Setelah melewati proses penilaian dari Kementerian Perhubungan di bidang Wahana Tata Nugraha yang dilaksanakan pada bulan Juli dan bulan Agustus, akhirnya (10/9) kemarin di gedung kementerian perhubungan KOM INFO RI, digelar acara penyerahan anugrerah dibidang Wahana Tata Nugraha (WTN) se-Indonesia, diserahkan langsung oleh Menteri Perhubungan RI. Evert Ernest Mangindaan (TNI Purnawirawan) yang diterima oleh kabid Angkutan I Nyoman Parbi, Dinas Perhubungan Kom Ifo Kab Bangli.
Kepala Dinas Perhubungan Gede Arta yang ditemui awak media di ruang kerjanya membenarkan kalalu Kabupaten bangli kembali mendapatkan penganugrahan dibidang Wahana Tata Nugraha (WTN) untuk yang ke lima kalinya berturut-turut meskipun baru bisa sampai pada urutan ke dua Pihaknya cukup berbangga. Pada hakekatnya penilaiaan dari WTN meliputi beberapa aspek diantaranya bagaimana suatu daerah dalam hal ini Kabupaten Bangli mampu menunjukkan keamanan, ketertiban berlalulintas dalam artian, kecilnya angka kecelakaan serta ketaatam masyarakat terhadap hukum dan peraturan berlalulintas menjadi hal yang sangat penting dalam penilaian WTN. Gede Arta menambahkan Ketaatan pada peraturan berlalulintas tidaklah cukup, dinilai juga sarana prasarana penunjang lainnya seperti kondisi jalan, rambu-rambu, marka jalan, Gadril, angkutan umum, parkir, terminal dan alat uji. “Hal yang paling mendasar dalam penilaian Wahana Tata Nugraha untuk bisa masuk di predikat pertama adalah bagaimana kerjasama lintas sektoral antara Dinas Perhubungan dengan Muspida dan Pemerintah daerah utuk dapat memberi dukungan baik material non material dalam upaya mewujudkan kelancaran dalam berlalulitas” Jelas Gede Arta.
Permasalahan yang kita hadapi saat ini adalah kenapa kita tidak bisa mencapai peringkat pertama...? salah satunya dikarenakan kondisi terminal yang kita miliki masih sangat sembraut akibat musibah kebakaran yang menimpa pasar kidul ditahun 2012 lalu, sehinga untuk sementara terminal tersebut digunakan sebagai pasar darurat yang mengakibatkan terminal tidak bisa berfungsi sebagaimana yang diperuntukkan. Berikutnya dukungan perlengkapan dan prasarana pendukung lainnya baik untuk marka jalan Khususnya rambu-rambu dan Trafik light umurnya sudah puluhan tahun yang sering mengalami gangguan, untuk dapat menciptakan kelancaran dalam berlalulintas, salah satunya rambu harus selalu berjalan baik dan normal. Gede Arta menambahkan pihaknya telah melakukan Langkah langkah mengajukan profosal ke kementerian Perhubungan RI melalui Bapak Bupati Bangli untuk bisa mendapat bantuan tersebut, mudah mudahan di tahun 2015 kita bisa mendapatkannya.
Ditanya dampak dari penghargaan Wahana Tata Nugraha bagi Kabupaten sendiri, Gede arta mengatakan dampaknya sangatlah besar WTN selain untuk dapat menciptakan suasana nyaman dan kelancaran dalam berlalulintas, semakin besar tropi atau penghargaan yang kita dapat katakanlah peringkat pertama, akan sangat berpengaruh pada bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari kementerian perhubungan. Kalau kita misalkan tidak dapatkan penghagaan itu maka “DAK” akan dipertimbangkan karena dinilai terus layak tidaknya suatu daerah untuk mendapatkannya. Oleh Karena itu sangatlah penting penghargaan WTN ini kita dapat karena dana tersebut akan diperuntukan untuk membangun prasarana baik itu marka jalan rambu dan lainya. “Intinya sekali Penghargaan wahana Tata Nugra ini bukanlah untuk mencari penghargaan semata akan tetapi yang lebih penting adalah bagaimana menciptakan ketertiban dan kelancaran dalam berlalulintas untuk keselamatan bersama” tandas Gede Arta.
“Kedepan kepada Pemerintah daerah Gede Arta mengharap untuk dapat meningkatkan prestasi yang kita peroleh selama lima kali berturut-turut dapat kita tingkatkan lagi, mungkin salah satu upaya yang dilakukan adalah bagaimana mewujudkan terminal yang kita miliki dapat berfungsi kembali sesuai dengan peruntukkannya karena memiliki poin yang cukup signifikan tentunya dengan percepatan renovasi dari pasar kidul dan para pedagang segera bisa pindah ke pasar kidul” harapnya.