Rapat Koordinasi Dewan Penangulangan Rabies Kabupaten Bangli
Beranda / Berita

Pusat Informasi & Berita

Ikuti perkembangan program kerja terbaru.

Pariwisata

Rapat Koordinasi Dewan Penangulangan Rabies Kabupaten Bangli

K
Admin Bangli
03 September 2014
388 Dilihat
Rapat Koordinasi Dewan Penangulangan Rabies Kabupaten Bangli
Dalam upaya penanggulangan Rabies di kabupaten Bangli dan menghambat tingginya populasi Anjing yang sudah mencapai angka empat puluh tiga ribu lebih, Melalui Dinas P2 Kab. Bangli (3/9) kemarin di ruang rapat Kantor Bupati Bangli digelar rapat koordinasi antara yang di buka langsung oleh Bupati Bangli dalam hal ini selaku ketua Dewa penanggulangan Rabies di Kab Bangli. Acara yang membahas tentang upaya pencegahan Rabies di Kabupaten Bangli di hadiri oleh Kepala Dinas Peternakan dan kesehatan Hewan Provinsi Bali Ir. I Putu Sumantra, M.APP.Sc, Unsur Muspida, SKPD Terkait, Camat dan ajelis Madya Kabupaten Bangli.
Dalam laporan Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan darat Kabupaten Bangli, Made Alit Parwata menyampaikan Permasalahan yang timbul saat ini Bahwa Kondisi populasi anjing di Kabupaten bangli sudah mencapai angka empat puluh tiga ribu lebih, denga kasus gigitan yang trennya semakin meningkat, Banyaknya anjing liar an anjing yang diliarkan, Pendanaan yang terbatas kesadaran masyarakat akan memelihara anjing dengan baik sangatlah rendah, Kondisi tersebut semakin dipersulit dengan adanya persediaaan VAR dan SAR untuk kasus gigitan yang beresiko tinggi sudah sangat terbatas dan jarang di temukan, kalaopun ada harganya sangat mahal. Harga untuk satu vaksin SAR mencapai harga 16 juta, pemberian vaksin untuk 15 kilo berat badan membutuhkan satu vaksin. Kondisi ini menjadi salah satu permasalahan yang membutuhkan tindakan cepat, langkah pertama yang bisa dilakuka adalah dengan elimiasi anjing liar yang populasinya sudah meningkat drastis mencapai angka empat
 puluh tiga ribu lebih Sedangkan cakupan vaksinasi baru mencapai 87%, untuk kasus gigitan resiko tinggi 70 kasus dan Posistif rabies 6 kasus.
Sementara Kadis Peternakan dan kesehatan hewan Provinsi Bali Ir.  I Putu Sumantra menyampaikan apresiasi kepada Bupati Bangli yang secara langsung bisa serta dala rapat Koordinasi penanggulangan Rabies. Beberapa tahun sebelumnya dengan bekerjasama dengan kabupaten kota se bali kasus Rabies sudah sempat ditekan di tahun 2010 sudah dilakukan vaksinasi massal agar anjing sehat dan asyarkatnya terlindung. Sedangkan seiring berjalannya waktu saat ini kasus rabies kembali meningkat drastis. Permaslahan yang lebih parah lagi ketersiediaan VAR sudah sangat terbatas apalagi stok SAR yang sudah susah ditemukan di Provinsi Bali. Untuk saat ini kasus rabies di Provinsi Bali sudah 147 orang meninggal karena rabies dan kasus tersebut menjadi tertinggi di Bali. Dengan kondisi tersebut dibutuhkan tindakan yang konprehensif, salah satunya adalah dengan melakukan eliminasi anjing liar dibantu oleh tim pengamanan baik dariKepolisian dan TNI. “ lebih baik menyelamatkan
 Manusia daripada menyelamatkan hewan yang membawa penyakit unuk masyarakat” tandas Sumantra.
Semetara Bupati Bangli I Made gianyar menyampaikan dengan adanya kasus yang terjadi di9 Bali dan Bangli khususunya penelitian juga terus dilakukan. Dari aspek keagamaan manusia juga adalah mahluk ciptaan tuhan Yang Maha Esa beitu juga dengan Hewan dan anjing, awal dari terciptanya bumi manusia adalah mahluk terakhir yang diciptakan tuhan, sehinga manusia menjadi mahluk yang paling sempurna dengan meiliki Tri Pramana, Sabda Bayu dan Idep. Saat ini permasalahan yang kita hadapi yaitu Anjing Gila yang dikenal dengan Rabies adalah permasalahan yang cukup prioritas yang membahayakan Umat manusia. Penanganan yang paling ideal adalah bagaimana anjingnya bisa sehat dan manusianya selamat, mengingat Kabupaten Bangli sudah memiliki trah khusus yang sudah diakui dunia sehingga perlu juga menjadi perlindungan kita untuk tah tersebut. Dengan kondisi itu peranan dinas P2 menjadi lebih berat sehingga perlu dilakukan tindakan yang mengedukasi masyarakat untuk Budidaya
 yang baik dan sehat baik dari segi pemeliharaan dan penentuan bibit yang benar benar asli Khas anjing kintamani yang bernilai tinggi agar bisa tetap menjadi kebanggaan Kab Bangli. “Jika langkah pertama sudah tidak bisa dilakukan maka kayaknya akan lebih baik anjingnya yang di eliminasi dari pada mengancam umat manusia” tandas I Made Gianyar.
Majelis Madya Kabupaten Bangli I Made Rijasa menyampaikan menjaga keseimbangan alam adalah salah satu konsep kehidupan dalam beragama kondisi saat ini sudah jelas menyatakan anjing sudah mencapai over populasi dimanan keadaan tersebut sudah tidak membuat alam tidak seimbang, disamping itu pengembangan dan budidaya yang tidak sesuai dengan aturan kesehatan juga menjadi penyebabnya sehinga dari Majelis madya Desa Pkraman Kab Bangli sangat mendukung program untuk melakukan eliminasi yang secara nyata telah mengancam masyarakat. Ditambahkan lagi perlu dilakukan regulasi dengan perarem minimalnya atau awig-awig Desa sehingga masyarakat lebih meningkat kesadaranya untuk memelira anjing dengan aturan dan prosedur pemeliharaan hewan yang sesuai intruksi dinas kesehata.
Bagikan Berita Ini: