Pola hidup mbersih dan dalam upaya merubah mindset tentang perubahan pola hidup bersih dan sehat dilingkungan sekolah dan masyarakat sekitarnya, melalui Dinas kesehatan dan dinas pendidikan, Senin (10/11), kemarin Kabupaten Bangli dinilai oleh Tim Provinsi dalam ajang lomba Pencegahan Kanker Terpadu Paripurna (PKTP) dari Tingkat SD, SMP, dan SMK. Acara yang di pusatkan di Sekolah SMK N 1 Bangli dihadiri oleh Bupati Bangli, Tim Penilai Provinsi Bali, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangli, Kadis dikpora Kabupaten Bangli, SKPD terkait dan Kepala sekolah.
Kepala Sekolah SMK N I Bangli I Gede Aster dalam laporanya menyampaikan sangat mendukung program sekolah sehat yang mana dalam kegiatan PKTP ini kami mampu menanamkan pola hidup bersih dan sehat, serta pengetahuan yang lebih tentang penyebab dan penanggulangan kanker sejak dini. Seperti kita ketahui penyakit kanker masih merupakan salah satu penyebab kematian terbanyak pada decade terakhir yang berakibat sangat mengerikan pada pendertanya. Dilaporkan juga melalui program ini kami juga dapat memberikan beberapa kegiatan yang memantapkan pelaksanaan PKTP diantaranya simulasi seni, nyanyian, yel-yel, olahraga, tari bondres, madding, poster, brosur, dan paduan suara yang tema temanya mengenai pencegahan kanker. Selain itu kami juga melakukan kegiatan membuat makanan yang aman dari pengawet, pemanis, penyedap, pengenyal dan pewarna serta mengajak siswa untuk hidup sehat dan tidak meminum minuman yang mengandung alcohol dan tentu tidak mengkonsumsi rokok mengajak semua komponen dilingkungan sekolah dan kesehatan untuk tidak merokok. Gerde aster menambahkan untuk lomba kali ini di ikuti oleh duta dari SD N 2 Tamanbali, SMP N Tembuku dan SMK N 1 Bangli.
Bupati Bangli Made Gianyar,SH.M.Hum dalam sambutannya menyampaikan sebagai focus delity, sebagai tempat pusat kegiatan mengucapkan selamat dating kepada tim penilai dari Provinsi. Orng bijak mengataan “orang yang hebat adalah orang yang banyak tau tentang segala hal” sehingga saya selaku Bupati sanagt konsen dengan program yang kita kenal dengan PKTP, seperti kita ketahui bersama Kenker ibaratkan sebuah gunung es yang keberadaanya masih sangat memperihatinkan Penyakin kanker adalah salah satu penyebab kematian terbesar yang tidak memandang status sosial dan dari golongan manapun. “Tidak ada artinya status sosial kita jika kita dalam keadaan sakit” pungkas made gianyar.
PKTP adalah program yang memberi pengetahuan tentang keberadaan penyakit kanker dan cara penjegahannya, sehingga hal ini bisa di turunkan kepada masyarakat baik di lingkungan sekolah dan sekitarnya untuk menghilangkan kebiasaan merokok karna dampak yang dihasilkan sangat mengerikan. Sebagai bupati sangat berharap kepada tim penilai dapat member penilaian yang seobyektif mungkin sehingga dengan APBD yang kecil kita sudah berusaha dengan sebaik mungkin “Pada akhirnya kami berharap para duta kami setelah menang di tingkat Kabupaten akhirnya nanti dapat menang di tingkat Provinsi” Harap Gianyar.
Sementara sambutan ketua YKI Ny Ayu Pastika yang dibacakan oleh Prof. dr. W Suardana,SP.THT menyampaikan sangat mengapresiasi atas komitmen Bupti Bangli akan pentingnya pola hidup sehat. Dalam rangka mewujudkan kesejahteraan umum dalam pembukaan UUD 1945 , kesejahteraan keluarga merupakan tujuan utama dalam pencapaian masyarakat yang adil dan beradab. Kita ketahui bersama penyakit kanker adalah penyakit yang menimbulkan kekhawatiran serta mengakibatkan penderitaan yang berat bagi manusia dengan dampak sosial yang sangat berarti bagi kehidupan masyarakat. Penderitaan dan kekhawatiran tersebutsemakin meluas karean penderita kanker semakin bertambah, sedangkan penanggulangan untuk penyakit tersebut masih sangat tebatas. Penangulangan Kanker Terpadu Paripurna (PKTP) asdalah program penanggulangan penyakit kanker secara menyeluruh yang dilaksanakan oleh semua potensi yang ada, baik Pemerintah bersamanmasyarakat termasuk swasta secara lintas program dan lintas sektoral melalui keempat aspek penanggulangan Kanker yaitu Pencegahan Premier, Deteksi Dini, Pengobatan dan Paliatif/bebas nyeri secara multyif disipliner. Ditambahkan lagi selain empat aspek tersebut penangganan kanker diperlukan sikap dan perilaku positif dan respoinsif dari penderita, keluarga dan masyarakat pada umumnya. Untuk dapat mencapai hal tersebut diperlukan pengetahuan yang cukup, informasi dan sumber daya sehingga setiap individu mempunyai kemampuan untuk pencegahan dan pengurangan resiko terkena kanker serta pengobatan sidini dan setepat mungkin” tandasnya.
Berkenaan dengan hal tersebut Program Penanggulangan Kanker Terpadu Paripurna (PKTP) YKI mulai tahun 2006 di prioritaskan pelaksanaannya untuk program sekolah baik tingkat SMA, SMP dan SD. Untuk dapat memacu kinerja menggairahkan pelaksanaan dilapangan dan pelaksanaan PKTP di sekolah makadilakukan lomba untuk pelaksanaan terbaik program PKTP di lingkungan sekolah. “Kami berharap keberhasilan program ini bukan hanya untuk lomba tetapi bisa bekelanjutan untuk penanganan kanker sejak didi” harapnya.