Bupati Bangli I Made Gianyar Resmikan Program Gerbang Gita Santi Di Sepuluh Desa,Di Kecamatan Kintamani Ditandai Dengan Peletakan Batu Pertama
Beranda / Berita

Pusat Informasi & Berita

Ikuti perkembangan program kerja terbaru.

Pariwisata

Bupati Bangli I Made Gianyar Resmikan Program Gerbang Gita Santi Di Sepuluh Desa,Di Kecamatan Kintamani Ditandai Dengan Peletakan Batu Pertama

K
Admin Bangli
18 September 2014
1,533 Dilihat
Bupati Bangli I Made Gianyar Resmikan Program Gerbang Gita Santi Di Sepuluh Desa,Di Kecamatan Kintamani Ditandai Dengan Peletakan Batu Pertama
Dalam rangka perceptan pembangunan di Pedesaan dengan pola pemberdayaan dan pastisipasi masyarakat dengan motto membangun Bangli dari Desa dan membangun Desa dari keluarga. Sejalan dengan itu Bupati Bangli I Made Gianyar.SH.M.Hum Melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Kabupaten Bangli dengan fasilitator Pemberdayaan Kabupaten Bangli, Rabu (17/9) kemarin melaksanakan peresmian Program Gerbang Gita Santi (GGS) di sepuluh Desa Kecamatan Kintamani yang ditandai dengan peletakan batu pertama. Dalam peresmian Program tersebut turut hadir Kepala BPMD Kabupaten Bangli, Camat Kintamani, Fasilitator Program GGS dan dinas terkait.
Kepala Badan BPMD Kabupaten Bangli A A. Riana Putra menyampaikan Program ini adalah program partisipatif yang diberi nama Program Gerbang Gita Santi (GGS), program ini adalah program yang sangat mulia, dicetuskan oleh Bupati Bangli terkait dengan isu-isu yang ada di masyarakat, dimana masih banyak usulan musrenbangdes yang belum terdanai berupa pembangunan infrastruktur yang belum bisa di akomodir oleh dana ADD dan bantuan serupa lain yang mengutamakan skala prioritas serta perengkingan kebutuhan. Lanjut A.Riana Putra menyampaikan program GGS ini sangat aspiratif mengadopsi dari Program PNPM Mandiri hanya saja polanya berbeda, PNPM sumber dananya berasal dari paduan dana luar negeri, sedangkan GGS berasal dari dana APBD anggaran Induk berupa dana Hibah dimana dana yang diberikan sesuai dengan jumlah Desa yang ada. “Untuk Kecamatan Kintamani mendapat jatah empat Milyar sedangkan untuk Kecamatan Tembuku Susut Bangli masing-masing mendapat dua milyar”
 terang riana Putra. 
Maksud dan tujuan dari Program Gerbang Gita Santi (GGS) adalah untuk menyikapi permasalahan yang ada didesa dengan aturan ruang lingkup antara lain pembangunan infrastruktur Jalan Desa/lingkungan dengan partisipasi masyarakat sebanyak 25% dari RAB, Jalan Setapak 25% dari RAB, Prasarana pasar 40% dari RAB, Air bersih 40% dari RAB, Irigasi 40%, Sarana olah raga 40% dan bangunan sosial lainnya 50% yang non tempat suci.
Lebih lanjut Riana Putra menyampaikan peletakan batupertama yang dilaksanakan hari ini di Kecamatan Kintamani menyasar sepuluh desa, diawali dari Desa Catur dengan Program Rabat Beton. Dana yang di berikan dari program GGS sebesar 150 Juta dari RAB 200 Juta. Berikutnya Desa Pengejaran masih Rabat beton, Desa Blantih berupa pembuatan Bak air bersih dengan dana GSS 117 Juta dari RAB 178 juta lebih. Berikutnya Desa Kintamani tepatnya Dusun Wana Sari, dibangun Bak air bersih dengan dana GGS 58 juta dari RAB 96 juta lebih. Begitu juga desa  Bayung Gede, Desa Bonyoh, Desa Sekardadi, Desa Gunung Bau, dan desa Awan yang nilainya berpariatif.
Sementara itu Bupati Bangli I Made Gianyar menyampaikan motto pembangunan yaitu membangun Bangli dari Desa dan membangun Desa dari keluarga di implementasikan dengan pemberdayaan masyarakat ditingkat Pedesaan. Dari Awal Menjabat sebagai Bupati pihaknya sudah berkomitmen akan menyalakan lilin-lilin kecil di Desa, dengan cara mematikan lampu besar di Kabupaten dan menyalakan lilin di seluruh Desa di Kabupaten Bangli. Spritnya adalah pemberdayaan, yaitu memecahkan persoalan yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur langsung ditingkat Desa. “karna Bupati menginginkan segala sesuatu bisa lebih efektif dan efisien, Kalau permasalah bisa diselesaikan di Desa buat apa ke Kabupaten hannya menambah biaya operasional saja” jelasnya made Giannyar.
Menjawab permaslahan tersebut Dana ADD sudah di gelontorkan untuk mempercepatan pembangunan di pedesaan yang peruntukkannya mengacu pada Perbup yaitu empat pilar pembangunan diantaranya Kesehatan, Pendidikan, Ekonomi dan lingkungan hidup. Disamping ADD yang sudah banyak ke-desa, pembangunan pemberdayaan masyarakat pedesaan ditingkatkan lagi melalui program Gerbang Gita Santi (GGS) dimana program ini hadir untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang belum bisa terakomodir baik oleh ADD dan PMPN Mandiri karena dana PNPM secara bertahap jumlahnya terus diturunkan sampai akhirnya samapai nol menjadi Mandiri. Oleh karena itu GGS hadir dirancang sebagai program partisipatif yang dapat diperuntukkan membangun infrastruktur jalan, gedung olah raga pasar dan prasarana umum lainnya yang non tempat suci. 
Hari ini kita sudah lakukan peletakan batu pertama dibeberapa Desa yaitu Catur, Pangejaran, Daup dan sekarang di Desa Kintamani dengan Kubang air yang menurut desa setempat rencana pembuatannya sudah disepakati dari beberapat tahun lalu akan tetapi belum bisa di danai oleh dana ADD dan PMPN karna perengkingannya masih di bawah. “Saya bersyukur dari Dana GGS saat ini sudah bisa di bangun bak air bersih, Pemerintah melalui program GGS telah menyiapkan uang tunai yang sesuai aturan pembangunan bak air bersih adalah enam puluh persen dari GGS dengan nilai lima puluh delapan juta rupiah dari RAB dan empat puluh persennya adalah partisipatif swadaya masyarakat dengan bergotong royong dan lainnya” tandas made Gianyar.
“Dengan dilaksanakannya program GGS ini kedepan diharapkan mampu memperkuat dan mempercepat pembangunan di Desa sesuai dengan cita-cita saya, hidupnya lilin kecil di seluruh Desa Kabupaten Bangli” Ucap made Gianyar
Made Gianyar menekankan kedepan program ini akan terus dilaksanakan. Kalau Kabupaten Bangli bisa meningkatkan PAD semenjak saya baru menjabat tahun 2010 sebesar 17 milyar dan di tahun 2015 dirancang menjadi 80 milyar, maka program GGS ini akan terus tetap berjalan, alokasi danannya juga harus ditingkatkan. “Dengan Pemberdayaan partisipatif masyarakat, diharapkan dapat dimanfaatkan dan dikelola dengan sebaik-baiknya, mudah-mudahan dapat memercepat pembangunan diseluruh Kabupaten bangli” Pungkasnya.
Bagikan Berita Ini: