Dalam upaya membangkitkan kembali budaya lokal dalam bidang mesatua bali Senin (23/3) melalui PKK Kabupaten Bangli, menggelar lomba masatua Bali bagi lansia dengan peserta dari empat kecamatan di Kabupaten Bangli. Acara yang digelar di tribun Lapangan Kapten Mudita Bangli di hadiri oleh Bupati Bangli, Ketua Penggerak PKK Kabupaten Bangli, Ketua Gatriwara, Ketua Darma Wanita Kabupaten Bangli, Kepala BPPKB, perbekel desa dan peserta perwakilan dari masing-masing Desa.
Ketua Panitia Lomba Mesatua Bali, Nyonya Gede Arta dalam laporannya menyampaikan Pelaksanaan kegiatan ini merupakan program kerja Tim Penggerak PKK Kab Bangli tahun 2015. Berdasarkan hasil rapat dengan panitia dan tim juri yang memutuskan untuk dilaksanakan lomba masatua Bali dengan peserta lansia sebanyak 72 peserta perwakilan Desa se-Kabupaten Bangli. Lanjut tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kreatifitas bagi lansia, melestarikan nilai budaya lokal dan secara tidak langsung lomba ini diharapkan mampu menyelipkan pesan morak kepada generasi muda, mewujudkan etika, moral dan budi pekerti yang luhur. dikatakan juga lomba ini di ikuti oleh kader lansia 55 tahun keatas se Kabupaten Bangli dengan sumber dana dari APBD Kabupaten Bangli tahun anggaran 2015. Sementara Bupati Bangli I Made Gianyar menyambut positif kegiatan lomba mesatau bali yang dilaksanakan oleh PKK Kabupaten Bangli dimana kegiatan ini adalah salah satu upaya untuk mengangkat nilai-nilai budaya lokal yang adiluhung, terkait dengan pengaruh globalisasi yang sangat deras sehingga mesatau bali semakin pudar. "mesatua bali adalah salah satu sarana yang efektif untuk menyelipkan pesan-pesan moral kepada generasi muda karna melalui satua atau cerita pesan lebih dapat diserap dan cukup efektif" kata Made Gianyar. Kita masih ingat dimasa kecil dulu para tetua kita sering menyelipkan pesan-pesan moral pada kita melalui satua, "sekarang kita bangkitka lagi sejalan dengan motto pembangunan di kabupaten Bangli yaitu membangun Bangli dari Desa dan membangun Desa dari Keluarga" tambahnya. Peserta lomba adalah para lansia, hal ini sangat menarik selain untuk meningkatkan kreatifitas para lansia kegiatan mesatua juga nantinya dapat memberi semangat baru untuk harapan hidup karna lebih sering berinteraksi dengan generasi muda yang menjadi harapan bangsa ke depan. "selain itu mesatua bali juga sebagai salah satu upaya untuk membangun karakter sersuai dengan program pemerintah yaitu Revolusi mental secara bertahap yang dapat diselipkan dalam kegiatan mesatua Bali" imbuh bupati Made Gianyar.
Perwakilan salah satu tim juri dari dinas Pendidikan I Wayan Suardana menyampaikan kreteria lomba adalah terdiri dari empak kreteria yang pertama adalah waktu penyampaian materi diatara tujuh sampai sepuluh menit, berikutnya Penguasaan materi, Bahasa atau gaya bahasa yang terakhir adalah pembawaan atau penjiwaan dalam membawakan tema satua bali dan kreatifita tentunya. sementara untuk tim juri sendiri terdiri dari tiga unsur yaitu Dinas pendidikan, Ikatan Guru Taman Kanak-kanak dan Forum pengasuh Paud dan TK di KAbupaten Bangli. Lanjut dalam lomba mesatua bali kali ini memperebutkan juara I,II dan III sedangkan untuk juara harapan, dari harapan satu sampai dengan harapan tujuh. Dengan hadiah berupa dana pembinaan dan piagam.