Peringatan Gugurnya Kapten TNI Anak Agung Gede Anom Mudita yang diperingati setiap tanggal 20 Nopember , peringatan yang dilaksanakan pada hari kamis (20/11) bertempat di Tugu Pahlawan Penglipuran Bangli, Upacara peringatan gugurnya Kapten TNI Anak Agung Gede Anom Mudita dipimpin langsung oleh Bupati Bangli I Made Gianyar sebagai Inspektur upacara diikuti oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Bangli, Veteran ,Pimpinan SKPD di Lingkungan Pemkab.Bangli, Pegawai di lingkungan Pemkab.Bangli,TNI/Polri dan para siswa.
Rangkaian Peringatan gugurnya Kapten TNI Anak Agung Gede Anom Mudita diawali dengan mengheningkan cipta, pembacaan teks Pancasila, pembacaan UUD, Panca Marga, dilanjutkan dengan peletakan karangan bunga oleh Inspektur Upacara dan penyerahan bingkisan pada para Veteran.
Riwayat hidup dan perjuangan Kapten TNI Anak Agung Gede Anom Mudita, lahir pada tahun 1924, di Puri Kilian Bangli bersaudara enam orang. Riwayat pendidikan Holland Inlandsche School (HIS) Sekolah Dasar Belanda Siladarma Klungkung tahun 1930 s/d 1937, Handels Vak School ( HVS) Sekolah Dagang Belanda di Surabaya, Malangse Handel School Sekolah Vak di Malang Jawa Timur,Kaderschool di Magelang tahun 1940.
Riwayat Perjuangan Zaman Pendudukan Belanda sebagai Kader Prayoga melawan Jepang di Jawa Tengah ditawan di Cilacap, Zaman Pendudukan Jepang, Terjun ke organisasi Pemuda Zainendan Jepang sebagai Anco, Pelatih Kepolisian Jepang ( Jumpo ) di Singaraja. Zaman Revolusi mempertahankan Kemerdekaan RI : Pimpinan BKR ( badan keamanan rakyat), Pimpinan TKR ( tentara keamanan rakyat ) Bangli, Pimpinan Markas Besar ( MB ) DPRI Bangli ,memimpin pasukan bergabung dengan pasukan resimen Ngurah Rai dibawah pimpinan I Gusti Ngurah Rai mengadakan “ Long March “ ke Gunung Agung, bergabung dengan pasukan Buleleng mengadakan penyerangan terhadap Tangsi Belanda di Banyumala, Mengadakan pertempurandi Desa Penglipuran dengan Serdadu Belanda dan antek – anteknya tepatnya pada tanggal 20 Nopember 1947 dalam puputan tersebut. Anak Agung Gede Anom Mudita gugur, sebelum gugur Anak Agung Gede Anom Mudita masih sempat meneriakkan semangat perjuangan yang tak kunjung padam yaitu “ MERDEKA SERATUS PERSEN “
Disela – sela acara peringatan gugurnya Anak Agung Gede Anom Mudita tersebut Bupati Bangli I Made Gianyar menyampaikan bahwa setiap tanggal 20 Nopember kita mengadakan upacara memperingati Gugurnya Kapten TNI Anak Agung Gede Anom Mudita salah satu pejuang bangsa yang telah memperjuangkan jiwa dan raganya untuk kemerdekaan ini , Bangsa Indonseia memiliki perjalanan panjang . Salah satu putra Bangsa yang gugur dalam memperjuangkan Bangsa Indonesia adalah Kapten TNI Anak Agung Gede Anom Mudita . Kita harapkan sepirit perjuangan Beliau, Kita sebagai generasi penerus Bangsa supaya bisa memberikan yang terbaik yang pertama buat diri kita sendiri, terbaik bagi keluarga kita , terbaik bagi pemerintah Kabupaten Bangli/ Provinsi dan terbaik bagi Bangsa Indonesia kita . Dan semoga peringatan ini menjadi sepirit bagi kita semua di Kabupaten Bangli untuk melanjutkan perjuangan Beliau dan untuk mengenang jasa – jasanya serta memberikan penghormatan kepada jasa- jasa beliau.
Upacara peringatan gugurnya Kapten TNI Anak Agung Gede Anom Mudita juga diisi dengan peletakan karangan bunga dan tabur bunga di Tugu Pahlawan Penglipuran