Dalam rangka pelaksanaan pilot projek dan penataan kepegawaai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangli maka Senin (16/6) Kemarin di Gedung BMB Setda Kab Bangli dilaksanakan acara Pembukaan implementasi Pelaksanaan Pilot Project Penataan Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Kab. Bangli yang di Buka secara resmi oleh Kepala Badan Kepegawaian Negara yan dalam hal ini di wakili oleh Drs. Made Arditha,Msi Selaku Kepala Kantor Legium wilayah X diantaranya NTT, NTB dan Bali. Pada kesempatan tersebut turut hadir Kepala pusat pengkajian dan penelitian Kepegawaian BKN Pusat Jakarta Ibu Dra. Ulida Lumban Toruan,Msi beserta tim, Bupati Bangli I Made Gianyar,SH.M.Hum dan Pimpinan SKPD di lingkungan Pemkab Bangli.
Dalam Sambutan pembuka Kepala BKN yang dalam hal ini di bacakan oleh Kepala Kanreg Wilayah X Provinsi Bali, NTT dan NTB Drs. Made Arditha, Msi menyampaikan Pelaksanaan Implementasi Penataan PNS berlandaskan pada Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 37 tahun 2011 tentang Pedoman Penataan Pegawai Negeri Sipil. Kegiatan ini telah terlaksana mulai tahun 2012 melalui pilot Project penataan PNS di beberapa Instansi Pusat dan daerah, hingga pada tahun 214 ini kegiatan di fokuskan pada Implementasi dari kebijakan Penataan PNS tersebut. Penataan PNS merupakan salah satu program strategis bsgi percepatan Reformasi Birokrasi yang diharapkan dapatdilaksanakan secara sistematis dan sinergis antara Penataan PNS dengan Penataan Organisasi di instansi Masing-Masing.
Ditambahkan lagi sesuai dengan ditetapkannya Undang-undang Nomor 5 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), Saat perbandingan Aparatur Sipil negara belum berdasarkan pada perbandingan antara kompetensi dan kualipikasi yang diperluka pada saat rekrutment sehingga penempatan dan promosi jabatan sesuai dan sejalan dengan tata kelola pemerintahan yang baik. Untuk mendukung kelancaran ASN ini BKN menghimbau dan mendorong seluruh instansi agar menata kembali PNS di instansi masing-masing. “Dikatakan Penataan PNS bukan hanya dari aspek Kualitas, melainkan juga dari aspek kualifikasi kompetensi sehingga jabatan yang terdapat di setiap unit kerja sesuai dengan kualifikasi dan kompetensi” imbuhnya.
Ditegaskan lagi bahwa kegiatan implementasi Penataan Pegawai Negri Sipil di lingkungan Kab Bangli adalah dalam rangka percepatan pelaksanaan Reformasi Birokrasi serta mengoptimalkan kinerja PNS serta Efisiensi anggaran belanja pegawai yang telah ada. “Kegiatan ini merupkan langkah awal untuk mewujudkan pegawai yang profesional, kompetitif sesuai dengan kebutuhan organisasi” Unkapnya.
Bupati Bangli I Made Gianyar,SH.M.Hum dalam sambutanya menyampaikan seperti kita ketahui bahwa kelancaran penyelenggaraan tugas pemerintahan dan pembangunan baik dari pusat, Provinsi Kabupaten dan sampai pada pemerintahan terdepan dari tingkat Desa sangat tergantung pada kesempurnaan aparatur Negara khususnya PNS. Untuk mencapai tjuan pembangunan Daerah Bangli yakni mweujudkan masyarakat yang sejahtera, aman, Nyaman, tentram dan berkelanjutan di perlukan Pegawai Negeri Sipil sebagai unsus apartur Negara, sebagai abdi Negara yang tangguh, Gigih, Takwa, Aspiratif dalam penyelenggaraan pelayanan secara adil dan merata kepada masyarakat yang dilandasi jiwa kesetiaan, jujur dan ketaatan pada peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Untuk melaksanakan kegiatan penataankepegawai Negeri Sipil yang tepat baik dari segi kualitas, kuantitas, komposisi maupun distribusinya secara proporsional sehingga mampu menyokong terwujudnya Visi dan Misi pemerintah daerah
menjadi kerja nyata. “Selaku Bupati Bangli, Kami sangat berbahagia karena upaya yang kami lakukan mendapat apresiasi yang sangat luarbiasa oleh BKN Pusat Jakarta” Imbuhnya.
Dengan dipilihnya Kab Bangli sebagai satu satunya kabupaten/kota di wilayah Regional X yang terdiri dari tiga Provinsi yaitu NTT, NTB dan Provinsi Bali untuk di berikan pemahaman, petunjuk dan sekaligus pelatihan panataan manajemen Pegawai Negeri Sipil sehinga tujuan Kab Bangli untuk mendapatkan komposisi Pegawai Negeri Sipil yang tepat dan berkualitas dapat terwujud. Berdasarkan data yang dapat kami sampaikan saat ini kekurangan Pegawai yang masih harus di isi di Kab Bangli antara lain untuk tenaga guru Sdsebanyak 299, Gruru SMP 201, Guru SMA 42, SMK 110, sedangkan untuk tenaga kesehatan sebanyak 356 dan Tenaga Teknis sebanyak 220 dengan total kebutuhan pegawai sebanyak 1234 orang. “Meski demikian Pegawai Negeri di lingkungan Kab Bangli telah mampu menunjukan kinerja prestasi yang cukup baik, namun secara umum masih perlu di tingkatkan baik dari segi pendidikan formal maupun pendidikan dan pelatihan frofesional sehingga nantinya pegawai negeri sipil
di lingkungan Pemkab Bangli dapat bersaing dengan PNS di seluruh wilayah Indonesia” Harapnya.
Sementara Kepala Pusat Pengkajian dan penelitian Kepegawaian BKN pusat Jakarta Ibu Dra. Ulida Lumban Toruan,Msi menyampaikan Penataan kepegawaian sangatlah perlu dilakukan karena tuntutan perubahan, dengan Perubahan yang ada kita harus menata Kepegawaian, dengan mengetahui kebutuhan pegawai di lingkungan instansi masing-masing sehingga dapat menentukan kwalifikasi dan kompetensi apa yang di butuhkan. “Mau tidak mau secara bertahap harus dilakukan perubahan Karena Undang-undang No. 5 tentang ASN sudah beralih pada prinsip Maried yaitu standar untuk rekruetmen pegawai sesuai dengan bidang dan kompetensi yang dibutuhkan” imbuhnya.
Beranda /
Berita
Pusat Informasi & Berita
Ikuti perkembangan program kerja terbaru.
Pariwisata
•
Implementasi Dalam Rangka Pelaksanaan Pilot Project Penataan Pegawai Negeri Sipil Di Kabupaten Bangli Untuk Regional Wilayah X
K
Admin Bangli
17 June 2014
•
936 Dilihat