Minapolitan merupakan konsep manajemen ekonomi kawasan berbasis perikanan. Program ini merupakan upaya untuk merevitalisasi sentra produksi perikanan dengan fokus pada peningkatan produksi dan pendapatan rakyat. Minapolitan merupakan sebuah model revolusi perekonomian yang digalakkan Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia dengan mengubah mindset pembangunan yang berorientasi pada darat menjadi maritime. Demikian dikatakan Bupati I Made Gianyar, SH.,M.Hum saat pelaksanaan Rapat Kerja Pengembangan Wilayah Kawasan Minapolitan Bernuansa Wisata di Kabupaten Bangli, yang dirangkaikan dengan penyerahan bantuan Pengembangan Usaha Mina Pedesaan (PUMP) dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI,Rabu (5/11), di ruang pertemuan Dinas Peternakan dan Perikanan Darat Kabupaten Bangli. Acara ini dihadiri oleh perwakilan kelompok petani ikan se Kabupaten Bangli.
Lebih dalam Bupati Made Gianyar menjelaskan, tujuan dari pengembangan minapolitan di Kabupaten Bangli adalah untuk mempercepat pengembangan potensi kawasan dengan kegiatan perikanan sebagai kegiatan utama untuk mensejahterakan masyarakat. Caranya adalah dengan mendorong keterkaitan desa dan kota serta mengembangkan sisitem usaha minabisnis yang berdaya saing berbasis kerakyatan, berkelanjutan dan terdesentralisasi.
Lanjut dia, saat ini untuk mengoptimalkan potensi minapolitan, di Kabupaten Bangli tidak saja dibangun usaha budidaya (On Farm) tetapi juga dibangun (Of Farm) yaitu minabisnis jasa penunjang seperti rumah makan dan jasa pengolahan ikan. Sehingga pemberdayaan masyarakat pelaku minabisnis mampu meningkatkan produksi, produkstivitas komuditas serta produk-produk olahan hasil perikanan serta pemasarannya. Pada kesempatan itu Bupati Made Gianyar juga berpesan kepada petani ikan, khususnya petani KJA mengingat fenomena alam siklus tahunan yang terjadi di Danau Batur dimana air sering bercampur belerang, agar petani tidak melakukan aktivitas pembesaran ikan di KJA pada bulan Juli sampai September untuk menghindari ikan mati. “Pada bulan ini fenomena alam bercampurnya air danau dengan belerang tidak bisa dihindari, kita ingatkan agar petani bisa mengantisipasi hal ini”terangnya.
Sementara itu Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Darat Kabupaten Bangli Ir. Made Alit Parwata menjelaskan, bantuan Pengembangan usaha mina pedesaan (PUMP) yang dikucurkan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI kepada petani ikan di Kabupaten Bangli hanya mampu menjangkau 39 kelompok petani ikan. Dengan besaran bantuan Rp 35 juta/kelompok. Terbagi atas 29 kelompok Kerambah Jaring Apung (KJA), 8 kelompok pendenderan (pembenihan) ikan jenis nila dan 2 kelompok pendederan lele.
Lebih lanjut Alit Parwata menjelaskan, pengembangan minapolitan di Kabupaten Bangli dirasa tepat karena Bangli memiliki potensi yang sangat besar. Seperti keberadaan Danau Batur dengan luas 1.607,50 ha, target 5 % atau 88 ha bisa dimanfaatkan untuk pengembangan KJA. Serta ketersediaan lahan persawahan dengan ketersediaan air yang cukup untuk pengembangan kolam pembenihan ikan. Lanjut dia, hingga bulan Oktober 2014 ini, petani ikan di Kabupaten Bangli mampu memproduksi hampir 5000 ton dengan targer 5000 ton/tahun. Dengan waktu yang masih tersedia, kita yakin target produksi ikan 5000 ton/ tahun dapat terpenuhi. “Kita yakin pengembangan minapolitan akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani ikan di Bangli”terangnya._