Sarasehan Pembangunan Seni dan Budaya Bali Kedepankan Pembangunan Budaya Berbasis Kearifan Lokal
Beranda / Berita

Pusat Informasi & Berita

Ikuti perkembangan program kerja terbaru.

Pariwisata

Sarasehan Pembangunan Seni dan Budaya Bali Kedepankan Pembangunan Budaya Berbasis Kearifan Lokal

K
Admin Bangli
18 November 2014
362 Dilihat
Sarasehan Pembangunan Seni dan Budaya Bali Kedepankan Pembangunan Budaya Berbasis Kearifan Lokal
Seni budaya merupakan suatu keahlian mengekspresikan ide-ide dan pemikiran estetika, termasuk mewujudkan kemampuan serta imajinasi pandangan akan benda, suasana, atau karya yang mampu menimbulkan rasa indah sehingga menciptakan peradaban yang lebih maju. Demikian dikatakan Bupati Bangli I Made Gianyar, SH.,M.Hum saat membuka sarasehan “Pembangunan Seni Budaya Bali Menuju Bangli Gita Santhi”, di Ruang Audio Visual, Museum Gunung Api Batur Kintamani, Senin (17/11). Acara ini menghadirkan narasumber I Wayan Dibia dari ISI denpasar, DR. Drs. I Gusti Made Ngurah, M.Si dari Majelis Utama Desa Pakraman (MUDP) Provinsi Bali dan Drs. Gusti Putu Rai Andayana dari Majelis Pertimbangan dan Pembinaan Kebudayaan Provinsi Bali.
Lebih lanjut Bupati Made Gianyar mengatakan, peran budaya Bali dalam pembangunan daerah sangat menentukan pembangunan Bali. Bali dikenal dan dikagumi oleh masyarakat luar karena keunikan seni dan budayanya yang didukung keindahan alamnya. Integrasi seni dan budaya Bali yang dijiwai oleh nilai-nilai agama Hindu dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, menjadikan pulau ini sebuah model pertahanan tradisi budaya yang semakin banyak dilirik masyarakat dunia. Dengan mengimplementasikan konsep Tri Hita Karana masyarakat Bali mampu menjaga keunikan sekaligus keunggulan seni budaya Bali. 
Lebih dalam Bupati Made Gianya menjelaskan, pembangunan seni budaya  dari sisi idiologi dan pandangan agama merupakan keharusan, karenan merupakan proses pelengkap kehidupan. Karena jika dimanfaatkan dengan baik, budaya akan menjadikan kita manusia yang beradab. Namun sebaliknya jika disalah gunakan, budaya akan menjadikan kita manusia biadab. Oleh karenanya, untuk mewujudkan masyarakat yang berbudaya, tepat rasanya sarasehan ini diselenggarakan untuk mengarahkan masyarakat Bangli menuju masyarakat yang berbudaya dan beradab. “Seni budaya merupakan suatu keahlian mengekspresikan ide-ide dan pemikiran estetika, jadi haruslah diarahkan dengan benar untuk mewujudkan masyarakat yang beradab”terangnya.
Sementara itu Kadisbudpar Kabupaten Bangli Drs. Wayan Adnyana mengatakan, tujuan diselenggarakannya sarasehan ini adalah untuk mewujudkan pembangunan pariwisata dan seni budaya yang dijiwai oleh kearifan lokal. Sedangkan peserta dari sarasehan ini berasal dari unsur SKPD, tokoh agama dan adat serta budayawan di Kabupaten Bangli, dengan total peserta mencapai 150 orang. Menurutnya, pembangunan seni dan budaya di Kabupaten Bangli merupakan keharusan tanpa meninggalkan jati diri masyarakat. “Jadi kita ingin membangun budaya yang berbasis pada pada kearifan lokal masyarakat Bangli”terangnya
Bagikan Berita Ini: