbukti mampu bersaing sampai pada tingkat Provinsi. “Saya percaya kehadiran tim penilai dalam lomba kelurahan ini, untuk dapat melihat secara Obyektif dengan ketentuan-ketentuan dan indicator yang ada sehinga akhirnya dapat menjadi pemenang dan mampu mewakili bali di tingkat nasional” Harapnya.
Kepala BPMPD Provinsi Bali yang dibacakan oleh I Wayan Sadya,SH.,M.Si menyampaiakan tujuan dari pada lomba kelurahan ini adalah bukan semata-mata untuk mencari pemenang, namun dibalik itu mengandung makna yang sangat penting dan strategis untuk melakukan evaluasi terhadap keberasilan usaha-usaha masyarakat dalam pembangunan kelurahan dengan melihat lonjakan / tingkat perkembangan pembangunan yang menyangkut 8 indikator, dimana penjabaran idealnya adalah masyarakat tidak boleh miskin, tidak boleh bodoh, tidak boleh sakit-sakitan, tidak boleh kurang gizi, tidak boleh menganggur, tidak boleh kumuh dan tidak boleh kelaparan. Disamping mengevaluasi kelurahan yang istimewa adalah bagi pemenangtingkat provinsi akan di undang pada Puncak peringatan HUT RI di istana Negara.
Ditambahkan lagi Semakin ketatnya persaingan dimasyarakat untuk mendapatkan peluang pendapatan di masyarakat khususnya di Bali yang semakin ramai dan semakin mengglobal di khawatirkan sangat berpengaruh pada aspek kehidupan masyarakat. Untuk menjadi pemahaman kita bersama bahwa persoalan tersebut dan kemiskinan adalah masih menjadi isu utama sosial ekonomi di Bali dimana persoalan tersebut merupakan persoalan yang multi dimensi yang mampu menimbulkan dampak yang sangat besar jika tidak ditangani dengan serius. “ Marilah kita perangangi kemiskinan secara bersama-sama meski kita sadari penuh hal tersebut sangatlah sulit akan tetapi dengan tekad dan semangat yang dilakukan secara terintegrasi dengan semua sector masyarakat yang dilandasi dengan kesamaan pemahaman, saya yakin hal tersebut dapat diatasi” ujarnya.
Berkaitan dengan lomba ini “saya sangat berharap lomba ini jangan dijadikan beban akan tetapi dimaknai sebagai langkah-langkah kongkrit untuk melakukan perbaikan dan penyempurnaan dalam pelayanan kepada masyarakat” Imbuhnya.