Untuk memaksimalkan pelayanan dan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), managemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangli, Selasa (5/8) melaksanakan study banding ke RSUD Panembahan Senopati, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut pasca ditetapkanya RSUD Bangli sebagai rumah sakit berklasifikasi kelas B oleh Kementerian Kesehatan RI per 6 Mei 2014, sesuai dengan SK Menteri Kesehatan RI Nomor HK.02.03/0838/2014. Kedatangan rombongan RSUD Bangli di RSUD Panembahan Senopati, diterima langsung oleh Direktur RSUD Panembahan Senopati dr. I Wayan Sudana, M.Kes beserta sejumlah pejabat struktural di Aula B RSUD Panembahan Senopati.
Plt. Direktur RSUD Bangli dr. Wayan Sudiana, M.Kes mengatakan, tujuan dari study banding ini adalah untuk mempelajari lebih dalam acuan pengembangan Sistem Pelayanan dan Manajemen Rumah Sakit, untuk meningkatkan pengelolaan sistem manajemen rumah sakit yang terpadu dan terkontrol, mewujudkan transparansi untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas layanan serta perbaikan kinerja pelayanan agar tercipta manajemen operasional rumah sakit yang melayani. Apalagi menurutnya, program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang merupakan program pemerintah pusat, sehingga harus dilaksanakan secara utuh oleh seluruh rumah sakit pemerintah. Oleh karenanya, diperlukan suatu mekanisme sistem pelayanan yang komprehensif dan terintegrasi.
Selain untuk mempelajari sistem pelayanan dan manajemen rumah sakit, hal yang tidak kalah penting dari study banding ini adalah untuk sharing pengalaman dan diskusi tentang inovasi serta tantangan yang akan dihadapi rumah sakit untuk memenuhi kepuasan konsumen yang dalam hal ini masyarakat. Sehingga RSUD Bangli kedepan bisa memberikan pelayanan yang lebih prima kepada masyarakat Bangli. Terlebih saat ini RSUD Bangli sedang membangun kekhasan dan keunggulan pelayanan, sehingga bisa membedakan RSUD Bangli dengan rumah sakit lainnya di Bali, seperti halnya RSUD Panembahan Senopati yang memiliki kekhususan pelayanan Poliklinik pagi dan sore hari untuk semua jenis pelayanan.
Bahkan, lanjut Wayan Sudiana, kepercayaan masyarakat Bangli khususnya untuk mempercayakan kesehatannya di RSUD Bangli terus meningkat dari tahun ke tahun. Terbukti tahun 2013 lalu RSUD Bangli mampu mendongkrak pundi-pundi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bangli mencapai angka Rp 28 Milyar dan tahun 2014 ini, kita mentargetkan RSUD Bangli mampu menyumbang RP 35 Milyar untuk menunjang PAD Bangli.
Lebih lanjut Wayan Sudiana menjelaskan, dipilihnya RSUD Panembahan Senopati sebagai tujuan study banding, tidak lepas dari kesamaan status yang dimiliki, yakni sama-sama menyandang klasifikasi rumah sakit bertipe B oleh Kementerian Kesehatan RI. Terlebih RSUD Panembahan Senopati sudah jauh lebih dulu menyandang predikat tersebut sejak tahun 2007. Disamping itu RSUD Panembahan Senopati juga memiliki struktur organisasi manajemen dan sistem pelayanan yang sudah terbukti baik, yakni memiliki satu Direktur yang dibantu oleh Wakil Direktur dan pejabat struktural lainnya sesuai dengan klasifikasi rumah sakit kelas B. Hal ini sejalan dengan rencana pengembangan struktur organisasi di RSUD Bangli. Oleh karenanya, kita tidak ragu untuk mengikuti jejak RSUD Panembahan Senopati sebagai bagian dari upaya memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat. “Kita tidak pernah malu untuk meniru sesuatu yang baik, karena sesuatu yang baik ini akan membawa kita kearah yang lebih baik jugaâ€Âterangnya.
Dikatakan juga, saat ini RSUD Bangli dilengkapi oleh 203 tempat tidur. Terbagi menjadi beberapa kelas, seperti VVIP, VIP, kelas I, kelas II, kelas III dan non kelas. Sedangkan pelayanan rawat jalan di Poliklinik yang ditangani oleh dokter spesialis, diantaranya, Bedah, Interna, Anak, Kebidanan dan Kandungan, THT, Mata, Syaraf, Jiwa, Gigi dan Mulut, Anastesi, Orthopedi dan pengembangan Spesialis Kulit Kelamin. Selain itu, untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi pasien dan pengunjung, RSUD Bangli juga telah dilengkapi dengan CCTV yang ditempatkan di beberapa titik strategis. “Ini merupakan upaya kita untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Sekarang masyarakat Bangli bisa datang dan melihat langsung bahwa RSUD Bangli sudah berbenah dengan pelayanan yang lebih profesionalâ€Âucapnya.
Sementara itu Direktur RSUD Panembahan Senopati dr. I Wayan Sudana, M.Kes pada kesempatan itu menyampaikan, pihaknya menyambut antusias kedatangan rombongan RSUD Bangli di RSUD Panembahan Senopati. Melalui study banding ini akan banyak sekali manfaat yang akan didapatkan kedua belah pihak. Karena keduanya bisa berbagi pengalaman dan berdiskusi tentang permasalahan dan keunggulan dimasing-masing rumah sakit. Kita berharap silahturahmi ini bisa tetap terjalin, apalagi sebelumnya manajemen RSUD Panembahan Senopati juga telah melakukan study banding ke RSUD Bangli untuk mempelajari aplikasi pengelolaan limbah dengan biosystem. “Sistem pengelolaan limbah ini sudah kita terapkan di RSUD Panembahan Senopati. Hasilnya pun sangat memuaskanâ€Âterangnya.