Selain kopi arabika kintamani yang sudah menembus pasar eksport, Bangli juga dikenal memiliki berbagai macam hasil pertanian ungggulan. Salah satunya adalah jeruk Kintamani yang juga sudah menembus pasar lokal Bali maupun nasional. Untuk lebih memperkenalkan produk lokal ini, Pemerintah Kabupaten Bangli bekerjasama dengan International Cooperation and Development Fund (ICDF) Taiwan, Rabu (22/10) menggelar Bangli Festival Jeruk 2014. Festival yang dipusatkan di Sentra Perkebunan Jeruk One Village One Product (OVOP) Desa Tiga, Susut Bangli, dibuka oleh Bupati Bangli I Made Gianyar, SH.,M.Hum. Acara ini juga dihadiri oleh pimpinan ICDF Taiwan Indonesia Lim Yen Chin, Forkompinda Kabupaten Bangli, pimpinan SKPD Kabupaten Bangli dan kelompok tani binaan OVOP Desa Tiga.
Ketua panitia penyelenggara Jhon Lee mengatakan, konsep dari penyelenggaraan Bangli Festival Jeruk adalah untuk mempromosikan potensi Kabupaten Bangli di kancah internasional, tidak saja dari keindahan alam dan kultur budayanya, tetapi juga berbagai hasil pertanian dan perkebunannya agar lebih dikenal dunia luar. Menurutnya, festival ini juga merupakan media yang tepat untuk mempertemukan petani jeruk, pembeli jeruk dan pedagang jeruk baik lokal maupun dari luar daerah untuk datang ke Bangli melihat langsung pameran aneka jenis jeruk dengan kwalitas kelas satu. Dengan begitu jeruk Kintamani akan lebih dikenal dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi.
Lebih lanjut Jhon Lee menyampaikan, Bali khususnya dikenal sebagai daerah destinasi pariwisata dunia. Momentum inilah yang coba kita manfaatkan untuk menarik wisatawan agar datang ke Bangli. Kita ketahui bersama, pariwisata Bali memang sudah mendunia. Namun kenyataanya perkembangan pariwisata di Bali belum merata. Pembangunan pariwisata di Bali masih terfokus di Bali selatan. Oleh karenanya, melalui momentum ini kita ingin memperkenalkan pariwisata Bangli dengan bentang alam yang indah, kultur budaya masyarakat yang masih kental serta hasil bumi yang melimpah. Sehingga dalam Bangli Festival Jeruk yang pertama ini, kita coba memperkenalkan tidak hanya sebatas hasil pertanian jeruk tetapi juga aneka jenis makanan olahan jeruk seperti bolu jeruk, pia jeruk dan selai jeruk. Lanjut dia, untuk lebih menyemarakkan penyelenggaraan Bangli Festival Jeruk 2014, pihaknya juga menggelar berbagai perlombaan, seperti lomba melukis jeruk pada media sterofom, lomba gebogan jeruk dan membuat olahan makanan berbahan dasar jeruk serta pameran hasil pertanian. “Ini akan kita jadikan festival tahunan. Tentunya dengan penyelenggaraan yang lebih besar dan meriah di tahun mendatang”ucapnya.
Sementara itu Bupati Bangli I Made Gianyar menyampaikan, jeruk Kintamani merupakan roh pertanian di Kabupaten Bangli selain kopi. Oleh karenanya, hasil jeruk memegang peranan penting bagi perekonomian masyarakat Bangli. Kerjasama Pemerintah Kabupaten Bangli dengan ICDF Taiwan melalui program OVOP, selama ini dirasa cukup meningkatkan hasil pertanian khususnya jeruk. Seperti contoh, tanaman jeruk yang awalnya hanya memiliki masa produktif empat kali panen, setelah adanya OVOP umur tanaman jeruk lebih panjang dan produktif. Dari segi buah jauh lebih besar dan manis serta pola budidaya petani yang sebelumnya masih tradisional sekarang sudah mengikuti teknik budidaya modern.
Selain itu kata Bupati Made Gianyar, sebelumnya pada saat musim panen raya, jeruk kecil nyaris tidak mendapatkan perhatian, bahkan cenderung dibiarkan begitu saja. Namun dengan sentuhan OVOP, buah jeruk yang dianggap kurang memiliki nilai ekonomis dapat diolah dan dikembangkan menjadi berbagai jenis makanan olahan dengan nilai ekonomis tinggi.
Melalui sentuhan teknologi OVOP kedepan kita berharap, panen jeruk Kintamani bisa disesuaikan dengan masa tanam, bukan berdasarkan musim. Sehingga saat panen raya tiba harga jeruk tetap stabil dipasaran. “Kita berharap penyelenggaraan Bangli Festival Jeruk 2014 mampu mengangkat perekonomian petani jeruk di Bangli”harapnya.