Palang Merah Indonesia (PMI) merupakan organisasi sosial yang mengedepankan prinsip - prinsip kemanusiaan, kesamaan dan kesukarelaan. PMI sebagai organisasi kemanusian yang bersifat universal mempunyai peran yang sangat penting dalam pembangunan bidang kemanusiaan. Untuk itu, sebagai suatu organisasi, PMI dituntut untuk lebih mengoptimalkan diri melalui program - program dibidang kemanusian dalam rangka membantu tugas - tugas pemerintah. Demikian dikatakan Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta saat membuka Musyawarah Kerja (Musker) PMI Kabupaten Bangli 2015. Acara yang dipusatkan di gedung BMB Kantor Bupati Bangli dihadiri oleh Sekretaris PMI Provinsi Bali dr. I Gusti Lanang Rudiartha, Forkompinda Kabupaten Bangli, pengurus PMI Kabupaten Bangli dan perwakilan pembina dan anggota PMR se Kabupaten Bangli.
Lebih lanjut Wabup Sedana Arta yang sekaligus sebagai ketua PMI Bangli mengatakan, musker PMI tahun ini dipandang sangat strategis untuk mengevaluasi dan mempertanggungjawabkan program kegiatan satu tahun yang lalu dan menyusun program kerja preoritas satu tahun kedepan. Sehingga Program kerja yang dibuat tidak muluk-muluk, dapat dilaksanakan, dievaluasi dan dipertanggungjawabkan dengan baik. Namun yang terpenting adalah dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. “Selama ini PMI Bangli sudah berada pada koridor yang benar. Semua program sudah bisa dijalankan dengan baik. Tinggal peran dari semua pihak mulai dari pemerintah, swasta dan masyarakat bisa ditinggkatkan utamannya dalam misi kemanusiaan”terangnya.
Kata Wabup Sedana Arta, PMI sebagai organisasi sosial kemanusiaan keanggotaannya bersifat sukarela dan berasal dari beragam profesi. Karenanya sangat perlu bagi relawan PMI untuk melengkapi diri dengan SDM yang memadai guna mendukung peran penting PMI dalam pembangunan bidang kemanusiaan. "PMI merupakan organisasi sosial kemanusiaan yang keanggotaanya bersifat sukarela, namun penting bagi relawan memiliki ketrampilan yang memadai khususnya dalam aksi penanggulangan bencana, baik bencana alam maupun bencana kemanusiaan", papar Sedana Arta didepan peserta Muscab.
Untuk itu, lanjut Sedana Arta, para relawan PMI hendaknya memahami peta rawan bencana dan bersifat tanggap segera dengan mengutamakan skala prioritas yang mengedepankan kebutuhan riil masyarakat ketika melakukan aksi kemanusiaan di lapangan.
Hal senada juga disampaikan Sekretaris PMI Provinsi Bali Lanang Rudiartha, bahwa peran aktif PMI dalam membantu pemerintah telah ditunjukan melalui aksi penanggulangan bencana, tranfusi darah, dan kegiatan - kegiatan yang bersifat kemanusian lainnya. “Selama ini kita melihat kiprah PMI Bangli tidak kalah dengan PMI lainnya di Bali, meskipun dengan keterbatasan keuangan, mereka tetap eksis melaksanakan misi kemanusiaan. Jadi PMI Bangli sudah berada pada record yang bagus”terangnya.
Lebih lanjut, Lanang Rudiartha berharap, khusus di bidang tranfusi darah, hendaknya PMI Bangli tetap mengacu pada azas keamanan dan keselamatan bagi pasien yang membutuhkan darah. Harus dipastikan darah yang sudah tertampung bebas dari berbagai indikasi penyakit dan diharapkan PMI juga mampu selalu menjaga ketersediaan darah yang cukup bagi masyarakat melalui kegiatan donor darah. “Kita berharap melalui muscab ini PMI Bangli mampu merancang program kerja yang efektif dan efisien dalam tugas kemanusiaan”harapnya.