Bupati Bangli I Made Gianyar, SH.,M.Hum didampingi sejumlah pimpinan SKPD Kabupaten Bangli, Jumat(26/9) kembali melaksanakan Gerakan Pembangunan Desa Sistem Gotong Royong (Gerbangdessigot) di Desa Selat Peken, Kecamatan SusutBangli. Gerbangdessigot merupakan kegiatan rutinitas bulanan Bupati Bangli bersama jajaran turun ke desa untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.
Bupati Bangli I Made Gianyar pada kesempatan itu menyampaikan, ciri dari pelaksanaan Gerbangdessigot adalah pengalokasian dana yang besar ke desa. Salah satunya adalah Alokasi Dana Desa (ADD) dan Gerbang Gita Santi. Menurut Bupati asal Desa Bunutin Kintamani ini, ADD yang dikucurkan ke desa, rata-rata diatas 500 juta, bahkan ada desa yang mendapatkan diatas 1 milyar, tergantung jumlah penduduk dan luas wilayah. Program Gerbang Gita Santi juga merupakan program yang diberikan dalam bentuk hibah yang diarahkan kepada kelompok masyarakat desa untuk kegiatan-kegiatan pembangunan, peningkatan dan pemeliharaan infrastruktur desanon tempat suci. Program ini sejenis dengan program PNPM Mandiri Pedesaan pusat, dengan pola yang berbeda versi Kabupaten Bangli. Dalam Gerbang Gita Santi ini, lanjut Made Gianyar, desa dituntut mampu mengidentifikasi masalahnya didesa, dan menuagkannya dalam bentuk proposal. Maksimal dana yang bisa diakses dalam Gerbang Gita Santi mencapaiRp 200 juta.
Lebih lanjut Bupati Made Gianyar mengatakan, semenjak diberlakukan sejak 2011, atau kurang dari setahun semenjak dirinya dilantik menjadi Bupati Bangli didampingi Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta, kebijakan pengalokasian ADD yang besar kedesa, cukup dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Betapa tidak, banyak kegiatan bisa dilakukan desa, utamannya pembangunan fisik maupun non fisik yang didanai melalui ADD. Kata Made Gianyar, desa merupakan ujung tombak pembangunan, jika Bangli mau maju, desa-desanya terlebih dahulu harus dimajukan. Gerbangdessigot merupakan model pembangunan yang mengedepankan partisipasi masyarakat, sesuai dengan visi pembangunan Bangli, yakni Membangun Bali Dari Bangli, Membangun Bangli Dari Desa dan Membangun Desa Dari Keluarga. “Kita berharap, Gerbangdessigot secara bertahap mampu mengatasi berbagai permasalahan di Kabupaten Bangli”harapnya.
Gerbangdessigot yang dipusatkan di balai serbaguna desa setempat, diawali dengan kegiatan gotong royong bersama masyarakat. Dilanjutkan dengan Persmian Pengaspalan jalan menuju desa selat kaja kauh, dilanjutkan dengan kunjungan ke rumah warga penerima Bedah rumah, Pengerajin bambu dan meninjau jalan Rabat Beton dari ADD dilanjutkan denganpembukaan Taman Gita Santi. Dalam acara Gerbangdessigot ini Bupati Bangli Made Gianyar juga menyerahkan dana Gerbangdessigot sebesar Rp 100 juta kepada perbekel Desa Selat I Wayan Windu Arnawa, penyerahan bantuan sembako oleh B3S Kab Bangli kepada Wayan Lasti, Nyoman Kendri, I Wayan SantaI Ketut Silib Wayan Lacur, bantuan bedah rumah Disosnakertras Kab Bangli kepada I Wayan Tunggal.
Sementara itu perbekel Desa Selat I Wayan Windu Arnawa, menyampaikan, pihaknya sangat menyambut antusias pelaksanaan Gerbangdessigot di Desa Selat Peken. “Program ini sudah lama dinanti-nanti oleh masyarakat, karena dalam Gerbangdessigot masyarakat bisa bertatap muka langsung dengan bupati dan jajarannya, dan menyampaikan keluh kesah secara langsung. Jadi ini adalah program yang sangat merakyat”ungkapnya. Sembari menambahkan, dalam program Gerbangdessigot kali ini, seluruh SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangli melaksanakan pelayanan system jemput bola. Diantaranya, Dinas BLH pendistribusian 50 bibit tanaman durian, 100 pohon mahoni dan 50 bibit manggis, Bantuan lubang bio Pori, Bagian Ekonomi Pembinaaan kepada LPD desa pakraman Selat, Dinas PU pengadaan Perbaikan Jalan Lingkungan Selat Kaja Kauh, Badan Pemberdayaan Permpuan dan KB mengadakan Pembinaan kepada ibu-ibu dan KDRT, Dinas Tata Kota ebersihan lingkungan, Kantor Perpustakaan melakukan pembinaan kearsipan, Inspektoratmelakukan pembinaan Iontern (SPI) dan masih banyak lagi oleh masing-masing SKPD sesuai Bidangnya masing-masing.