Dalam rangka menuju pemerintahan yang baik Good Governent maka pada hari Selasa (1/5) kemarin di gedung BMB dilaksanakan acara seminar dengan Tema “Melalui HUT Lahirnya Kota Bangli, Ke-808 Kita Wujudkan Reformasi Birokrasi Menuju Birokrasi Yang Efektif, Efisien dan Akuntabel”. Dalam kesempatan tersebut turut hadir Bupati Bangli, Wakil Bupati Bangli, DPRD Kab, Bangli, Kelompok Ahli Pembangunan Kab. Bangli, Dengan Nara sumber dari Bpk Walikota Denpasar IB Rai Darma Mantra dan kepala Biro BPPT Sulaiman Kurdi dan Kepala SKPD.
Dalam sambutan Bupati Bangli I Made Gianyar yang sekaligus membuka acara Seminar tersebut mengatakan setiap tahun pada bulan Mei ini memiliki arti tersendiri bagi Kabupaten Bangli dan masyarakat pada umumnya. Ini adalah Kali kedua saya merayakan HUT Lahirnya Kota Bangli semenjak menjadi Bupati, tentunya semua aspek harus dilakukan baik seni budaya dan kreatifitas yang semuanya merupakan proses pembelajaran untuk kearajh yang lebih baik. Pada abad 21 manusia yang bisa dikatakan unggul adalah manusia yang mampu membangun jejaring, hal itu juga telah dilakukan dengan beberapa pihak salah satunya dengan BI, yang secara teknis melalui empat pilar pembangunan. Berikutnya Jejaring tersebut juga akan dibangun dengan Bapak walikota Denpasar secara bersama-sama dan bergandengan tangan untuk membangun Bangli. Melalui tema diatas kita berharap akan adanya perubahan paradigma yang sesuai dengan tema yang diusung mewujudkan reformasi birokrasi yang efektif dan efisien di kab. Bangli . “Bergaul dengan orang besar tidak menutup kemungkinan kita juga menjadi orang besar” imbuhnhya.
Dalam paparan Walikota Denpasar IB Rai D. Mantra melontarkan pertanyaan sesuai tema yang diambil adalah Apakah Reformasi Birokrasi Tersebut……? Beberapa tanggapan meluncur dari SKPD yang menyatakan bahwa birokrasi berasal dari kata Biro yang berarti Meja dan krasi alur pelayanan dimana dengan adanya birokrasi diharapkan dapat member pelayanan yang lebih baik dengan mempersempit meja dan menjadikan layanan public lebih baik. Sedangkan meurut IB Rai D Mantra Reformasi Birokrasi adalah intinya REFORM (menata ulang) lebih tepatnya menata kembali dan mencari pola atau system yang tepat. Kenapa Reformasi Birokrasi menjadi penting….? Karena pada dasarnya setiap masyarakat mempunyai kesamaan hak untuk mendapatkan pelayan yang lebih baik menurut Gede Suryawan Dari Inspektorat. Menurut IB Rai D Mantra dalam melaksanakan reformasi birokrasi menghadapi Problematika diantaranya tata kelola organisasi nelum tepat, peraturan yang terkadang tumpang tindih termasuk pendistribuasian SDM yang tidak seimbang dan penyimpangan wewenang yang belum mampu mengakomodasi hak dasar masyarakat. Tujuan dari reformasi tersebut adalah salahsatunya mencapai pemerintahan yang bersih bebas KKN, Kualitas pelayan yang lebih baik, Kapasitas dan akuntabilitas kinerja lebih baik serta mernciptakan profesionalisme SDM dan aparatir pemerintahan. Dalam mewujudkan hal tersebut dibutuhkan beberapa hal pendukung diantaranya menbuat motto dalam pelayanan yang telah diterapkan yaitu Sewaka Dharma yang artinya pelayanan adalah kewajiban hal itu di anggap perlu kaerana untuk mendorong pola pikir serta pengaturan diri. Di jelaskan juga secara holistic yang paling penting adalah bagaimana komitmen dari pada Leader ship untuk dapat mewujudkan reformasi birokrasi tersebut.
Dalam sesi diskusi Prof. Adnyana menanyakan bagaimana dengan insentif untuk adat mengingat adat memegang peranan yang sangat penting dan kaitanya dengan the right man and the right place…? Berikutnya Sumantra menanyakan sampai saat ini Denpasar masih menjadi ICON khususnya pada bidang lembaga pendidikan…?, sedangkan dari kepala BKKBN Kab. Bangli Bpk Kayana menanyakan mengapa program KB hanya di fokuskan pada masyarakat Bali bukan pada masyarakat non Bali…?, Kadis Perindag Ibu Manik meminta agar Bapak walikota dapat membantu dan mendukung bagaimana agar di Kab. Bangli dapat terwujudnya pestival Bambu….? Menanggapi pertanyaan tersebut IB Rai D. Mantra mengatalkan untuk insentif pada desa adat memang sudah di lakukan baik STT maupun Kelian banjar, Memang Lembaga adat merupakan lembaga Otonomi tetapi sinergisitas harus tetap di jaga adatlah motor dari masyarakat Bali, kaitanya dengan the right man and the right place perlu adanya audit yang efektif dan efisien karena perbedaan perusahaan dan pemerintahan lebih banyak mengusung misi sosial dari pada eksploitasi masyarakat itu sendiri intinya adalah bagaimana membuat system yang tepat dan benar.Sedangkan untuk festival bamboo walikota sangat mendukung selain ini bisa mengangkat potensi bukan hannya bersifat nasional tetapi lebih luas Internasional tinggal memilih orang yang tepat untuk mengkordinir melalui EO dan sebagainya. (Humas Bangli)