Untuk lebih memperkenalkan keberadaan Obyek Daya Taril Wisata (ODTW) Desa Tradisional Penglipuran dihadapan wisatawan. Masyarakat Desa Tradisional Penglipuran, Kelurahan Kubu Bangli, Senin (22/12) menggelar “Penglipuran Village Festival Jilid II”. Acara yang dibuka langsung oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kabupaten Bangli Drs. I Wayan Lawe, MM, juga dihadiri oleh Kadisperindag Kabupaten Bangli Nengah Sudibia, sejumlah pimpinan SKPD terkait, perwakilan HPI Bali, Asita Bali dan pelaku pariwisata lainnya.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Wayan Lawe pada kesempatan itu menyampaikan, pariwisata dalam kurun waktu tiga puluh tahun terakhir telah memberikan pengaruh terhadap kehidupan masyarakat di Bali. Perekonomian yang berputar sedemikian rupadirasakan membeikan penghidupan bagi sebagian besar masyarakat Bali. Disamping sebagai mesin penggerak ekonomi, pariwisata juga memberikan wahana yang menarik untuk mengurangi angka pengangguran mengingat berbagai aktivitas ekonomi yang tumbuh dari kegiatan pariwisata. Oleh karenanya, pihaknya sangat mengapresiasi penyelenggaraan Penglipuran Village Festival jilid II sebagai event tahunan. Menurutnya Desa Tradisional Penglipuran memiliki prospek yang sangat luar biasa jika terus distimulasi melalui kegiatan-kegiatan seperti ini. Sehingga tepat rasanya Penglipuran Village Festival digelar untuk menunjukan bahwa Bangli memiliki obyek daya tarik wisata yang sangat luar biasa. “Kita berharap Penglipuran Village Festival mampu mengangkat kungjungan wisatawan di Kabupaten Bangli”harapnya.
Sementara itu Bendesa Desa Adat Penglipuran Wayan Supat pada kesempatan itu menyampaikan, tujuan dari penyelenggaraan Penglipuran Village Festival adalah untuk mempromosikan obyek wisata Desa Tradisional Penglipuran agar lebih dikenal, sehingga semakin banyak wisatawan yang berkunjung ke tempat ini. Selain itu, kata dia, kegiatan ini dimaksudkan untuk mengembangkan produk pendukung kepariwisataan, seperti souvernir khas Penglipuran. Karena dalam penyelenggaraan Penglipuran Village Festival ini, pihaknya menyelenggarakan lomba pembuatan souvernir. Dari lomba ini kita mencari souvernir khas obyek wisata Desa Penglipuran kedepan.
Dikatakan juga, keunggulan Desa Tradisional Penglipuran sehingga wajib dikunjungi oleh wisatawan adalah, arsitektur bagian pintu depan rumah (angkul-angkul) warga yang semuanya seragam (serupa tapi tak sama) dan bangunan rumah tradisional yang masih dipertahankan hingga sekarang, dengan ciri khas bangunan rumah yang didominasi oleh bahan bambu. “Sehingga belum lengkap rasanya jika wisatawan yang datang ke Bali belum mengunjungi Desa Tradisional Penglipuran”tuturnya.
Ditambahkan lagi, untuk memeriahkan penyelenggaraan Penglipuran Village Festival, pihaknya juga menggelar berbagai jenis kegiatan seperti pameran produk kerajinan berbahan bamboo dan kain tenun serta berbagai perlombaan, seperti lomba mewarnai, busana adat, tari, kuliner, photography, pembuatan souvernir, serta pementasan musik bambu bumbung dan pementasan bondres. Penglipuran Village Festival jilid II akan berlangsung dari tanggal 18 Desember 2014 sampai dengan 1 Januari 2015. Kata Wayan Supat, saat ini rata-rata kunjungan wisatawan ke Penglipuran per hari baik domestik maupun mancanegara mencapai 125 orang. Dengan penyelenggaraan Penglipuran Village Festival, diharapkan jumlah kunjungan wisatawan akan terus meningkat. “Target kita setelah penyelenggaraan Penglipuran Village Festival ini, kunjungan wisatawan menjadi 300 orang/hari”harapnya.