Pelatihan Loka Bina Karya (LBK) dan Praktek Belajar Kerja (PBK) merupakan sarana rehabilitasi social luar panti bagi penyandang masalah kesejahteraan sosial khususnya penyandang disabilitas (cacat), sehingga mereka dapat melaksanakan fungsi sosialnya dalam segala aspek kehidupan masyarakat. Demikian dikatakan Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disosnakertras) Kabupaten Bangli Drs. Nengah Sukarta, saat penutupan LBK dan PBK di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Bangli, Senin (22/9). Acara ini juga dihadiri oleh Kadis Sosial Provinsi Bali Drs. I Nyoman Wenten dan penyandang disabilitas peserta pelatihan.
Lebih lanjut Nengah Sukarta menyampaikan, penyelenggaraan LBK dan PBK bagi penyandang disabilitas di Kabupaten Bangli terlaksana berkat kerjasama antara Disosnakertrans Kabupaten Bangli dengan Dinas Sosial Provinsi Bali. Palatihan sendiri berlangsung selama 3 bulan, dimana pembukaanya sudah berlangsung pada tanggal 5 Juni sampai dengan 15 September 2014. Menurut Nengah Sukarta, kegiatan ini memiliki peran yang sangat strategis dalam upaya memberdayakan para penyandang disabilitas, melalui kegiatan terpadu antara masyarakat dan pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas kesejahteraan penyandang disabilitas.
Lebih lanjut Nengah Sukarta menjelaskan, saat ini jumlah orang dengan kecacatan di Kabupaten Bangli mencapai 1599 orang. Namun melalui kegiatan ini baru bisa tersentuh sebanyak 15 orang. Oleh karenanya, kegiatan seperti ini akan terus kita upayakan, sehingga tujuan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1997 bisa tercapai, yakni penyandang disabilitas tidak terabaikan. Dalam pelatihan LBK dan PBK ini, peserta diajarkan keterampilan menjahit.
Sementara itu Kepala Dinas Sosial Provinsi Bali Nyoman Wenten pada kesempatan itu menyampaikan, dasar dari kegiatan ini adalah DPA Dinas Sosial Provinsi Bali Tahun Anggaran 2014. Kegiatan ini merupakan yang kelima kalinnya setelah LBK di Kab. Gianyar, Tabanan, Buleleng dan Jembrana yang merupakan tindak lanjut dari hasil Unit Pelayanan Sosial Keliling (UPSK) yang telah dilaksanakan pada tahun sebelumnya. Termasuk juga bantuan alat bantu penyandang cacat seperti kursi roda, tongkat ketiak, tripot dan hearing head yang telah diserahkan sebelumnya.
Dikatakan juga, peserta kegiatan LBK dan PBK di Kabupaten Bangli sebanyak 15 orang, terdiri dari cacat tubuh dan tuna rungu wicara. Sedangkan tindak lanjut dari terselesaikannya pelatihan ini, peserta diberikan bantuan hibah barang berupa mesin jarit, mesin obras, mesim mebuat lubang kancing, mesin membuat kancing serta perlengkapan menjarit. Kita berharap melalui kegiatan ini, penyandang disabilitas tidak lagi dianggap tidak produktif dan terpnggirkan, melainkan mampu berkarya untuk menghasilkan sesuatu”harapnya.