Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Bangli Buka Workshop Sanitasi Dan Peduli Bank Sampah
Beranda / Berita

Pusat Informasi & Berita

Ikuti perkembangan program kerja terbaru.

Pariwisata

Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Bangli Buka Workshop Sanitasi Dan Peduli Bank Sampah

K
Admin Bangli
16 June 2014
451 Dilihat
Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Bangli Buka Workshop Sanitasi Dan Peduli Bank Sampah
Untuk menuju masyarakat yang peduli akan sampah dan sanitasi, tidak bisa hanya dengan pembangunan infrastruktur, melainkan juga perubahan perilaku dari masyarakat akan pentingnya hidup bersih dan juga air sehat untuk kehidupan mereka. Demikian disampaikan Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bangli Ny. Sariasih Sedana Arta saat membuka Workshop dan Pendampingan Teknis Gerakan Peduli Sanitasi dan Bank Sampah Menuju Bali Clean and Green 2014, di Wantilan Desa Tradisional Penglipuran, Senin (16/6). Acara yang dihadiri oleh pimpinan SKPD terkait, tim penggerak PKK se Kabupaten Bangli, kepala desa/lurah se-Kabupaten Bangli dan kader-kader peduli lingkungan, menghadirkan narasumber Ni luh Riawati Ketua Yayasan Bali Wastu Lestari.
Lebih lanjut istri Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta mengatakan, kader PKK bisa menjadi agen perubahan perilaku masyarakat menjadi pola hidup bersih dan sehat (PHBS).Keberadaan PKK dinilai sebagai salah satu pilar penting peningkatan kesadaran masyarakat terhadap sanitasi yang baik. Karena itu setiap kader PKK harus di dorong untuk membuat program yang mendukung hal tersebut. Sehingga perlu adanya sentuhan hingga lapisan masyarakat paling bawah. “Ini menjadi tantangan PKK yang memiliki posisi strategis dalam penyebarluasan kesadaran hidup sehat bagi masyarakat dengan pola sanitasi yang baik”ungkapnya.
Sementara itu Ketua Yayasan Bali Wastu Lestari Ni luh Riawati mengatakan peran perempuan dalam pembangunan sanitasi sangat penting. Menurutnya, perempuan dalam keluarga dapat menjalankan peran terhadap pendidikan kesehatan terhadap keluarga. Salah satu langkah kecil namun akan memberi dampak bersar terhadap pelestarian lingkungan adalah dengan melakukan pemilahan sampah mulai dari rumah tangga. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kerusakan lingkungan akibat sampah, utamanya sampah plastik. Karena sebagian besar jenis sampah plastik memberi dampak serius bagi kerusakan lingkungan. Dimana sampah plastik memiliki sifat yang sulit terurai dalam tanah. Bahkan perlu waktu ratusan hingga jutaan tahun agar sampah plastik benar-benar terurai. Bahkan yang lebih mengerikan lagi, jenis sampah styrofoam sama sekali tidak bisa terurai, namun jika dibakar akan meghasilkan zat berbahaya bagi kesehatan. “Mulai sekarang kita harus membangun paradigma stop menjadi
 bagian dari perusakan lingkungan tetapi menjadi bagian dari solusi penyelamatan lingkungan. Oleh karenanya peran kita semua merupakan kunci pembangunan kesehatan lingkungan” kata Luh Riawati.
Disampaikan juga, Workshop dan Pendampingan Teknis Gerakan Peduli Sanitasi dan Bank Sampah Menuju Bali Clean and Green 2014 dibagi menjadi beberapa sesi, diantaranya  Kebijakan dan Strategi Nasional dalam bidang sanitasi, Motivasi Kader Sanitasi, BIOPORI, Bank sampah, Praktik dan Simulasi pelaksanaan kegiatan Bank Sampah dan proses pembuatan kompos, serta pameran hasil daur ulang sampah plastik menjadi barang bernilai ekonomis tinggi.
Bagikan Berita Ini: