Dalam rangka penataan dan perbaikan Infrastruktur Pasar tradisional dan Mempercantik Wajah Pasar Kayuambua Desa Tiga, maka pada harina Buda Kliwon Matal, Rabu (30/7) kemarin Bupati Bangli I Made Gianyar yang di dampingi Kadis Perindag I Nengah Sudibia menghadiri upacara medem pedagingan yang di bangun tepat berada di depan pasar. Trut hadir juga Camat Susut, tokoh adat dan masyarakat serta pedagang di Pasar Kayuambua.
Kadis Perindak I Nengah Sudibia menhatakan Dibangunnya pura melanting yang baru adalah hasil sinergi antara pemerintah dan Desa adat Tiga, Pura Melanting dibangun selain untuk memperbaiki infrastruktur secara bertahap di mulai dari kepala dalam hal ini parahyangan utamaning mandala. Sementara lokasi pura sebelumnya memang sering menjadi kendala ketika menggelar acara pujawali, selain itu areal yang cukup sempit menyulitkan masyarakat untuk melakukan kegiatan memasar yang rutin dilakukan setiap pujawali di Pura Melanting oleh masyarakat setempat. Ditambahkan lagi Pembangunan pura ini hasil sinergi masyarakat dan anggaran APBD Kab Bangli melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kab. Bangli dengan total biaya mencapai Kurang lebih Rp. 179 juta. Sudibya juga menjelaskan prosesi upacara kali ini mengambil tingkatan dari Pecaruan pamlaspas bangunan dilanjutkan dengan Mendem Pedagigan dan nuntun ida batara Melanting untuk melingga melinggih di pura yang baru dengan total biaya upacara sebesar 10 juta rupiah.
Sementar Bupati Bangli I Made Gianyar mengatakan Pembangunan Pura Melanting ini adalah Cikal Bakal dari hasil sinergi antara pemerintah Kabupaten melalui Disperindag dengan Masyarakat Desa adat Tiga terkait dengan penataan Pasar tradisional Kayuambua kedepan. “Segala sesuatu harus dimulai dari kepalanya karena kepala merupakan sumber inti sehingga untuk mengawali kita bangun dari parahyangan, diikuti dengan penataan pasar kedepan yang sesuai dengan tata kelola pasar yang baik dan benar” imbuh I Made Gianyar.
Ditambahkan lagi untuk tata kelola pasar kedepan nanti donmainya ada pada Disperindag, master plan harus dibuat, dimana dibangun pura, diman dibangun kantor, dimana dibangun Tera ulang. Sehingga proses interaksi tata kelola pasarberjalan dengan baik. Kita inginkan kedepan pasar Kayuambua ini bisa menjadi pasar percontohan di kabupaten Bangli. Pembangunan parahyangan ini memang harus bersinergi antar masyarakat dengan kedinasan, kedinasan ada karna masyarakat dan pasar ada karena masyarakat tidak perlu gontot gontottan jika ada perbedaan pemikiran mari kita duduk bersama karna pada dasarnya pemerintah ada karena masyarakat dan masyarakat ada untuk pemerintah. “Untuk perbaikan pasar Kayuambua ini apapun akan saya lakukan, marilah sinergi ini kita lanjutkan untuk dapat membangun pasar Kayuambua yang kita cintai bersama” tandas Bupati Bangli I Made Gianyar.