Workshop Serati Banten Bedah Makna Filosofi Banten Penglukatan Dan Bayuh Oton
Beranda / Berita

Pusat Informasi & Berita

Ikuti perkembangan program kerja terbaru.

Pariwisata

Workshop Serati Banten Bedah Makna Filosofi Banten Penglukatan Dan Bayuh Oton

K
Admin Bangli
22 October 2014
1,301 Dilihat
Workshop Serati Banten	 Bedah Makna Filosofi Banten Penglukatan Dan Bayuh Oton
Untuk lebih memaknai filosofi, serta menyeragamkan tata titi bebantenan, Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kabupaten Bangli bekerjasama dengan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Bangli, Selasa (21/10) menggelar pelatihan serati banten. Acara yang digelar di ruang rapat Dinas Pertanian, Perkebunan dan Perhutanan P3 Kabupaten Bangli menghadirkan narasumber Ketua PHDI Bangli Nyoman Sukra dan perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Bangli.
 
Ketua WHDI Kabupaten Bangli yang juga ketua panitia penyelenggara Ny. Sariasih Sedana Arta mengatakan, materi yang diberikan dalam pelatihan bebantenan ini diantarannya pemahaman akan makna filosofi banten penglukatan dan bayuh oton. Dikatakan juga, tujuan dari workshop ini adalah untuk menyeragamkan persepsi tentang tata titi bebantenan yang baik dan benar serta sesuai dengan yadnya yang dilaksanakan.
Menurut istri Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta, tema yang diangkat dalam pelatihan ini sangat sederhana, namun mengandung arti yang sangat dalam. Karena menurutnya, banten bukan hanya bersifat dekoratif yang hanya dipandang sebagai seni semata, namun didalamnya terkandung sastra, etika serta makna yang sangat dalam.
Lebih dalam Sariasih Sedana Arta menyampaikan, banten bukanlah hasil seni yang bisa dipergunakan sembarangan. Seperti contoh banten rosan pelukatan, banten ini tidaklah digunakan sehendak hati, namun harus betul-betul digunakan sesuai dengan tingkatan upakara yadnya. Urutannya pun harus sesuai dengan anggah ungguh yang pasti sesuai dengan tuntunan sastra.
Dikatakan juga, peserta dari pelatihan ini adalah 12 orang anggota PKK perwakilan WHDI se Kabupaten Bangli. Melalui pelatihan ini Sariasih Sedana Arta berpesan agar peserta bersungguh-sungguh dalam mengikuti pelatihan. Sehingga mereka bisa menyerap pelajaran dengan baik. “Kita berharap  dengan materi yang disampaikan, peserta dari workshop ini nantinya saat terjun di masyarakat, bisa menjalankan fungsi dan perannya sebagai wanita Bali, baik itu dalam kegiatan adat maupun keagamaan”harapnya.
Bagikan Berita Ini: