Setelah sebelumnya diarak berkeliling secara estapet di beberapa kabupaten di Bali, Pataka/Panji-Panji dan Surat Saktipahlawan nasionalI Gusti Ngurah Rai akhirnya tiba di Kabupaten Bangli. Serah terima Pataka/Panji-Panji dan Surat Sakti pahlawan nasional I Gst Ngurah Rai dilaksanakan di lapangan Kapten Mudita Bangli, Jumat (14/11). Patakadan Panji-Panji Sakti tersebut diserahkanoleh Pemuda Panca Marga Kabupaten Gianyar kepada Pemuda Panca Marga Kabupaten Bangli disaksikan oleh Bupati Bangli I Made Gianyar,SH.,M.Hum, ditandai dengan penandatanganan berita serah terima. Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua DPRD Kabupaten Bangli Ngakan Made Kutha Parwata, Forkompinda Kabupaten Bangli, Asisten 1 Setda Kabupaten Gianyar Cok. Rai Widiarsa, Pimpinan SKPD Kabupaten Bangli, unsur TNI/Polri, PNS, Legiun Veteran, pelajar dan berbagai elemen lapisan masyarakat. Serah terima Pataka/Panji-Panji dan Surat Saktipahlawan nasionalI Gusti Ngurah Raidi Kabupaten Bangli semakin semarak, karena sepanjang perjalanan disambut dengan riuh tepuk tangan dan kibasan bendera merah putih oleh siswa SD,SMP dan SMA/K dilingkungan Kota Bangli.
Upacara serah terima Pataka/Panji-Panji dan Surat Sakti ini, diawali dengan menyanyikan Mars pahlawan nasional I Gst Ngurah Raioleh siswa-siswi SMPN 1 Bangli. Dilanjutkan dengan pembacaan Surat Komando Tentara NICA Overste Termeulen (J.B.T. Koning) oleh I Wayan Sudarsa dan pembacaan Surat Pahlawan Nasional Brigjen TNI I Gusti Ngurah Rai oleh A.A. Adiptu dan puncaknya dilaksanakan penandatanganan berita acara serah terima Pataka/Panji-Panji dan Surat Sakti.
Bupati Bangli Made Gianyar pada kesempatan itu mengatakan, bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarah. Bangsa Indonesia memiliki sejarah panjang dalam perjuangan merebut kemerdekaan. Karena tiga setengah abad bangsa Indonesia dijajah Belanda dan tiga setengah tahun dijajah oleh Jepang. Hingga puncak perjuangan terjadi pada 17 Agustus 1945 bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaan sebagai entitas bangsa yang berdaulat. Namun Belanda belum mau mengakui kedaulatan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang merdeka. Sehingga pergolakan secara nasional kembali terjadi untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Yang salah satunya terjadi di Bali yang dikenal dengan perang Puputan Margarana.
Dalam perang ini, salah satu pahlwan nasional I Gusti Ngurah Rai gugur dalam pertempuran. Untuk mengenang perjuangan ini, maka setiap tanggal 20 Nopember diperingati sebagai hariPuputan Margarana. Semangat Puputan Margarana dimasa perjuangan mempertahankan kedaulatan bangsa Indonesia, diharapkan dapat menggugah semangat patriotisme generasi muda. Semangat kecintaan terhadap bangsa dan tanah air serta sikap disiplin dan tidak mudah menyerah akan selalu membara di hati generasi muda. Untuk itu dengan semangat Puputan Margarana ini pula diharapkan lebih meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan serta saling menghargai antar sesama.
Lebih lanjut Made Gianyar menambahkan, napak tilas Pataka/Panji Panji dan Surat Sakti ini selain untuk memperingati hari Puputan Margarana, juga untuk menggugah hati generasi muda untuk terus mengikuti jejak pahlawan. Mengingat generasi muda tidak mengalami langsung perjuangan bangsa dalam merebut kemerdekaan. Kata Made Gianyar, perjuangan bangsa Indonesia tidak hanya terhenti pada peperangan melawan penjajah. Dimasa kini untuk mengisi kemerdekaan, kita tetap harus berperang melawan kemiskinan, kebodohan dan menapaki masa depan bangsa yang lebih baik dengan satu cara yang paling sederhana, yakni mencintai negeri ini.“Kita berharap kegiatan ini bisa memupuk rasa persatuan dan kesatuan serta dapat menggalang kesetia kawanan sesama generasi muda”harap Made Gianyar.
Setelah serah terima berlangsung, Pataka/Panji-Panji dan Surat Sakti pahlawan nasional I Gst Ngurah Rai kemudian diarak berkeliling di 4 kecamatan di KabupatenBangli oleh Pemuda Panca Marga Kabupaten Bangli sebelum disemayamkan selama satu malam di Taman Makam Pahlawan Penglipuransambil menggelar berbagai kegiatan seperti sarasehan yang diisi ceramah wawasan kebangsaan, kenakalan remaja dan sadar hukum. Petaka/Panji-Panji dan Surat Sakti pahlawan nasional I Gst Ngurah Rai untuk selanjutnya akan diserahkan ke Kabupaten Klungkung, Sabtu(15/11).